Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
86.Keputusan



Adnan sampai dirumahnya ...


Istri dan mertuanya sedang belanja online di ruang tamu.


"Ma, REN, ada yang ingin aku sampaikan, untuk sementara waktu Mama akan Saya antar pulang dulu, biar Rena dan saya membenahi hidup kami yang mulai kacau ini Ma!!".


"Ada apa Nan?? kenapa kamu suruh bude mu pulang'? bude disini demi bantuin kamu jagain Rena."


" Iya ,mas Adnan apa-apaan sich? pokoknya aku mau Mama tetap disini!!".


"Maaf Ma, REN jika kamu tidak mau mematuhi perintah dari ku kamu bisa pulang bersama bude."


" Mas !!'Mama aku sekarang juga sudah jadi Mama kamu...kamu apaan sih, datang-datang kok langsung bersikap aneh gini??".


'Aku tanya sama kalian,, ada masalah apa kalian mengganggu rumah tangga Anton dan Hilya ha??"


Rena dan mamanya terkejut dengan ucapan Adnan.


" Apa maksud mu nan?? kami tidak melakukan apa-apa ya kan REN??"


Rena melirik mamanya sebelum akhirnya turut mengangguk. " IYa mas!!".


Adnan terseyum miring. " Lantas semalam kalian izin keluar kemana..??".


Rena gugup mendengar pertanyaan Adnan.


"Kami, kami ...


"Kita ke mini market belanja buah, Rena ingin makan buah jeruk, iya Rena ingin makan buah jeruk, ya kan REN??".


Potong mama Rena cepat.


" Oh ya?? bukanya buah jeruk dikulkas masih banyak, bahkan sebagian kulitnya sudah keriput karena kelamaan??".


"IYa makanya itu mas aku beli yang baru, tadi malam kepingin banget makan buah jeruk yang segar."


Adnan mengangguk, membuat Rena dan Mamanya merasa lega.


" Dapat Nan, makanya pulangnya kami agak telat karena agak lama nyarinya."


Adnan mengangguk lagi. " Sekarang mana jeruk segarnya aku mau lihat??".


Nayla dan Rena salah tingkah, bingung ingin mengatakan apa, sedang membeli buah jeruk adalah alasan saja.


Adnan terseyum kecut.


" MA..tolong Mama pulanglah.. Mama terlalu ikut campur urusan rumah tangga saya, maaf kalo saya seperti tidak sopan, tapi kehadiran Mama disini tidak menguntungkan bagi saya tapi justru merugikan."


Mama mengajak putri Mama yang sedang mengandung melakukan tindak kejahatan, bahkan kalian hampir saja melakukan dosa besar dengan membuat seseorang bercerai.


"Aku lakukan itu demi anak ku nan!! aku tidak mau kamu kembali dengan wanita murahan dan tidak punya harga diri itu..."


Adnan terkekeh geli mendengar ucapan mertua sekaligus budenya itu..


"Harusnya itu cocok bude ucapkan untuk diri bude sendiri ataupun untuk Rena, kalian yang memaksa aku menikah dengan Rena, dengan status ku yang telah menikah, jika difikir secara logika mana yang lebih murah dan tak punya harga diri, Hilya atau kalian yang menawarkan diri bahkan memaksa??"


Nayla terlihat murka.


" Aku akan memberi perhitungan denga mantan istri mu itu, apapun akan kulakukan untuk membuatnya menderita."


" Bisa bude bereskan pakaian bude sekarang?? saya sudah belikan tiket untuk bude ."


"Aku ngak mau Mama pulang mas!! aku mau Mama tetap disini, kalo Mama pulang aku juga akan ikut mama!!" ancam Rena .


Adnan menghela nafasnya dalam. " aku bisa apa kalo itu maumu?? kebetulan aku membeli dua tiket, pulanglah bersama bude, silahkan bereskan pakaian mu juga."


" Apa maksud mu Nan?? kamu tidak bisa berbuat seperti itu, ingat Rena sedang mengandung anak mu!!. kalau kamu biarkan kami pergi, aku pastikan saat nanti cucuku lahir aku tidak akan pernah izinkan kamu melihat nya!!" ancam Nayla dengan wajah merah padam.


"Terserah bude! saya akan kirimkan surat cerai setelah Rena melahirkan."


Jawaban Adnan membuat dua wanita itu terkejut luar biasa, Rena yang awalnya menatap nyalang suaminya kini wanita itu mengalihkan pandanganya menjadi satu dan layu.