Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
30.Perasaan Hilary



Setelah mereka makan bersama, setelah nya Anton harus segera kembali ke Bandung, tugasnya menjadi Hero penyelamatan bagi para pasien yang harus segera mendapat penanganan bedah, tak dapat ia tinggal kan.


Hilya melepas kepergian Anton, dengan sedikit berat, wanita yang dulunya bernama Hilary itu nampak khawatir dengan sahabatnya itu, mendengar penuturan Anton, "Anton langsung terbang" kekalimantan saat baru saja selesai melakukan operasi pada pasien nya.


Ditambah sesampainya di Kalimantan Anton bukanya beristirahat, namun Anton justru di haruskan memeriksa keadaan dirinya dan jangan lupakan , sang dokter tampan itupun harus menguras pikiran nya untuk menasehati dan memberi pesan pesan baik untuk dirinya dan Adnan.


Dan lihatlah belum berapa saat Anton bernafas lega sebuah kabar harus membuatnya kembali melakukan perjalanan jauh, bukan itu saja sesampainya di Bandung Anton pasti akan segera melakukan tugasnya sebagai seorang dokter.


 


Hilya, tentu tau bagaimana kehidupan seorang dokter, Hilya pun menyandang gelar yang sama.


 


Namun melihat keperdulian sahabatnya terhadap hubungan rumah tangga nya bersama "Adnan", ada sedikit rasa haru dan bangga di hati Hilya untuk Anton.


Sebelum Anton benar-benar pergipun Hilya sempat berpesan agar Anton menjaga kesehatan, hati-hati dan puluhan ucapan terimakasih Hilary tuturkan untuk Anton.


Anton sedikit terkejut melihat dan mendengar perhatian Hilya untuk nya, namun karena waktu yang terdesak, Anton hanya meng "iya" kan saja perhatian dan ucapan Hilya tanpa mempertanyakan perubahan sikap Hilya padanya, yang Anton tau biasa nya Hilya hanya cere terhadap Adnan saja.


Dan akhirnya Anton pun pergi menuju bandara untuk bergegas pulang ke Bandung.


 


Sedangkan sepulang Anton , Hilya dan Adnan menuju rumah sakit tempat kakek Adnan dirawat, kali ini Adnan bertekad tak mau menuruti keinginan sang kakek. penuturan Anton seolah menggugah keberaniannya.


 


.


.


.


Sedangkan Hilya yang tak mengerti pembahasan mereka hanya membaca dan menebak dari raut wajah masing-masing orang yang sedang bicara dengan "Adnan" suaminya.


Hingga suara sang kakek yang memanggil namanya, membuat Hilya menatap dan pergi melangkah mendekati brangkar yang ditempati oleh pria tua yang tak lain adalah ayah dari mertuanya.


"Adnan gak mau ikutin keinginan kakek, Adnan gak mau nikah dengan wanita pilihan kakek, kakek kecewa sama Adnan, padahal di hujung usia kakek, kakek hanya kepingin melihat cucu-cucu kakek bahagia.


bisakah kakek meminta tolong?? maukah kamu berjanji dengan kakek hmm??"


Hilya tergugu mendengar ucapan kakek Adnan, apakah sebenarnya keinginan sang kakek??..apa setelah tak berhasil membujuk sang cucu untuk menikah dengan wanita pilihan ya, sang kakek justru meminta dirinya agar membujuk Adnan??.


kakek Adnan terbatuk .."aku hanya mau kamu berjanji, tolong segera berikan kakek cucu yaa.. "


wajah sang kakek begitu memelas.


Hilya mengerjab beberapa kali, mendengar ucapan sang kakek, ah benarkah?? . lelaki tua ini hanya meminta seorang cucu darinya, dan melupakan perjodohan konyalol nya untuk Adnan??.


Hilya terseyum lembut, tanganya meraih tangan pria tua yang sedang terbaring itu. sedangkan tampak seorang wanita paruh baya yang tampak merenggut dan kesal ,siapa lagi kalau bukan Tante Adnan Ibu dari Rena


"InsyaAllah kek, jika Allah mengizinkan kami juga ingin secepatnya mendapat momongan." jawab Hilya lembut sambil tersenyum menatap sang kakek dan Adnan bergantian.


Baru sebentar merasa sedikit bahagia, mendengar ucapan kakek Adnan berikut nya, rasanya Hilya dan Adnan bagaikan dipaksa meminum racun di depan keluarganya.


Bahkan tanpa di cegah, air mata Hilya menetes tidak terbendung.


Kenapaaa?? ujian pernikahan nya begitu berat, bahkan semenjak hari pertama pernikahan, Hilya mengingat begitu banyak halangan untuk dirinya dan Adnan , seolah banyak hal yang selalu menggagalkan rencana malam pertama mereka.


Bukan cuma Adnan saja yang kecewa , penyatuan mereka selalu gagal, namun Hilya merasakan nya juga.


Dimalam pertama mereka, Hilya begitu sulit masuk kamar karena banyak pembahasan dari para keluarga nya, hingga membuat Hilya terlambat masuk kamar, hingga membuat Adnan sampai tertidur, dan kejadian kejadian yang beberapa kali menggagalkan rencana penyatuan mereka.


Allah apakah ini pertanda... ?? apakah benar-benar Adnan jodoh ku?? batin Hilya.