
Satu Minggu berlalu dengan cepat, Mariani dan Delvin kini telah mendekam di deruji besi.
Tepat hari ini Hilya diperbolehkan pulang, namun putri kecil mereka masih harus dirawat di rumah sakit, keluarga Adnan turut membantu menjaga putri Hilya.
Tepat hari ini juga, Baby Akbar sudah mulai membaik, sedang Kakek Adnan masih setia memejamkan matanya , sesekali pria tua itu mengigau menyebut nama mantan cucu menantunya yaitu Hilya.
Sebelum Hilya pulang Adnan menyempatkan diri untuk menjenguk mantan istrinya itu.
" Assalamualaikum..!!"
Anton dan Hilya menjawab salam Adnan, dan mempersilahkan Adnan untuk masuk.
" Kemana semua?? kok cuma berdua saja Ton!!" tanya Adnan yang melihat ruangan Hilya yang tampak sepi tidak seperti biasanya
"Mama dan Papa ke kantor, mau bagaimana lagi , kini tugasku terpatri pada dua wanita istimewa ku Nan!"
Adnan tersenyum haru,"Ahh suami dan Ayah idaman kamu Ton!!"
Anton hanya tersenyum menanggapi pujian Adnan.
"Sudah makan mas?? ini Lo tadi Elsa bawakan serabi dari pasar tradisional enak banget, nih coba!!" Hilya menyodorkan makanan tradisional itu pada Adnan.
" Makan Nan, nih juga masih ada segelas coklat hangat !!" tambah Anton menyodorkan segelas susu untuk Adnan.
"CK, kalian ini kompak banget, saya kesini mau membesuk, bukan mau numpang sarapan". decak Adnan , namun tak urung tetap memakan kue yang Hilya berikan , sudah berhari-hari pola makan Adnan berantakan, segala urusan rumah sakit membuatnya melalaikan kepentingan nya sendiri.
Tidak ada orang yang memahami perasaannya, semua keluarganya berkeluh kesah padanya, sedang dirinya sendiri tiada tempat berbagi, jangan kan untuk menanyakan perihal sudah belumnya dirinya makan, berhari-hari dirinya tak pulang pun tidak ada yang tau, bahkan menanyakan sudahkah dirinya beristirahat.
Keluarga Anton dan Adnan sama kacaunya, namun Anton masih jauh lebih beruntung, masih banyak yang memperhatikan dirinya, ada Umi, Mama dan Papa Hilya, Dini dan lainnya, sedang Adnan??
Pintu ruang Hilya diketuk, wanita berpakaian Dokter itu masuk kedalam ruang rawat Hilya.
Elsa dengan pakaian kebesarannya mendekati Anton.
Baik Anton maupun Adnan terkejut mendengar satu nama yang disebut Elsa.
"Ada apa??" bukan Anton yang bertanya, Melainkan Adnan.
Elsa menarik nafasnya dalam " Sudah 6 bulan terakhir, Wanita yang bernama Keysa itu selalu mencari Anton di setiap rumah Sakit, dirinya ingin dirawat oleh Anton, sudah beberapa kali aku memberi tahu bahwa Anton tidak lagi menjabat sebagai Dokter, namun wanita itu bersi kekeh mencari keberadaan Anton".
Anton terdiam di tempatnya, "Keysa" satu nama yang mengingatkan akan wanita yang menjadi cinta pertamanya dan menjalin hubungan yang begitu lama dengan nya, mereka putus secara baik-baik, Keysa yang memilih pergi karena bosan dengan hubungan percintaan nya bersama Anton yang selalu datar, Anton tidak seperti pria pada umumnya yang bisa menghujaninya kemesraan, Anton memperlakukan Keysa layaknya seorang teman bukan seorang kekasih, tanpa wanita itu tau Anton amat sangat mencintainya.
"Kenapa dia mencari ku dan ingin kurawat?? apa dia sakit??", tanya Anton datar.
"Wanita bernama Keysa itu pasien Dokter Imelda Ton!!" jawab Elsa
Anton memejamkan matanya rapat, fakta Keysa adalah pasien Dokter spesialis kangker membuat Anton terdiam.
"Ada apa ??" Hilya bertanya kepada tiga orang yang sedang membahas satu nama yang asing di telinga nya.
"Teman lama aku Yang!!" Anton mengengam erat jemari Hilya.
"Temuilah saja mas, kalo ingin tau keadaan nya."
"Tapi Yang!!"
" Tidak apa-apa!! dia udah lama cariin kamu mas!!" mungkin ada yang ingin disampaikan.
"Tapi tadi katanya kamu mau lihat baby Akbar dulu Yang??"
" Aku bisa pergi sama Papa nya mas!! toh papa Akbar juga masih disini, iya gak mas??" tanya Hilya pada Adnan yang dibalas senyum canggung oleh Adnan.
"Pergilah mas' mungkin sebantar lagi Zahfran juga bakalan datang sama mba Zizi banyak yang jagain aku ". Hilya melepas genggaman tangan Suaminya, Hilya tau Anton seperti dilema, tanpa bertanya pun Hilya tau, sepertinya wanita yang bernama Keysa itu memiliki nilai khusus di hati Suaminya