
Perdebatan Zahfran dan Adnan berakhir saat suara Hilya membuat mereka menoleh
" Ada apa?? " tanya Hilya dengan mengendong kedua baby di kedua tangannya
Adnan meraih baby Akbar tapi putranya justru tidak mau, akhirnya Adnan mencoba meraih baby Khansa dan betapa senangnya Adnan saat baby itu terlihat tak menolak saat Adnan memindahkan tubuh mungilnya ke dekapan nya
" Mas'??" Hilya menegur
Adnan malah sibuk dengan baby Khansa, yang membuat Hilya menunggu jawaban
Zahfran memberi Hilary kode dengan matanya, menunjuk kearah Yuana
Seketika mulut Hilya mengaga terperangah saat melihat Yuana tersenyum manis kearahnya dengan pakaian nya yang tak layak di pandang kalayak Ramai
" Mas!!" Hilya segera menegur Adnan
Adnan yang sedang asik dengan baby Khansa, menoleh ke arah Hilya
Meski Adnan tak mengatakan apapun tapi Hilya tau Adnan menunggu dirinya berbicara
" Tidak pantas jika kami sebagai Tuan rumah menegur sekretaris mu mas, jadi tolong mas Adnan menegur Yuana dengan cara halus, pakaian yang Yuana kenakan sangat terbuka mas, bukankah seorang wanita harus menjaga aurat nya?? mas disini tidak hanya ada wanita tapi banyak Pria, ada Abah, Papa, Zahfran dan juga mas sendiri bagaimana jika seandainya mereka..."
Ucapan Hilya menggantung saat Adnan Tiba-tiba
memotong ucapan nya
" Aku tidak akan lagi menegurnya Hil, aku akan memecat nya setelah aku memulangkan nya hari ini, aku sudah salah membiarkannya menjadi sekretaris pribadi ku, dulu aku mengira dengan berjalanya waktu Yuana akan menyerah mengejar ku, nyatanya Yuana malah makin berani, hari ini aku akan mengantarkan Yuana pulang ke Inggris, aku juga sudah menyiapkan semuanya, kami berangkat habis magrib nanti." jawab Adnan dengan wajah bersalah nya
" Kamu akan kembali ke Inggris nak??" tiba-tiba umi Anton memegang pundak Adnan
Adnan memutar tubuhnya, guna menatap Umi sahabatnya yang sudah seperti Umi nya sendiri
" Iya Umi, kalau Adnan gak ngantar langsung, sudah pasti Yuana tidak akan mau kembali tanpa Adnan!!"
" Tidak Umi, ini tadi sebenarnya Adnan ingin mandikan Akbar, Adnan mau nitipin Akbar ke Ibu, jadi rencananya Adnan akan pergi kesurabaya, jadi nanti Adnan terbang langsung dari Sidoarjo saja Umi. jelas Adnan
Mendengar jawaban Adnan, mereka tidak menanyakan apakah Adnan akan lama disana atau tidak, karena dengan tidak ikutnya Akbar berarti Adnan tidak akan lama di Inggris, tapi mereka dikejutkan dengan pertanyaan Hilya yang tiba-tiba
" Jadi mas memilih meninggalkan Akbar dan memilih Yuana mengandung anak mas nantinya??"
Pertanyaan Hilya sukses membuat Adnan melongo
Bahkan kini semua menatap ke arah Adnan untuk meminta penjelasannya
" Mas Adnan mau menikah, tapi justru meninggalkan Akbar?? bukankah seharusnya mas mencari ibu sambung untuk Akbar?? kenapa kok malah ninggalin Akbar?? Dini menghujani Adnan pertanyaan
" Jadi wanita ini sekretaris atau calon istri mu sich Ustadz??" tanya Zahfran
Zahfran menatap bule di belakangnya dengan tatapan susah di artikan
" Pilihan yang luar biasa!!" ucap Zahfran dengan memajukan jempolnya ke arah Adnan
Adnan memilih mengengam tangan mungil Khansa dan mengecup pipi kecil Putri Anton, hingga saat Adnan ingin membuka suara, tiba-tiba Yuana sudah menubruk Adnan dengan pelukan mesranya.
"Papa asked me to go home"
I told papa I will come home with you
Papa agrees I married you!!
Zahfran terbelalak mendengar perkataan Yuana
" Ckckck luar biasa!!" Zahfran memandang Adnan dengan tatapan tak terbacanya