Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
52.Makan bersama



Hilya memegang dadanya dengan kedua tangannya, gemuruh detak jantung nya begitu kentara.


Astagfirullah sungguh aku telah zina mata, Astagaaa apa yang harus kulakukan??


Sementara Hilya yang bingung dengan semua pikiran nya. Anton pun demikian. Anton begitu malu dengan apa yang telah terjadi.


Dalam benaknya pun bertanya tanya, bagaimana sebenarnya sosok wanita yang berada dirumahnya itu, kenapa ada wanita sekebal itu menerima makianya.


Dokter menyarankan pada Anton untuk melakukan operasi mata saat Anton kembali mendapatkan ingatannya.


Sebenarnya melakukan operasi pada mata Anton sangat beresiko karena adanya cedera otak , Dokter memprediksi sebenarnya Anton tidak perlu melakukan operasi jika saja darah yang menyumbat di area otak yang berfungsi mengatur pergerakan mata itu menghilang tapi melihat keadaan Anton sekarang sudah cukup baik.


Beberapa menit Anton telah memakai pakaiannya yang di siapkan Hilya. Anton merasa nyaman dengan aroma ruanganya saat ini, setelah wanita yang datang tak diundang seperti jailangkung itu membantunya menghilangkan aroma tak sedap dari seluruh sampah bekas makanan dan sebagainya.


Anton meraba-rsba keluar dari kamar.


Hilya yang sedang menyiapkan makanan pun menoleh. senyum manis Hilya terbit menatap wajah tampan sahabatnya. Hilya sangat kehilangan sosok dokter humoris itu.


Hilya membiarkan Anton terbiasa menyesuaikan diri di dalam rumahnya , toh Hilya sudah membersihkan ruangan itu jadi tak akan ada hambatan Anton untuk melangkah.


Hilya segera membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memulai makannya.


Beberapa menit berlalu Hilya telah keluar dari kamar mandi. Hilya duduk di meja kecil disudut ruangan. sedangkan Anton duduk manis lagi di kursi roda.


"ekhhm' Hilya berdehem. " kenapa memakai kursi roda jika kamu bisa berjalan??" kali ini Hilya ingin bicara hati kehati dengan Anton. Hilya bertekat akan membantu sahabatnya ini sampai sembuh.


Anton mengarahkan pandangannya ke arah Hilya.


" aku memang tidak lumpuh tapi aku buta, saat aku mencoba untuk berjalan normal aku lebih sering jatuh dan menabrak sesuatu. sedangkan saat aku memakai kursi roda aku tidak mengalami itu." kali ini jawaban Anton begitu datar tidak ada emosi.


"CK, aku tidak perduli omongan orang"


" Bukan omongan orang Ton, tapi aku sebagai sahabatmu ikut merasa iba melihatmu memakai kursi roda, sedang saat kamu berdiri diatas dua kakimu tampak sekali kamu bak pria normal tanpa cela."


Anton menunduk, kali ini tak ada bantahan.


" Buka mulut Ton, ini ada kue serabi, kata temen ku enak, kita coba makan bersama ya..."


" Kau saja, aku tidak mau.


" Yaaaa... padahal aku lapar banget!! tapi kalau aku gak ditemani makan aku juga gak bisa makan."bohong. nyatanya Hilya sudah makan beberapa suap.


" Menapa kau sangat bawel."


" Anggap saja sebagai ucapan terimakasih mu untuk bantuanku membersihkan rumah mu ini. aku capek dan lapar, gimana kalau kau tak mau menemani ku makan dan aku pingsan karena kelaparan."


Anton menghela nafasnya " baiklah"


Yes!!


dalam hati Hilya terseyum senang. " aaaa....


Hilya mengarahkan kue serabi kearah bibir Anton.


Dengan enggan Anton akhirnya membuka mulutnya, sejujurnya Anton sebenarnya juga merasa lapar, terakhir kali Anton makan tadi pagi saat orang yang uminya tugaskan mengurusnya membawakan makanan .


Akhirnya mereka makan bersama, Anton sudah bisa bicara dengan nada wajar tak ada bentakan dan nada ketus disetiap ucapanya.