
Adnan makan dengan lahapnya, meski sambil bercanda dengan Khansa tapi Adnan sesekali mencuri pandang ke arah Hilya yang makan dengan tenang
aAa senyum syukur yang tampak di bibir Adnan, bagaimana pun Adnan sudah sangat bahagia kembali mendapatkan cinta pertama nya lagi
Hilya sendiri bukannya tidak tau Adnan kerap kali meliriknya, hanya Hilya bingung harus bereaksi seperti apa, hatinya masih sepenuhnya milik Anton, meski pun tak dipungkiri Hilya sudah mulai membuka hatinya tapi untuk menerima sepenuhnya jelas butuh proses
" Khansa Ayah berangkat dulu ya Nak!!" ucap Adnan setelah meneguk segelas air putih, tangannya terulur mengelus kepala putri sambungnya dengan sayang
" Mas' itu susu madunya diminum dulu, aku buatin buat mas Adnan!!" Hilya menunjuk gelas yang berada di tengah meja
Mata Adnan muncul binar haru
ya Allah Aku tau istriku memang sebaik-baiknya wanita Sholihah, dari dulu sifat tenang, dewasa dan dermawan nya tetap tidak berubah
"Mas!!" tegur Hilya yang melihat Adnan hanya menatap gelas yang Hilya tunjuk
" Ah iya, mas minum ya!!" ucap Adnan gugup. Adnan meneguk semangat susu buatan Hilya hingga tandas, membuat senyum segaris timbul di bibir Hilya
" Mas berangkat ke kantor Papa dulu ya Dek!!" ucap Adnan tersenyum, ingin sekali Adnan mencium kening istrinya seperti dulu , tapi Adnan masih cukup waras , Adnan tidak akan membuat Hilya makin tidak nyaman dengan dirinya, Adnan akan senantiasa menanti Hilya bisa membuka hatinya dan menerima dirinya sebagai seorang suami.
Hilya tersenyum " hati-hati mas!!" ucap Hilya
Khansa menarik tangan Ayah nya dan mencium takzim
" Khansa mau di belikan apa nanti saat Ayah pulang hmm??" tanya Adnan pada putrinya
" Gak usah Yah!! nanti kalo Ayah off kerja kita main ke Dufan bertiga ya Yah!! Khansa pingin kayak temen Khansa yang suka ke Dufan sama Mama dan Papa nya!!"
Adnan menatap Hilya sekilas, melihat reaksi Hilya yang hanya diam Adnan kembali berujar
" InsyaAllah.. sayang, nanti kalo Ayah dan Bunda sama-sama libur kerja kita ke Dufan!!"
"Horreee!! bener ya Yah!!"
" IYa sayang!!"
Adnan terperangah tak percaya saat si pemanggil adalah Hilya istrinya, hati Adnan bagai di penuhi jutaan kupu-kupu, apa gerangan yang membuat sang istri mau menghubungi nya
("Assalamualaikum") salam Adnan dengan bibir tertarik keatas
:(".......................")
Binar bahagia tak bisa di tutupi , nyatanya wajah Adnan menampakkan binar kebahagiaan yang nyata
" Dek' boleh kah nanti mas yang jemput??" tanya Adnan hati-hati
:(".........................")
senyum Adnan merekah, sebelum panggilan itu terputus dari pihak Hilya
Hilya POV
Aku cukup terkejut saat mendengar putriku meminta aku dan mas Adnan berlibur ke Dufan bertiga, tapi aku faham Khansa memang haus perhatian dari sosok Ayahnya
Sungguh sebenarnya aku bahagia melihat putriku yang selalu tersenyum dan lebih banyak berbicara dari sebelumnya, tapi aku juga bingung untuk bersikap seperti apa pada mas Adnan
Melihat gelagatnya mas Adnan seperti menginginkan ku, tapi dari sikapnya Dia seperti menghindari ku, terbukti saat tadi malam dan saat sarapan tadi, mas Adnan seperti ingin segera pergi menghindari ku
Setelah kepergian mas Adnan, aku mendapat telpon dari Dini, katanya Dini sudah diperjalanan untuk menjemputku, entah ada apa tapi katanya semua sedang perkumpul dirumahnya
Aku Yang menyadari status ku langsung menghubungi mas Adnan, meski mas Adnan pernah berkata bahwa dia tak akan pernah mengekang ataupun melarang kegiatan ku, tapi wajib bagi seorang wanita bersuami meminta izin suaminya saat ingin keluar dari rumah
Terdengar salam dari mas Adnan, entah kenapa mendengar suaranya dari ponsel membuat hatiku berdesir halus
Aku menjawab salam nya dan menyampaikan tujuan ku untuk izin ke rumah Dini bersama Khansa dan mengatakan kami sudah akan di jemput oleh adik mendiang suamiku
Aku terkejut saat mas Adnan tiba-tiba mengatakan keinginannya untuk menjemput kami, meski sedikit ragu tapi aku setuju kalau mas Adnan menjemput kami nanti nya, dan sekalian mas Adnan bisa ikut berkumpul di sana