
Hilya menoleh dan mendekati Adnan
" Mas, kita memang pernah bersama sebelumnya, tapi jujur aku melihat mas sangat berubah, maaf sebelumnya apakah saat ini seandainya aku berganti pakaian di hadapan mas Adnan tidak kah mas menilaiku buruk??"
Tanya Hilya mencoba terbuka dengan segala pemikiran nya, Hilya tak mau terus terbelenggu dalam masa lalu, nyatanya Adnan kini sudah menjadi suaminya dan berhak atas dirinya
Adnan terdiam sejenak, bibirnya sedikit terbuka dan kembali rapat, seolah setiap kata yang akan keluar dari bibirnya begitu sulit
" Apa adek keberatan, jika mas tetap disini??" akhirnya Adnan mengeluarkan suara nya
Hilya mengeleng
" Aku hanya takut tindakan ku akan membuat mas salah faham!!" jujur Hilya
Adnan menyergit
" Dulu mas tidak suka jika aku ganti pakaian di hadapan mas Adnan, aku takut jika aku langsung Menganti pakaian ku disini mas akan menilai buruk diriku, dan Aku juga takut saat Aku Menganti pakaian di kamar mandi mas akan tersinggung, untuk itu Aku mencoba terbuka akan kebingungan ku pada mas Adnan!!" lagi-lagi Hilya berkata jujur pada Adnan
Senyum manis Adnan tersungging
Pria yang terlihat lebih berkharisma itu berdiri
Langkahnya mengikis jarak antara keduanya
Adnan mengambil alih baju yang sedang di pegang Hilya, menarik pinggang sang istri untuk merapat pada tubuhnya
Hilya tersentak, dadanya bergemuruh terlebih saat Hilya dapat merasakan hembusan nafas berbau mint dari hembusan nafas suaminya
Adnan menurunkan resleting gamis dibelakang punggung Hilya, yang membuat sang empu terbelalak
Membiarkan perbuatan sang suami, Hilya gerogi, untuk melarangnya, Hilya takut dosa
Terasa sekali jemari Adnan turut membelai punggungnya, membuat tubuh Hilya panas dingin
Hilya mencoba menahan nafas, saat gamis rumahan itu benar-benar merosot melewati tubuhnya.
Hilya hendak bersuara, tapi bibirnya kembali mengatup rapat saat tiba-tiba Adnan memasukan sebuah gamis yang tadinya Ia pegang melalui kepalanya
" Dek' tangan kananya!!" Hilya berkedip-kedip mencerna kejadian sepersekian detik, apakah Adnan sedang membantu nya Menganti baju??"
Meski fikiran Hilya masih berkelana, tapi Hilya tetap mengulurkan tangan kanannya, hingga tak terasa Adnan telah benar-benar membantunya Menganti pakaian yang ia kenakan
" Mau pake hijab warna apa??"
Adnan tergelak kecil
" Jangankan membantu Menganti pakaian, membantu Bunda Khansa untuk mandi pun mas siap!!"
" Mas'!!" Hilya menegur, dan tanganya mencubit perut Adnan spontan, Hilya cukup kaget mendengar candaan Adnan, entah sejak kapan Adnan jadi pria yang semanis ini
" Aduh dek' sakiiit!!" keluh Adnan terdengar begitu manja di pendengaran Hilya
Hilya mendengus dan hendak menghindar tapi tangan Adnan cepat menarik nya
Hilya yang terkejut tersentak hingga tubuhnya menabrak dada bidang Adnan
Adnan kembali tersenyum mendapati Hilya yang cemberut lucu
Kini Hilya mendongak
" Kalo mau dipeluk ngomong dong mas, gak pake tarik-menarik segala!!" ketus Hilya tak sadar
Sedetik
Dua detik
Tiga detik
Mata Hilya terbelalak maksimal
astaga apa aku barusan menjadi Hilary?? sejak kapan aku jadi genit lagi, ya salaaaam apa yang akan mas Adnan fikirkan mendengar ucapan ku tadi??"
Hilya takut-takut melirik wajah Adnan
Disana Hilya dapat melihat wajah Adnan yang astagaaaa..kenapa ada air mata di wajah Pria itu?? apa dia menangis??
....................................
Hari ini author sedikit cerita sebenarnya author sering nulis lebih dari satu bab, tetapi karena entah perihal episode yang mulai banyak, author merasa makin kesini review nya makin lama kadang update malam baru selesai review pagi, jadi author jelaskan bahwa kadang author tidak hanya upload satu bab saja, tapi proses pengecekan yang menunda beberapa bab lanjutannya..
salam manis untuk pembaca setia.... terimakasih atas dukungannya selama ini baik, like , komen dan vote nya....
Author ucapkan banyak terimakasih, kita saling berdoa semoga pandemi akan segera berlalu, kita di beri banyak kesehatan hari ini dan seterusnya, banyak rejeki dan selalu sehat Aamiin