Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
100.Bertamu



"Sholeh kok mau bercerai!!.Perceraian memang tidak dilarang dalam agama Islam, namun Allah membenci sebuah perceraian. ...berarti mantan kak Hilya itu Sholeh nya KW.. cecar Dini. seperti Dini ikut ngerasain ajah.


coba Dini kenal sudah Dini pitak kepalanya."


" Kamu kenal, kenal banget malah!!"


" Aku kenal A ??" siapa??"


Belum sempat Anton menjawab pertanyaan Dini.


Suara bel rumah berbunyi.


Dini bergegas membuka pintu...wajah gadis itu terkejut melihat tamu yang datang.


" Assalamualaikum....!!".


Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh..


Adnan terseyum lembut..


"Maaf apa benar ini masih menjadi rumah Bu Hilya dan pak Anton??"


Dini tertawa mendengar pertanyaan dari Adnan..apa Adnan tidak mengenalinya?? batin Dini.


"IYa mas benar apa mau saya panggilkan??" Tanya Dini


"Ahh, terimakasih mba...saya ada perlu .." ucap Adnan


"Mba??" beo Dini. "mas Adnan tidak mengenali saya??" Tanya Dini


Kepala Adnan mendongak menatap wajah gadis asing yang begitu cantik. sebelum kepalanya mengeleng.


" Serius mas??" tanya Dini


Adnan bingung dimana dia pernah melihat gadis ini, rasanya wajah itu begitu asing, tapi senyum itu menguatkan Adnan pada seseorang yaitu Hilya.


" Kamu mungkin family mba Hilya ya??"


"Befttt bwaaaa haaa...haaaa...tawa Dini mengema membuat Anton dan Hilya terkesiap dan ikut melihat tamu yang datang.


"Din!!" tegur Anton...


Dini menoleh.. " ah A ini ada mas Adnan cari Aa sama kak Hilya.." jawab Dini sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga.


Hilya dan Anton terseyum lembut pada Adnan, tapi pandangan Adnan justru fokus melihat Dini yang telah berlalu ke dalam rumah.


Hilya dan Anton saling pandang sebelum mereka menyadarkan Adnan.


Adnan tersentak kaget..


"ahh.. i iyaaaa.."


Hilya dan Anton terseyum, mengajak Adnan duduk kedalam ruang tamu.


Tanpa diduga Dini keluar membawakan makanan dan minuman untuk mereka semua..


Dini duduk disamping Anton, menyandarkan kepalanya di bahu Kakanya, yang sedang duduk di kursi roda.


Adnan menatap Hilya dan Dini bergantian, tidak mirip sebenarnya..tapi kenapa senyum dan tawa itu tampak serupa. batin Adnan.


"Maksud aku datang kesini ingin mengembalikan barang-barang milik Hilya. sekalian ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas kebesaran hati kalian yang membebaskan Ibu mertua dan juga ipar ku!!"


"Sama-sama Bro...dan terimakasih sudah mengantar barang milik istriku." ucap Anton tulus


Adnan terseyum lembut dan mengangguk kecil


" Minggu depan putraku sudah diperbolehkan pulang, kalau kalian tidak keberatan, nanti datang di acara aqiqah putra ku."


" Mas Adnan sudah punya anak??"Tanya Dini terkejut


Adnan menoleh kearah Dini. " maaf apa kita pernah kenal sebelumnya??"


" Dia Dini Nan !!" Anton menunjuk Dini yang sedang bersandar di bahunya


" Dini!" beo .. Adnan.


"MasyaAllah Dini adek kita Ton??"


" Iyaaa....!! anak kecil yang dulu Loe sering bawain permen kapas kalo main kerumah!!"


" Kecil apa nya aku udah SMP lhoo... waktu itu. dini menyahut tidak terima."


Adnan melirik wajah dini sekali lagi.


DEG


Hati Adnan bergetar, anak kecil yang dulu sering bermain bersamanya kini telah menjelma menjadi wanita , kecantikannya bergerlip bak sebuah berlian.


Namun segera Adnan membuang pandangannya...ada segelenyer rasa aneh menyusup di dadanya. Adnan bukan tidak tau gejala virus apa yang membuat gelenyer aneh di dadanya.


Namun Adnan harus segera membasmi virus itu sebelum berkembang, karena Adnan cukup tau diri dengan status dan usianya.