Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
256.Dibalik hati 2



Diruangan yang kurang dari 5 meter itu Hilya duduk ditemani Ibu mertuanya, sebenarnya tidak duduk, karena saat ini Hilya menjadikan pangkuan Ibu mertuanya sebagai alas kepala, tangan sang Ibu tak pernah berhenti mengelus rambutnya yang tertutup hijab


Setelah menangis, mendengar cerita dari Ibu Adnan tentang izin Adnan sebelum menikahi dirinya, Hilya tertidur di pangkuan sang Ibu, Hilya tak menyangka begitu besar cintanya untuk dia dan putri nya


Yang lainya sudah beranjak pulang, Adnan dan sang bapak sedang mencari kelapa muda di pasar, cuaca yang panas, membuat mereka ingin menikmati es kelapa muda


Ibu Adnan pun tak bisa menyusut air mata bahagianya, menatap Hilya yang terlelap dipangkuan nya, Hilya sudi mengunjunginya saja sudah sangat bahagia, apalagi mendapatkan kesempatan untuk memanjakan nya seperti sekarang ini


Di pernikahan pertama Adnan dulu, mereka memang jarang bertemu, tetapi tak menutupi kebaikan hati menantunya itu, dimanapun kesempatan saat bertemu dengan nya, menantunya selalu memperlakukan dirinya dengan hormat dan sayang, tak segan-segan Hilya memberikannya sesuatu baik barang maupun uang.


Memang saat Dengan Hilya dulu Ibu Adnan jarang berbicara panjang lebar, Ibunya yang kurang fasih berbahasa Indonesia, sedang Hilya gak ngerti bahasa jawa, tapi mereka saling menyayangi


" Assalamualaikum!!" salam Adnan dan sang Bapak bersama


" Buk!!" Adnan buru-buru mendekati sang Ibu yang memangku sang istri


" Stttt!!" Ibu Adnan menempelkan jarinya di bibir


"Nak Hilya tidur Lee.. kamu bisa bawa masuk ke kamar, biar Ibu yang bikin es nya"


Adnan menganguk


Pria yang dulunya tak lepas dari baju Koko itu, kini hanya memakai setelan kaos dan celana sirwal


Tangan kokohnya meraup tubuh sang istri dan membawanya kedalam kamar yang disediakan oleh sang Ibu


Adnan memandangi wajah lelap sang istri, mata lentik, bibir sensual, pipi yang kemerahan alami begitu indah ditambah hidung yang mancung Allah maha indah dan mencintai keindahan dan Adnan begitu mengagumi ciptaan Allah dihadapannya ini


Tangan Adnan mengelus pipi istrinya, Adnan tak menyangka tindakan nya membuat istrinya terbangun


" Mas Adnan!!"


" Dek, kok bangun, mas ngeganggu ya??" ucap Adnan merasa bersalah


Memang sejak mereka melakukan hubungan suami istri malam itu, Adnan tak lagi canggung untuk menyentuh istrinya, seperti mengelus ataupun mencium kening sang istri


Hilya tersenyum


Tiba-tiba Hilya mencium tangan Adnan


Hilya tersenyum dalam hati, Adnan dan Anton memang memiliki cinta yang sama untuk nya, Sekarang pun cara mereka memanggil dirinya hampir serupa, Anton yang memanggilnya sayang, dan panggilan manjanya Yang, sedang Adnan pun juga Sayang, tapi didepannya ada embel-embel dek, bisa jadi itu pangilan manja untuknya.


" Gak boleh aku cium tangan suamiku??" tanya Hilya cemberut


Adnan mengeleng


Hilya makin memberengut


" Eh.. maksud mas gak papa!!" Adnan mengelus pipi istrinya yang mengembung


" Mas lama!!" keluh Hilya


hati Adnan sudah tak karuan mendengar kalimat istrinya, apa Hilya tidak betah di rumah orang tua nya, atau sang Ibu membuat Hilya tersinggung atau jangan-jangan..... pikiran Adnan terpatahkan saat Hilya kembali bicara


" Aku sampai tertidur di pangkuan Ibu karena kelamaan ngobrol, aku malu!!"


Adnan bernafas lega


" Mas!!"


" IYa Sayang, tadi mas cari kelapa kopyor di jalan Raya ndarmo"


Hilya menghela napasnya


" Adek Kenapa?? Sayang kurang nyaman disini??" tanya Adnan khawatir


Hilya mendudukkan dirinya, menatap Adnan yang tengah melihatnya khawatir


Adnan merangkak kian mendekat, saat Adnan duduk bersandar bersama sang istri tiba-tiba Hilya merebahkan kepalanya di bahu kokoh sang suami


" Aku nyaman dimanapun, asal berada di sisi mas Adnan!!"


Jantung Adnan seolah berhenti berdetak sepersekian detik mendengar ucapan sang istri.


apa itu berarti Hilya merasa nyaman disisinya??