
Nyatanya Anton tak bercanda dengan menginginkan sahabatnya membacakan ayat suci Al Qur'an untuk nya, dengan khusyuk Adnan membacakan surat-surat Yang mengandung kebaikan yang di baca untuk mendoakan seseorang yang sedang sakit, Adnan sampai pada surah at Taubah ayat 14
Dan di sambung dengan tak kalah merdunya oleh Anton
Surah Yunus
Yaa ayyuhan-naasu qad jaa atkum mau'idzatum mir rabbikum wa syifaa ul limaa fis-suduuri wa hudaw wa ra?matul lil-mu`miniin
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang
Adnan kembali merangkul sahabatnya
Kejadian sahut menyahut surat ini dulu adalah sesuatu yang mereka lakukan setiap ada kesempatan, kini seolah kenangan itu terulang kembali
Adnan terisak memeluk tubuh sahabatnya
" Kamu harus semangat Ton!!" bisik Adnan
Anton terseyum
" Beberapa kali aku mimpi kamu mengantarkan ku kesebuah rumah mewah yang sampai sekarang pun aku belum mengetahui keberadaan dan juga angan dimana rumah mewah itu berada, karena sepanjang hidupku aku baru melihat rumah yang begitu megah, karena mimpi itu terus mendatangi ku, aku akhirnya meminta Roberto untuk memberikan mu sebuah surat
Adnan berdecak tak suka
" Itu bukan sebuah surat, tetapi sebuah ancaman tertulis untuk ku!!"
Anton terlihat tergelak kecil
" Aku akan disini, tapi kamu janji harus sembuh ya!!" Adnan mengengam tangan sahabatnya
Ingatan Adnan dulu berputar saat mereka masih sama-sama di pondok, setiap Adnan sakit Antonlah yang merawat nya, kini waktu itu seakan membalik keadaan, tapi ini bukalah penyakit yang sesepele dulu, demam ataupun karena bentrok sesama santri pondhok, yang Anton hadapi adalah penyakit ganas yang mematikan
Jangan salahkan Adnan yang cengeng, tetapi entah mengapa matanya itu terus berair melihat kondisi Anton yang ... Ya Allah... Adnan sendiri susah menjelaskan
Hilya mengerjab , matanya seketika terbuka saat mengingat Suaminya, di tengah kondisinya yang begitu lemas Hilya langsung mencari keberadaan suaminya
ketenangan tampak Dimata nya melihat Anton masih berada di ruang yang sama dengan nya, Hilya yang tiba-tiba bangun membuat semua perhatian tertuju padanya, tak terkecuali Adnan
Dini membantu, Kaka iparnya mendekati brangkar dimana Anton berada
" Yang!!" Anton tersenyum
Hilya yang semakin dekat dengan Anton menyadari kehadiran orang asing di sebelah suami nya.
Memang kalo di lihat dari penampilan Adnan sudah tak lagi seperti Adnan yang dulu
Kini Adnan menjadi seorang CEO perusahaan ternama di negara tetangga, jangan tanyakan peci nya, baju Koko nya pun kini tergantikan dengan kemeja dan jas mahalnya, di tambah postur tubuhnya yang berubah besar karena sering olahraga dan juga kaca mata yang bertengger dan potongan rambut, semua berubah 180% dari Adnan yang dulu, itu yang membuat Hilya hampir tak mengenalinya, tetapi yang namanya mantan suami, pernah hidup bersama menghirup nafas di tempat yang sama, pernah berbagi oksigen dalam tarikan nafas, Hilya jelas tetap mampu mengetahui siapa Pria di samping Suaminya itu
Adnan membuang pandangannya ke arah Anton saat melihat Hilya mendekat
Keluarga Hilya sangat tau perjuangan Adnan melupakan Hilya, selama di luar negeri pun Adnan sering kali ingin membangun komitmen untuk berkeluarga kembali, tetapi Adnan tak pernah bisa menjalani hubungan bersama wanita lain, selalu berujung si wanita menangis, karena merasa terabaikan
Nyatanya Adnan berubah jadi pribadi yang dingin tak tersentuh, meski dirinya berasal dari Indonesia tetapi hampir seluruh staf perusahaan miliknya adalah warga asing, yang dia pekerjaan dengan beberapa pengujian termasuk untuk seorang wanita yang bekerja dengannya yaitu Yuana, yuana adalah wanita Katolik yang begitu mengejar-ngejar Adnan, tetapi tak pernah Adnan tanggapi, Adnan mempekerjakan nya karena kepiawaian Yuana dalam hal pekerjaan