
Adnan tersenyum setelah mencium dan me***t bibir istrinya
" I love you" bisik Adnan
Hilya membalas senyuman Adnan, tanganya masih mengalung di leher sang suami
" Tidak berat??" tanya Hilya
" Mas masih kuat!!" Jawab Adnan yang membuat Hilya tersenyum lagi
" Terimakasih atas semua yang mas lakukan untuk aku dan Khansa mas, Maaf aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk mas Adnan!!"
" Kamu selalu terbaik dek' bisa menikahimu kembali mas sudah sangat bersyukur!!"
Adnan berjalan menuju tempat tidur, menurunkan perlahan tubuh istrinya
Saat Adnan ingin berdiri tiba-tiba Hilya menarik pergelangan tangannya
" Mas mau kemana??"
Adnan yang hendak ke kamar mandi, mengurungkan niatnya untuk berganti baju
" Tidak jadi, tadinya mau ganti baju dek',gerah. ungkap Adnan terseyum
" Ya udah mas ganti baju dulu gin!!. ucap Hilya mengizinkan Adnan
Adnan yang sudah mendapat posisi nyaman ya jadi merasa malas untuk berganti baju
" Nanti saja deh!! , biar mas temani dulu kamu berbaring dek'!!"
Hilya tersenyum
" Kalau gitu mas lepas saja dulu jas nya mas.
Adnan menurut dan langsung duduk membuka , sabuk dasi dan jasnya, Hilya turut membantu sang suami menggulung lengan kemeja nya
Adnan kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, kini tangan kiri Adnan terbuka lebar, Adnan memintanya Hilya mengunakan lenganya untuk bantal
Hilya menurut, beberapa menit saling berdiam diri dan menatap langit-langit kamar, akhirnya Hilya memiringkan tubuhnya menghadap Adnan, begitu juga Adnan, Adnan langsung memiringkan tubuhnya merengkuh punggung sang istri
" Dek'!!"Adnan mengelus lembut pipi Hilya, membuat Hilya memejamkan matanya
Bagaimana dulu adek bisa menikah dengan Anton??" tanya Adnan yang membuat Hilya kembali membuka matanya
" Cerita nya panjang mas', tapi saat itu pernikahan kita memang sudah di ujung tanduk!!"
" Jadi adek bertemu dengan Anton saat kita masih menjadi suami istri??" tanya Adnan penasaran dengan awal mula Anton dan Hilya menikah
" IYa,!!" dan aku bertemu.......................
.....
....
....
Danan akhir dari kisah kami mas Adnan pun tau kisahnya.. tutur Hilya di akhir ceritanya.
Hilya menceritakan tentang pertemuannya dengan Anton, saat Anton yang saat itu buta dan semuanya, bahkan Hilya juga menceritakan tentang dirinya yang sempat pulang ingin mengambil sesuatu yang tertinggal, tapi justru mendapati Adnan yang sedang bermesraan dengan Rena di dalam kamar pribadinya
Mendengar cerita Hilya tak terasa bulir bening terjatuh di kedua mata Adnan
" Cinta yang luar biasa'!!" puji Adnan, tentang cinta yang di miliki Anton untuk Hilya dan yang diberikan Hilya untuk Anton
" Dek!!, sebenarnya waktu dimana kamu datang saat itu kejadian sesungguhnya begini.....................
...
....
Adnan juga menceritakan kejadian sebenarnya, saat dimana Hilya memergokinya yang sedang bermesraan dengan Rena di kamar pribadinya, dari Adnan yang tengah bermimpi bertemu Hilya dan melakukan ciuman dan sebagainya
Hilya yang mendengar penjelasan Adnan, terenyuh, nyatanya kesalahan fahaman itu berlangsung hingga belasan tahun, bahkan mungkin seandainya tadi Hilya tak mengulas masa lalu, Hilya masih tak mengetahui kebenaran tentang Adnan dan Rena yang kala itu berada di kamarnya
Adnan pun memaklumi penilaian Hilya kala itu, biar bagaimanapun apa yang dilihat Hilya itu memang benar adanya, dirinya yang membalas ciuman Rena, meski yang sebenarnya terjadi adalah Adnan yang sedang memimpikan berciuman dengan sang istri yaitu Hilya