
Sebulan berlalu sejak Adnan ingin segera meng halalkan pujaan hatinya.
Hari ini Adnan dan kedua orangtuanya menuju alamat tempat tinggal Hilary.
Rumah menjulang dengan empat pilar berwarna putih, menyebut ketiga pasang mata.
Adnan menghubungi Hilary,memberi tau kalau dirinya sudah sampai.
.
.
.
Adnan , disambut dengan para pelayan mempersilahkan mereka masuk.
Hilary , mencium tangan Bapak dan Ibu Adnan.
Penampilan Hilary sederhana namun sangat cantik ,membuat Adnan mati Matian menjaga matanya agar tidak terus memandangi ke arahnya.
Silahkan duduk Pak, Buk, mas, Saya panggilkan Mama dan Papa dulu!!" ucap Hilary sopan , sembari berlalu.
Setelah beberapa saat, Hilary muncul dengan kedua orangtuanya, tampilan orang tua Hilary sangat menunjukkan bahwa mereka orang berkelas.
Mereka duduk berhadapan hadapan.
"Ma, Pa , ini mas Adnan dan kedua orangtuanya."
"Mas, Buk, Pak, ini Mama dan Papa saya."
Adnan dan orangtuanya tersenyum canggung,
"Oooooh jadi ini laki-laki yang sudah membuat anak nakal saya berubah menjadi putri salju..?? "
ucap Papa Hilary sambil menatap wajah Adnan.
Adnan menunduk malu, dalam hatinya bertanya apakah Hilary sudah menceritakan perihal dirinya kepada Papa, Mama nya?? Adnan hanya tersenyum canggung.
"Saya akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Putri om, mungkin dibandingkan Om saya tidak ada apa apanya, harta, kemapanan, saya jauh dibawah om."
"Saya akan mengunakan kelebihan saya yang om sebut untuk mengikat Putri Om dengan, pemalu , saya akan ajarkan istri saya kelak bersosialisasi dengan benar, dengan pendiam, saya akan mengajarkan istri saya makna diam yang benar, contoh ketika saya menasehati, dia harus diam saat dia sedang marah menyuarakan kekesalannya, sebaliknya saya yang akan diam.
Dengan sabar saya akan mengajarkan istri saya arti kesabaran, seperti rasa syukur, sabar atas ujian Allah, sabar menghadapi segala urusan dunia dan sabar dalam berbagai hal" Jawab Adnan mantap.
Tujuan kami kesini ingin melamar putri Bapak dan Ibu.
"Saya serahkan keputusan kepada putri saya, jadi apa jawaban mu Ais..??"
Hilary memberengutmendengar sang papi selalu memanggil nama barunya hanya dengan sepotong.
"Jawab sayang..!! Mama dan Papa menyerahkan semua pilihan kepada mu."
"Di terima ya nak Hilary, Ibu sudah tidak sabar mau punya mantuuuu.!! " seru Ibu Adnan girang, membuat semua terkekeh menatap Ibu Adnan yang begitu antusias.
"Bismillahirrahmanirrahim, Hilary, eh maksud saya Hilya Aisha, maukah kamu menjadi istri saya..?? menjadi umi dari anak anak saya..??" Hilya Aisha saya tidak memahami makna cinta, saya hanya mengerti makna pasangan yang baik, pasangan yang baik tidak mencari pasangan yang sempurna, Namun pasangan yang baik adalah pasangan yang menerima pasanganya dengan sempurna. jadi ...?
Let all my happiness be yours, all your sadness be mine. Let the whole world be yours, only you be mine. I want to be with you forever."
Adnan mendongak menatap wajah Hilary.
Hilary menitihkan air mata haru seraya mengangguk.
"I want to accept you as you are.."
Kedua orang tua Hilary berdiri memeluk tubuh anaknya.
Sedangkan orang tua Adnan menatap mereka bingung.
"Ono opo to leee..?? dan tadi itu kamu ngomong apa..??apa lamaran kita ditolak..??"
Yuk tinggalkan jejak cinta kalian untuk author jangan lupa like, komentar dan vote ya.... happy reading ❤️❤️❤️