Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
124.Dendam 2



Hilya POV


Sudah dua hari mas Anton meninggalkan aku, sejak mas Anton pergi aku merasa kesepian, suamiku selalu membuat hari ku ramai, malam pun aku sudah tidur, pelukanya, perhatiannya membuatku rindu


Sore ini aku berencana untuk melihat keadaan Ayah mertuaku , mba Zi dan juga Zahra, sudah ber kali-kali aku mencoba menghubungi suamiku namun hanya suara operator yang menjawab


Tidak biasanya mas Anton mematikan ponselnya, Namun aku mencoba berfikiran positif


Aku melangkahkan kakiku keluar rumah, suasana sore ini masih cukup panas, karena seharian memang matahari begitu terik


Saat ku kunci pintu rumah tak kusangka ada seseorang yang membekap mulutku, bau obat menyengat, aku tau apa ini aku sepertinya di bius.. Allahu Akbar aku mencoba melawan sekuat tenaga tak kuduga, tubuhku justru di dorong dengan kuat


Satu yang ku ingat adalah aku sedang mengandung, saat aku terpelanting ku tahan tubuh ku sekuat tenaga agar perutku tidak membentur sesuatu


Aku jatuh terduduk, kurasakan hentakan itu membuat perutku sedikit tegang, belum sempat aku menghindar lagi kepalaku menoleh kesebelah kiri saat seorang wanita dengan kerasnya menampar wajahku


Allah.....siapa mereka ini?? sakit wajahku tak dapat ku ungkapkan, wanita mana yang tega menyakiti orang yang sedang mengandung


Mas Anton, Tolong....!! aku hanya berdoa dan terus menyerukan nama suamiku


Aku sadar, mereka tak segan-segan untuk membunuh ku, karena terlihat dari caranya saja sudah tidak ada kebaikan dalam perilaku nya


Dua tangan kekar menyeret tubuhku kearah mobil yang tiba-tiba datang masuk kehalaman ku


Aku menangis, sakit ini begitu sakit, ku coba untuk mempertahankan kesadaranku agar aku bisa melindungi perutku, saat tiba di dekat mobil sebuah pukulan telak dihantamkan dikepalaku, dapat kurasakan darah mengalir dari sana


Aku memohon pertolongan Allah, dan berdoa apapun yang terjadi padaku nantinya, semoga anak ku, buah cintaku dengan suamiku dapat tertolong, semoga bila ini adalah akhir hidupku mas Anton merelakan dan melepaskan aku dengan iklas


Disaat itu juga aku kembali dihantam benda tumpul diarea punggung ku


Sakit yang pada akhirnya tak mampu lagi aku menahannya hingga hanya kegelapan yang menyapa diri tanpa tau akankah aku dapat membuka mataku kembali.


_____________


Sepanjang jalan pulang perasaan Anton begitu gelisah, Anton meninggalkan mobilnya di sebuah pengiriman paket ternama dan bergegas mencari tiket pesawat


Tidak biasanya Anton begitu cemas tanpa sebab, dipesawatpun Anton gelisah luar biasa, fikiranya tertuju pada sosok istrinya.


" Sayang... semoga kalian baik-baik saja" gumam Anton.


Lalu lalang pramugari cantik yang menawarkan Snack, minum dan lainya tak di idahkan nya, Anton hanya berdzikir dan berdoa semoga dijauhkan dari mara bahaya, agar lekas sampai dan menemui istri yang begitu Ia rindukan


2jam berlalu akhirnya Anton telah sampai di depan rumah nya bersama Hilya, saat melewati gerbang Anton melihat ceceran darah di dekat jalan raya . apa barusan ada yang kecelakaan?? tanya Anton dalam hati.


Entah mengapa hatinya makin gak karuan, buru-buru Anton memasuki pagar dan menuju depan pintu saat ingin membuka pintu Anton menyerengit saat melihat pintu yang sedikit terbuka, ada sebuah tas yang tergeletak tak jauh dari kursi tamu yang Anton tau itu adalah tas Hilya Istrinya