Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
22.Rencana bulan madu



Rahasia hidup tenang adalah dengan selalu menyertakan Allah dalam kehidupan kita dan menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama."


Selesai dengan ritwal sholat subuh, Adnan dan Hilary membaca Alquran bersama, Adnan menyimak hafalan sang istri dengan teliti, Adnan sangat terharu, wanita cantik yang telah sah menjadi istri nya itu memiliki kemampuan menghafal yang luar biasa, hingga sampai pukul 7:00 pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang.


.


.


Adnan membuka pintu kamar sedangkan Hilary masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa orang masuk kedalam kamar Adnan dan Hilary, membawakan sarapan untuk sepasang suami istri itu..


Sedangkan seorang wanita memberikan Adnan sebuah amplop berwarna putih kepada Adnan, yang katanya dari sang ayah mertua,yang tak lain adalah papa Hilary.


Ceklek'..


Hilary keluar dari kamar mandi dengan senyum merekah menatap Adnan.


"Siapa yang datang kak??"


Adnan tersenyum simpul dan matanya melirik kearah makanan yang baru datang.


"Petugas hotel, mereka mengantarkan sarapan untuk kita ."


Hilary hanya mengangguk dan berjalan mendekati meja yang sudah terhidang berbagai macam makanan.


"Oh ya dan Papa memberikan ini!!" Hilary menyerengit, dan bertanya pada Adnan.


"Apa itu kak,??"


"Saya belum membukanya Hil !!"


Adnan menyerengit menatap amplop yang sedang dibukanya.


"Ini tiket bulan madu," ungkap Adnan sambil mengalihkan pandangannya pada 2 tiket dihadapannya.


Hilary tersenyum manis.


"Apa kak Adnan ada waktu luang..?? saya ada waktu luang 1 Minggu kak!! tapiiii !!


Adnan menatap wajah istrinya, senyum Hilary sungguh menggetarkan hatinya.


"Kenapa tapinya panjang amat..??memangnya Hilya mau bulan madu berdua dengan saya..??


Hilary tertawa kecil mendengar ucapan Adnan, seolah menganggap ucapan Adnan ini lucu sekali.


"Tapinya panjang karena saya masih mikir kalimat apa yang pantas saya katakan kepada kak Adnan, dan bagaimana mungkin saya tidak mau bulan madu berdua sama kak Adnan, kan sekarang kita sudah halal lhoo....trus kalo bulan madunya gak cuma sama kak Adnan mau bawa siapa..???" Hilary kembali terkekeh kecil.


Adnan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa bodoh dengan pertanyaan nya sendiri.


"Kak saya suka dipanggil seperti tadi, seru Hilary mengalihkan perhatian Adnan.


" Seperti apa?? mau dipanggil Hilya..??"


Hilary mengangguk dan tersenyum jahil.


"Lebih senang lagi kalo kak Adnan panggil "sayang "Jawab Hilary dengan menaik turunkan alisnya.


Adnan mengerjab, terkejut dengan permintaan Hilary, bukan tidak mau tapi lebih tepatnya Adnan malu.


Adnan berdehem "untuk sekarang gimana kalo Hilya dulu..!!, dan saya juga lebih suka kamu panggil dengan sebutan mas"


Hilary mengangguk sambil berkata "Ok mas Adnan sayang".


Sedangkan Adnan menunduk malu mendengar panggilan yang istrinya sematkan untuknya.


"Jadi gimana mas?? kita berangkat atau tidak bulan madunya..??saya sudah tidak sabar lhoo...bisa mengandung anak mas Adnan, pasti ganteng kayak Bapaknya..."


Adnan tersendak air minumnya mendengar ucapan Hilary.. sungguh Adnan merasa Hilary sudah kembali gila kayak dulu...


Adnan menghela nafasnya,"Baiklah kita berangkat berbulan madu". putus Adnan,karena sesungguhnya Adnan pun sudah tidak sabar untuk segera menyempurnakan rumahtangganya, Dan jikalau di berikan kepercayaan memiliki seorang keturunan itu sangatlah membuatnya berbahagia.


"Ahhhh.. jerit Hilary dan berlari menghambur memeluk suaminya, Adnan yang tidak siap mendapat tubrukan tubuh Hilary ketubuhnya memekik tertahan. kaget pastinya belum selesai dengan rasa kagetnya, Hilary membuat Adnan membelalakkan matanya.


Hilary mengecup seluruh wajah Adnan dengan gemas, dan duduk kembali menyantap sarapannya.