Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
221.Mencoba



Adnan terseyum lembut, tubuhnya sedikit membungkuk guna menatap netra Hilya


" Ayo semua sudah menunggu!!"


Adnan mengulurkan tangannya meraih tangan Hilya, Hilya yang kaget langsung menarik tangan nya


" Mas'!!"


" Kenapa??" tanya Adnan bingung saat Hilya tiba-tiba menarik tangan nya


" Maaf aku bisa berdiri sendiri!!"


" Salahkah jika seorang suami membantu istri nya berdiri??"


" Suami??" tanya Hilya


" IYa, kamu sudah sah menjadi istri ku beberapa menit yang lalu!!"


Hilya tampak linglung


" Akad nikah nya tadi tanpa mix karena tiba-tiba mix nya gak bisa, mungkin karena itu kamu tidak dengar. jelas Adnan seolah tau kebingungan sang Istrinya


" Mas aku....


" Kita harus segera tanda tangan berkas dan buku nikahnya Sayang!!"


Hilya terkejut, bukan, bukan karena pangilan sayang yang di tujukan Adnan untuk nya, tetapi perkataan Adnan tentang buku nikah, bukan nya mereka hanya nikah siri??


" Mas, apa nikah siri pake buku nikah??"


" Maaf tadi aku lama baru datang, karena aku mempersiapkan agar kita bisa nikah sah Dimata hukum dan agama !!"


" Bisa??" tanya Hilya seolah tak percaya


Adnan terseyum lembut "Alhamdulillah bisa istri ku, semuanya berjalan dengan lancar!!"


Hilya meringis, mendengar Adnan yang baru saja menyebutnya dengan kata "istriku"


________________________


Suara pintu terbuka, membuat Hilya menoleh


Adnan terseyum lembut, Adnan baru saja keluar dari kamar mandi


Adnan memakai baju kaos putih polos dan juga celana santai, tangannya asik mengeringkan rambutnya


" Mas akan tidur bersama Khansa!! adek tidur yang nyenyak ya'... Assalamualaikum.


Adnan meninggalkan kamar tanpa menunggu jawaban sang istri


Hilya terhenyak, apakah barusan Adnan memanggil nya Dek??" kenapa banyak sekali sikap Adnan yang begitu asing untuk nya, Hilya sama sekali tidak mendapati sikap Adnan yang dulu, kini seolah hanya wajah Adnan yang Hilya kenali, untuk sikap dan perilaku Adnan Hilya benar-benar merasa asing


___________________


Malam berlalu dengan cepat pagi ini Hilya seperti biasa melakukan rutinitas nya untuk memasak, jika byasanya hanya untuknya dan sang putri kini Hilya memasak untuk Adnan juga, biar bagaimanapun Adnan Sekarang suaminya


" Dek' mas berangkat dulu!! suara Adnan membuat Hilya menoleh


" Sarapan dulu mas!!"


" Tidak perlu dek' nanti biar mas makan di kantor Papa!!"


" Oh !!" ucap Hilya cuek


" Ayah, Bunda!!" panggil si kecil Khansa, yang berlari kearah meja makan ... " waaaw Bunda masak nasi goreng seafood!! seru Khansa


" Ayah ini menu favorit Khansa, Ayah cobain DECH pasti nanti Ayah juga suka!!" tambah Khansa dengan menarik tangan Adnan


" Sayang Ayah harus segera ke kantor, Ayah sudah di tunggu kakek!!" ucap Adnan memberi Khansa pengertian, sebenarnya Adnan ingin sekali makan bersama mereka, terutama Hilya, tapi Adnan cukup tau diri kalau sang istri belum bisa menerima dirinya, Adnan akan terus bersabar untuk menunggu Hilya siap menerima dirinya sebagai seorang suami


" Yah, kok Ayah gitu??" Khansa tampak memberengut


Hilya yang menyaksikan putrinya begitu menginginkan sarapan bersama Adnan akhirnya kembali bersuara


" Makanlah dulu biar sedikit mas!! ini masih cukup pagi, meskipun mas telat menemui Papa , aku yakin Papa gak bakal kecewa mas!!" tutur Hilya datar


Hati Adnan bahagia, setidaknya Hilya masih mau membujuk nya, meskipun alasan Hilya membujuk dirinya karena Khansa, tapi tetap saja Adnan senang