Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
117.Cerita Zizi



" Kami hanya mengandalkan Zahra untuk membeli kebutuhan hidup," ucap Zizi menangis pilu, "saya tidak akan pergi tanpa Zahra"


Hilya ikut menitihkan air matanya, dia menangis di dada bidang Anton, sedang Anton hanya mampu menahan sesak melihat kondisi keluarga Abah nya yang memprihatinkan


Zahra adalah putri Abah Anton bersama Ibu Zizi, bisa dibilang Zahra adalah sodari Anton se Ayah sedangkan Zizi adalah anak pertama dari janda yang bernama Mariani, yang dinikahi Abah Anton dengan kedok ingin membantu dan meringankan beban agar tidak menimbulkan dosa saat ber interaksi akhirnya Abah Anton meng halal kan nya dengan menikahi Mariani, sedangkan anak keduanya bernama zahfran, Zahfran adalah sosok pemuda ambisius yang rela melakukan apapun demi uang usianya memang masih remaja tapi sifatnya sudah ngalahin bandit kelas kakap


Hobi nya mencuri, mabuk, judi, menyebabkan dirinya kelilit hutang sampai menghabiskan uang Ayah tirinya yaitu Abah Anton


Hilya: Kita akan tunggu Zahra". ucap Hilya lembut


Zizi mendekat dengan perut buncitnya, wanita itu bersimpuh di kaki Hilya


Hilya terkejut. " Mba bangun mba!! jangan begini ada apa, ayo mb6a bangun"


" Terimakasih banyak, kalian begitu baik, tolong maafkan kesalahan Ibu dan Zahfran yang selalu mengusik hidup kalian!!" ucap Zizi memohon


" Mba kita bicarakan baik-baik, jangan begini, tidak layak manusia bersimpuh kepada manusia lainya Mba..hanya Allah tempat kita bersimpuh, ayo mba bangun!!"


" Mas' tolong!!" Hilya meminta sang suami untuk membantu Zizi berdiri


" Apa maksudmu Ibu mu dan Zahfran selalu mengusik ku hmm?? " tanya Anton dingin, percayalah semua murni ide dari Hilya untuk membawa mereka ketempat yang lebih layak dan memberi fasilitas dan juga usaha untuk keluarga Abah nya itu, Anton mah ogah' mengingat penderitaannya dulu juga tidak jauh menyedihkan dari pengemis


Zizi menangis. "Ibu dan Zahfran yang menjebak kamu tidur dengan Dania dulu, karena Zahfran yang saat itu mabuk dan melakukan itu bersama Dania saat keduanya sama-sama mabuk"


"Karena takut Zahfran akan diminta pertanggungjawaban, Ibu yang saat itu sedang melihatmu turut memasuki hotel dimana Zahfran beranda menyusun rencana agar bisa lepas tangan untuk Zahfran dengan mengantikan posisi Zahfran, Ibu membayar petugas hotel untuk memberikan mu minuman yang membuatmu tertidur dan menjebakmu bersama Dania"


"Tidak hanya itu Ibu juga memotret saat kalian sama sama tak mengenakan sehelai benangpun demi menjelekkan namamu di hadapan Abah dan keluarga, Ibu tau selama ini Abah mulai mencari tahu keberadaan kalian


Ibu takut Abah akan kembali bersama istri pertamanya, yaitu Ummi mu, itu sebabnya ini membuat citra umi mu cacat Dimata Abah"


"Dengan adanya foto itu Ibu berkata bahwa Umi mu tidak becus mendidik kalian hingga kamu terjerumus dengan lubang dosa, Ibu sering meminta orang untuk memotret mu saat bersama teman wanita mu untuk memberikan kesan buruk pada Abah bahwa kamu adalah pria hidung belang"


"Tidak hanya kamu, Umi mu , bahkan Dini juga selalu Ibu ku usik, pernah sewaktu Umi membayar kepala sekolah demi meminta agar sekolah tak meluluskan Dini, bahkan meminta pemberhentian penerimaan beasiswa untuk Dini dengan membawa keterangan bahwa Dini adalah anak keluarga mampu dan sebagainya, hanya saja perbuatan Ibu ku untuk Dini sering gagal, tidak sama saat Ibu ku menjebak mu selalu tepat sasaran dan tak pernah gagal"


"Sedangan Ibu mengusik Umi mu dengan merusak citra baiknya dengan memfitnah kalau Ibu adalah pelanggan bunga yang kecewa karena pemesanan bunga tidak sesuai pesanan dan sebagainya, dosa Ibu begitu banyak, tolong ampunilah Ibu ku, saya mohooon..."ucap Zizi dengan air mata yang tak pernah putus terjatuh