Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
177.Siasat



"Katakan apa yang terjadi A??" Dini menodong Anton dengan pertanyaan


" Tolong jangan berbohong mas' apa perlu aku bertanya pada dokter yang menangani mas Anton??" Zahfran turut menuntut Jawaban


Anton menghela nafasnya, akhirnya mau tidak mau Anton jujur dengan keadaan nya, Dini yang mendengar penjelasan Anton menangis menghambur memeluk sang Kakak.


" Kalian janji jangan sampai Kaka kalian tau!!" Anton menatap kedua adiknya


" Kak Hilya harus tau A, ini tidak adil jika kak Hilya tak tau apa-apa tentang A A!!" Dini tidak setuju dengan permintaan Anton


" Nanti Aa yang akan mengatakan nya pelan-pelan!!"


" Zahfran, bisa mas minta Tolong??" Anton menatap penuh harap adik iparnya


" Apa Mas??"


" Begini!! ........................... Anton menjelaskan rencananya pada Zahfran dan Dini


" Tidak mas' aku tidak Mau!!"


" IYa A kenapa Aa harus membohongi kak Hilya?? lebih baik jujur A!!" Dini kembali menangis.


Anton menghela nafasnya


" Kalau begitu tolong bantu aku untuk bersiap Pulang Zan!!" titah Anton


" A jangan begini!!" Dini mencegah Anton yang hendak bangkit


" Kalau kalian ingin Aa dirawat maka lakukan permintaan AA dek!!"


Dini menangis sesenggukan di dada Zahfran, sedang Zahfran hanya terpaku menatap Kaka iparnya.


Ponsel Anton berdering, menampilkan nama my wife di layar


Anton memberi kode Dini untuk melakukan rencana mereka


dengan berat hati Dini mengangkat panggilan tersebut


" Hallo kak Hilya!!"


....................


" Maaf kak, tadi ponsel AA aku temukan di restoran dekat bengkel mas Zahfran, pas aku tanya pada pelayan, katanya pelanggan yang baru duduk di meja itu telah pergi beberapa menit yang lalu, tapi tadi pelayan bilang pemilik ponsel ini sepasang suami istri terlihat dari cara mereka terus bermesraan ber canda tawa bahkan mereka tampak seperti sepasang kekasih yang di mabuk cinta, kalau bukan kak Hilya yang makan bersama Aa, lantas siapa wanita yang bersama Aa tadi kak??" Dini menangis sedih, sedih dengan keadaan yang memaksanya membohongi kakak iparnya, sedih karena membuat luka di hati kakaknya, dengan melakukan kebohongan ini tidak hanya Hilya yang terluka tapi Anton pun sama halnya.


Tubuh Dini luruh kelantai, dengan cepat Zahfran merengkuh istri nya.


" Aa puas sekarang??" bentak Dini


Anton mengangguk dengan wajah bersimbah air mata


_________________


Di kediaman Anton


Hilya menatap ponselnya yang baru saja mati, kini tanganya lincah menari di atas keyboard, matanya awas melihat layar ponselnya, sebelum wanita cantik itu pergi menghampiri putri kecilnya buah hatinya bersama Anton.


" Apa yang Ayah mu lakukan di luar sana nak??" lirih Hilya pada Baby Khansa yang mulai lincah berlari


"Mamamam... mum mum " gunam baby Khansa yang sudah aktif menanggil mom mom


Hilya terseyum melihat anaknya yang sudah banyak berceloteh


CIT CIT CIT .. suara langkah kecil itu membuat Hilya tertawa


" Hati-hati Sayang nanti jatuh anak Mama!! Hilya merentangkan kedua tangannya.


Bunyi ponsel membuat Hilya berdiri dari duduknya


" Halo Pa Assalamualaikum!!" Hilya mengaktifkan Speaker ponsel nya


" Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh, Sayang ada apa??" kenapa tiba-tiba Anton menghubungi Papa dan ingin mengembalikan mu secara baik-baik, apa kalian bertengkar nak??" terlihat suara Papa Hilya sedang gusar


Hilya memejamkan matanya rapat


" Tidak Pa, kami baik-baik saja, tidak usah di fikirkan Pa!!"


" Tapi nak, Anton terdengar begitu serius mengatakannya"


Hilya diam menarik nafasnya perlahan namun cukup panjang dan menghembuskan perlahan.


" Papa tenang nanti Hilya kabarin, ini baby Khansa masih rewel pa!!" dusta Hilya agar papanya segera menutup ponselnya


" Ah baiklah nak, tolong sebelum melangkah lebih jauh fikirkan putri kalian nak!! Papa tutup dulu Sayang jaga diri baik-baik, Mama mu begitu menghawatirkan keadaan mu!!"


"IYa Pa, Assalamualaikum" Hilya mematikan ponselnya lebih dulu.