Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
246.Kekhawatiran



Sayang sekali aktifitas mereka harus terhenti mana kala dering ponsel Adnan berbunyi


Hilya yang sudah menemukan jawaban tentang pertanyaannya pun segera merebahkan tubuhnya di sisi Adnan, sedang Adnan segera meraih ponselnya


" Papa" ucap Adnan menatap sekilas wajah istrinya, sebelum mengangkat panggilan dari sang Papa mertua


Beberapa menit berlalu Adnan terlihat meraih jaketnya


" Sayang mas Kekantor ada masalah di kantor pusat!!" Adnan meraih tengkuk sang istri dan menciumnya di atas pelipisnya


" Mas!!" Hilya bergegas bangun


" Adek dirumah saja mas segera kembali!!" ucap Adnan dan bergegas pergi


Hilya terpaku, ada rasa takk rela melepas kepergian Adnan


Hilya meraih ponselnya di nakas, menghubungi sang Papa, menanyakan perihal kepergian Adnan yang tiba-tiba


Beberapa saat kemudian Hilya segera berlari menuruni tangga, menyambar kunci mobil dan bergegas melajukan mobilnya


Sepanjangan perjalanan Hilya khawatir


Belum pernah Hilya merasa se khawatir ini dulu pada Adnan, berbeda dengan pernikahan Hilya bersama Anton yang selalu di penuhi ujian, pernikahan Hilya bersama Adnan dulu tidak semenegangkan itu, tapi untuk pertama kalinya kini Hilya menghawatirkan Adnan suaminya


45 menit berlalu, mobil Hilya sudah terparkir di tengah keramaian yang terjadi kobaran Api tengah melahap habis kantor sang Papa, Hilya melihat mobil suaminya yang terparkir di deretan depan


Matanya awas melihat sekeliling mencari Direktur yang memimpin perusahaan yang tengah di lahap di jago merah itu


" Pak apa ada korban jiwa??" tanya Hilya pada salah satu warga yang turut membantu memadamkan api, tim pemadam pun tengah berupaya menghentikan kobaran api yang begitu besar


"Belum tau Bu, tetapi sepertinya tadi ada seseorang yang nekat menerobos api untuk mengambil dokumen penting dan sekarang dilarikan ke Rumah sakit"


DEG'


" Pak bagaimana ciri-ciri nya??" apa itu kejadiannya sudah cukup lama??" tanya Hilya dengan binar khawatir


" Baru beberapa waktu lalu Bu, seorang pria itu turun dari mobil dan langsung berlari begitu saja, saat keluar pria itu tertimpa reruntuhan bangunan yang terbakar sekarang dilarikan ke Rumah sakit Husada


" Mana mobil Pria itu pak??" apa yang itu??" tunjuk Hilya pada mobil Adnan yang terparkir


Bapak itu mengikuti arah tunjuk jemari Hilya


" Sepertinya Iya, apa Ibu mengenalnya??" tanya Bapak itu menatap Hilya


" Beliau suami saya Pak, beliau Direktur di kantor ini!!"


" Oh berarti benar Bu.. tunggu saya ambilkan berkas yang sempat di selamatkan Bapak yang dilarikan kerumah sakit tadi!!" bapak itu terlihat berlari ke arah mobil polisi, Hilya melihat seorang dari polisi itu ikut menuju kearahnya


" Apa benar anda istri dari Direktur kantor ini??" tanya polisi


Hilya mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu nama nya


Polisi itu mengangguk


" Anda Putri pemilik kantor ini, untuk itu berkas-berkas ini kami serahkan kepada Anda, saat ini kejadian ini masih dalam penanganan, anda bisa melihat keadaan orang yang telah menyelamatkan berkas-berkas penting itu


" Beliau suami saya Pak!!" potong Hilya cepat'


" Oh baiklah, selamat sore Bu!!" polisi itu berlalu meninggalkan Hilya yang segera berlalu memasuki mobilnya


Hilya menekan klakson mobilnya beberapa kali berharap kerumunan orang mau memberi nya jalan, beberapa orang ada yang membantu mengarahkan mobil Hilya agar terbebas dari kerumunan orang


Hilya mendesah saat mobilnya terbebas dan mulai melaju di jalan raya, baru saja Hilya begitu bahagia berdampingan dengan Adnan mengapa harus ada ujian lagi!!"