
Dibelahan Dunia, seorang pria sedang menangis tersedu-sedu, membaca setiap kata dan kalimat bertuliskan tinta dan di tulis dari tangan seseorang khusus untuk nya
" Are you alright??" terlihat seorang wanita yang begitu seksi menegurnya
Pria itu hanya menanggapinya dengan senyum tipis tetapi tak berkata sepatah katapun
"Pa- Pa!!" terlihat bayi gembul sedang berjalan kearahnya
"I must go home" ( aku harus pulang) ucap pria itu sembari meraih bayinya
"That happened??" wanita itu bertanya tapi tak mendapat jawaban
Pria itu justru sibuk mengemas segala keperluan nya
"There is??" ( ada apa??")
"where is my passport??"
Lagi-lagi bukan jawaban yang wanita itu dapatkan tapi justru sebuah pertanyaan tentang dimana pasport pria itu berada
Wanita itu tampak menghembuskan nafasnya kesal
" Yuana please i have to go soon!!"
wanita yang di panggil namanya itu terperanjat.
Dengan langkah lebar wanita itu segera mengambil paspor, visa dan yang lainya untuk keperluan Pria itu dan juga putranya.
Setelah berkemas dan menyiapkan segala keperluannya, 3 jam setelahnya pria itu sudah bersiap pulang ke tanah kelahirannya, satu negara yang memiliki sejuta kenangan untuknya, negara yang ingin di tinggalkan nya tapi kini mau tidak mau pria itu akan kembali menapakkan kakinya ke negara itu, karena pesawatnya saat ini memanglah bertujuan kesana
Sebuah negara yang bernamakan Indonesia, pria yang terlihat berwibawa dan juga keren itu kini terlihat sesekali menghapus jejak air matanya yang tertutup kacamata mahalnya
Meski dirinya pernah berjanji tak kan lagi menginjakkan kakinya ke Indonesia lagi, tetapi sepertinya sebuah surat yang telah Ia terima itu mengubah segala tekatnya
Hampir 20 jam bergelut dengan yang namanya perjalanan, akhirnya Pria itu menginjakkan kaki nya di sebuah rumah sakit tempat Anton dirawat
Pria itu berjalan menyusuri lorong dan menemukan sebuah kamar yang di tuju
Dengan segenap ke khawatiran nya Pria itu mengucapkan salam
Semua orang yang berada di dalam kamar Anton sangat terkejut dengan kedatangan Pria yang selama ini tak lagi terdengar kabarnya
" Bro!!" Anton berseru dengan air mata mengenang di pelupuk matanya
Pria itu mendekat dan tangisnya pun tak terbendung merengkuh Anton yang sedang terbaring lemah di rumah sakit
Anton tersenyum dengan air mata yang mengalir
Sedangkan Hilya masih terlelap setelah mendapat perawatan medis karena Hilya kembali drop dan jatuh pingsan
" Loe datang !!" lirih Anton
Pria itu hanya menangis sambil melepaskan kacamata nya, dan membawa lengan yang bertutupkan kemeja itu untuk menghapus air matanya
" Gue gak usah duduk ya.. punggung gue gak mampu !!" jujur Anton
Pria itu segera membaringkan sahabatnya
" Nan!!"
" IYa?? ... kenapa kamu masih saja cerewet saat sedang sakit begini??" keluh pria itu yang tak lain adalah "Adnan Afnan"
Anton terseyum kecil
" CK Loe banyak berubah, iri gue Loe makin gagah dan sukses sekarang!! goda Anton
Sedangkan Adnan hanya tersenyum, menatap nanar sahabatnya
" Mana Istri Loe??" tanya Anton dengan senyum mengejek
Adnan hanya memutar matanya malas
" Ngapain kabur jauh-jauh kalau nyatanya tetap gak bisa move on!! ejek Anton
Adnan hanya menatap datar sahabatnya
" Aku memintamu kesini aku ingin mendengar kau membacakan ayat suci Al-Quran untuk ku Nan!!" seperti dulu... aku rindu suaramu saat tilawah Al-Qur'an
Adnan Malingkan wajahnya, Adnan ingin menangis lagi melihat kondisi sahabatnya terlebih permintaan yang cukup nyeleneh itu, bahkan Anton jauh lebih merdu tilawah Al-Qur'an nya , Anton yang seorang hafidz sedang dirinya bukan.