Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
32.Tuntutan Adnan



Setelah penyatuan mereka saat di pulau Kalimantan, di pagi harinya Adnan dan Hilya pergi ke pulau Bali untuk melakukan bulan madu.


4 hari di Bali, akhirnya Adnan dan Hilya memutuskan untuk pulang ke Bandung, kebahagian tersirat jelas di kedua wajah pengantin baru itu.


Rumah tangga mereka penuh dengan kebahagiaan, Hilya yang masih menjalani rutinitas sebagai Dokter, tak membuatnya melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri.


6 bulan telah berlalu, Hilya yang rela hidup sederhana bersama Adnan, mulai terbiasa dengan lingkungan sekitarnya.


Setiap sore sepulang bekerja, sering Hilya mendapati anak-anak tetangga sekitar yang bermain di perkarangan rumah mereka.


Saat ada kesempatan Hilya selalu menyempatkan diri untuk membelikan Snack ataupun makanan ringan pada anak -anak itu.


Dalam hatinya terkadang Hilya berharap agar secepatnya dapat mengandung, mengingat perjanjian konyol yang sang kakek Adnan berikan kepada nya.


Sudah sering Hilya memeriksakan ke suburannya pada para rekanya yang memang ahli di bidang kandungan.


Hasilnya, rahim nya baik baik saja, segala sesuatu nya normal, namun tetap saja , Hilya khawatir karena sampai sekarang belum juga mengandung.


Seandainya tidak ada sebuah permintaan konyol dari kakek Adnan, Hilya tidak akan terlalu memikirkan perihal anak.


Hilya percaya, hadirnya seorang anak dari rahimnya, itu akan tercipta atas kehendak Allah, namun jika Allah belum berkehendak???


Untung saja sampai hari ini Adnan selalu mampu menghiburnya.


Hilya pun tau bagaimana sang suami selalu bekerja keras untuk mendapatkan keturunan, hampir sepanjang malam suaminya itu mendatangi nya dengan kelembutan dan berakhir saling terpuaskan.


Hingga pernikahan mereka sampai dibulan ke 10, Adnan mulai berubah, Adnan jadi sering marah tak jelas, seperti kemarin saat Hilya hendak berangkat ke Rumah sakit dan meminta izin pulang terlambat, karena akan melakukan operasi jantung.


Kesibukan Hilya menjadi Dokter, adalah penyebab utama Hilya tak segera mengandung.


Adnan mengatakan Hilya begitu memfokuskan diri pada pekerjaan nya, sibuk dan sibuk berakhir kelelahan, itulah penyebab utamanya.


Hilya tersentak mendengar ucapan Adnan, bagaimana mungkin Adnan dapat pemikiran seperti itu, sedang diluar sana banyaknya dokter yang berprofesi sama denganya tetap dapat mengandung.


Ingin rasanya hilnya membantah ucapan Adnan ini semua terjadi karena Adnan yang tidak tegas menjadi seorang suami, seandainya Adnan tak mengindahkan permintaannya sang kakek.


Kejadian seperti ini tak akan pernah terjadi.


Sejak kejadian itu, Hilya memutuskan untuk mengundurkan diri dari rumah sakit' meski berat Hilya tetap menuruti permintaan suaminya itu.


Bulan lalu Anton telah menikah, pernikahan yang tiba-tiba itu membuat Hilya dan Adnan merasa kaget.


Selama ini Anton tak pernah membahas atau terlihat dekat dengan seorang wanita, ya meski tak dipungkiri Anton suka bermain main sama cewek.


Namun baik Adnan dan Hilya tau Anton melakukan itu tanpa perasaan, pernikahan digelar di gedung dekat rumah sakit'mengetahui wanita yang dinikahi Adnan adalah asisten nya yang baru saja melewati masa Iddah. Hilya terlihat bingung.


Wanita yang dinikahi Anton adalah seorang janda yang baru bercerai dengan suaminya yang Hilya tau seorang yang masih memiliki jabatan di rumah sakit mereka bekerja.


Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi hati seorang Hilya untuk sahabat nya itu, namun saat inipun rumah tangga nya pun sedang tak baik bsik saja.


Wanita yang bernama Rena itu mulai berani berkunjung dikediamannya, Hilya yang tidak suka dengan kedatangan Rena mengusirnya secara halus, namun karena campur tangan sang kakek Adnan Rena justru tinggal di dekat rumah yang ditempatinya bersama Adnan.