
Dini: aku senang karena Jerry datang ingin mengembalikan laptop ku!, dua hari yang lalu aku memintanya untuk menjadi editor untuk novel ku. aku antusias menyambut nya karena kedatangannya menunjukkan bahwa dia telah selesai membenarkan karyaku.
lagian sekarang aku udah gak butuh pacar mas!! ada tiga cowo tampan yang selalu mengisi hari-hari ku saat ini." ucap Dini menatap Adnan dengan senyum mengembang.
Berbeda dengan Adnan yang mendengar ucapan Dini seperti mendengar berita duka, wajahnya berubah menjadi murung.
Hilya: pasti tiga orang itu mas Anton, baby Akbar dan juga mas Adnan yaaa??" Hilya datang saat melihat wajah mantan suaminya berubah murung, Hilya telah diberitahu oleh Anton tentang perasaan Adnan pada Dini.
Awalnya Hilya terkejut, tapi akhirnya Hilya membenarkan ucapan suaminya mengingat alasan mengapa Adnan selalu datang kerumahnya, kalau masalah baby Akbar sepertinya itu alasan yang dirasa kurang pas
Mengingat banyak pula keluarga Adnan yang mampu membantu merawatnya, dan lagi jarak rumah mereka tidak terlalu dekat jadi kalo hanya alasan main itu juga tidak sesering ini.
Tapi jika itu menyangkut hati, jelaaaasss percaya, bahkan yang Pulang Pergi luar kota saja bakal terasa tak berjarak, yang jauh berasa dekat, jarak ratusan meter berada cuma sejengkal. itulah hebatnya power of love.
Dini terseyum melihat kakak iparnya. Tanganya terulur untuk mengambil alih baby Akbar.
" Ckckck adek Kaka udah makin gembul nih,!!mamam apa sich naaak??.. cucu yaa?? cucu apa?? cucu sapi yaaaa?? moooooooooh!! itu ada nyamuk tu!!...ciu ciu ciu...bobok yuk!! gak mau ya??..oh!! ...mau??. ok, ok."
Sederet kata-kata Dini yang penuh pertanyaan dan jawaban sendiri itu membuat mereka semua tertawa.
Dini juga tidak kalah piawai dalam mengurus baby, meski tak seluwes Anton tapi Dini juga sudah mampu menimang, mengganti popok dan lain-lain, hanya mandi in Dini yang belum berani.
Anton: itu nyamuk atau ambulance ciu ciu ciu?? "kekeh Anton.
Dini: kan memang begitu atu suara nyamuk teh!!."
Anton: mana ada nyamuk begitu!! yang ada tu nyingggg...ngiiinghh!!" gitu.
Dini: itu mah mic yang lagi mendengung atu A!!"
"Udah-udah kalian ini kok malah bentrok urusan suara nyamuk, kalian yang ribut nyamuknya yang ketawa!!" ucap Hilya melerai.
Hilya: masss!!".
Anton: seriusan aku nanya Yang!!" .
Hilya: tau ah gelap!!".
Anton: sini mas terangin!!".
Hilya: maaaasss!!".
Anton: naon??.
Hilya menutup wajahnya malu, membuat semua tertawa, tak terkecuali Adnan , melihat Hilya bahagia diapun turut bahagia..kini hatinya telah memilih tempatnya berlabuh, Adnan akan berjuang untuk mendapatkan gadis pujaan hatinya.
Adnan mengalihkan pandangannya pada gadis yang berada di sampingnya yang sedang duduk memangku sang putra dengan tangan memegang satu buah dot untuk baby Akbar.
Sedangkan Anton yang duduk mengoda istrinya dengan hidangan jagung bakar madu dan sosis didepan nya yang masih mengepul.
Adnan mematikan pangganganya, setelah merasa semua telah matang sempurna, tanganya meraih jagung manis rasa keju yang akan diberikan kepada gadis kecilnya yang kini telah mencuri hatinya.
Adnan: ihhh....!!! anak Abi kalau disini gak pernah diletak ya nak??. digendong muluu..uluh uluh , sini dek!! ini mas letak kan jagungnya makanlah selagi hangat!!" tangan Adnan meraih baby Akbar dari pangkuan Dini.
Dini terseyum "terimakasih mas!!.
Adnan tidak menjawab, tapi membenarkan gendongan sang putra ketangan sebelah kirinya, dan setelah nya tangan kananya digunakan untuk mengelus lembut puncak kepala Dini.
Dini terkejut dengan perilaku Adnan, namun hatinya juga bahagia dengan perilaku Andan pada nya.