
Setelah membuat wajah Hilya bersemu merah, kini Adnan kembali membuat Hilya seolah melayang ke awan indah
Adnan dengan telaten menyuapi istrinya seperti anak kecil
" Enak gak??" tanya Adnan menatap lekat wajah istrinya
Hilya mengangguk mengacungkan dua jempolnya
Setelah nasi bersama potongan telur pesmol itu turun dari tenggorokannya, Hilya lekas bersuara
" Ini pake jeruk nipis kan mas??"
Adnan menganguk
" Istri nya mas tau??" tanya Adnan takjub
" CK' dirumah, aku gak pernah sedia cuka makan!!"
Adnan menganguk
" Biasanya dulu kalo pas masak di camp aku rebus telurnya utuh baru digoreng, gak di ceplok begini, tapi ternyata enak juga ya mas??" puji Hilya pada masakan Adnan
Adnan tersenyum
" Lain kali mau mas masakan apa??" tanya Adnan sembari menyuapi lagi Hilya
Hilya mengeleng, pipinya mengembung karena penuh suapan Adnan
Adnan menghela nafas melihat bibir istrinya yang mencang, mencong cantik itu , Adnan lebih tertarik dengan keranuman bibir istinya ketimbang masakannya
Hilya menatap ponsel Adnan yang menyala
" Siapa??" tanya Hilya saat Adnan kembali meletakkan ponselnya
" Putri kita!!" dua kata yang membuat Hilya terenyuh
lihatlah betapa tulus Adnan pada Khansa, apa lagi yang kau ragukan Hilya??, usiamu tak lagi muda untuk terlalu mengutamakan cinta, harusnya kamu bersyukur ada seseorang yang mau berkomitmen hidup berumahtangga Dengan mu, Adnan pilihan putrimu apa lagi yang kau cari??
" Kenapa??" suara Hilya tercekat
" Katanya mereka baru bisa pulang lusa!!, ponsel adek mati kah?? Khansa bertanya kenapa ponsel Bunda tidak aktif!!"
" Kenapa diundur pulangnya??, mungkin Ia ponsel aku mati mas, aku juga gak tau!!" Hilya mendesah
" Jangan khawatir sayang!! Khansa begitu bahagia disana". hibur Adnan
" Bukan gitu mas, aku kesepian!!" desah Hilya
" Apa kehadiran mas tak mampu meramaikan hati Adek hmm??"
Hilya tercekat
astagfirullah Hilya lupa dengan kehadiran Adnan yang membuatnya berwarna, bagaimana perasaan Adnan saat mendengar dirinya mengeluh kesepian??
" Bu bukan begitu mas!!" Jawab Hilya tak enak hati
" Jadi bagaimana??" tanya Adnan menuntut
" Mas kapan kita kesurabaya??" tanya Hilya mengalihkan obrolan
" Adek mau kesurabaya??" tanya Adnan tak percaya
baik lah demi kesejahteraan hati bersama akan lebih baik seperti ini
" Ingin ketemu Bapak dan Ibu mas!!"
Adnan menatap tak percaya
" Andaikan itu terjadi mereka akan sangat bahagia Sayang!!" ucap Adnan dengan binar harapan
" Kalau begitu bagaimana kalo kita kesana hari ini??" tanya Hilya spontan. mumpung gak ngantor dan juga Khansa tidak ada mas!!" tambahnya
Adnan menganga dengan sendok yang berisi nasi dan potongan telur pesmol melayang
" Adek serius??" tanya Adnan sembari meletakkan sesuap nasi itu kepiring lagi
" Mas adakah yang salah, saat seorang anak ingin menengok orang tua nya??, kenapa mas Adnan begitu kaget??"
" Dek' tapi keluarga mas dulu....
" Yang lalu biar berlalu mas!!" potong Hilya, Hilya menarik tangan suaminya mengengam lembut
"Bukankah kita sudah membuka lembaran baru?? mengapa harus mengingat masa lalu??"
Adnan menatap tanganya yang digenggam oleh Hilya
" Mas hanya tidak menyangka, adek mau mengunjungi keluarga mas!!" akhirnya Adnan menunduk
Adnan jelas terkejut dengan keinginan Hilya menemui keluarganya, Adnan tau bagaimana dulu keluarganya menghancurkan rumah tangganya, meskipun Bapak dan Ibu Adnan tak terlibat secara langsung, tetapi tetap saja Adnan tak menyangka istrinya masih mau menemui keluarganya
" Bapak dan Ibu juga orang tua ku mas!!" ucap Hilya dengan senyum manis yang mampu membuat perasaan Adnan tenang dan nyaman