Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
232 Tatapan



Mereka pulang dengan hati yang sama-sama lega


Adnan duduk didepan seorang diri,


Hilya duduk dibelakang bersama Khansa, Khansa yang lelah menangis tertidur di pangkuan sang Bunda


" Terimakasih mas, mas mau tetap tinggal bersama kami!!" Hilya berkata dengan suara lembut.


Adnan menatap wajah sang istri dari sepion tengah


"Akan mas lakukan apapun yang dapat membuat kalian bahagia dek', ingat mas pernah berjanji akan mengutamakan kalian dari pada kepentingan mas lainya."


Hilya menunduk, tanganya mengelus lembut pipi putri nya


" Maaf aku sudah banyak menuntut terhadap mas Adnan!!"


" Tidak apa-apa, mas akan lakukan apapun yang membuat Hilya nyaman, mas Sayang akan Hilya dan adek juga tau betapa mas masih sangat mencintai mu, apakah Hilya masih belum percaya akan mas??" tanya Adnan dengan tangan yang masih fokus mengemudi


Hilya tak menjawab, sebenarnya Hilya pun masih ragu akan perasaan nya terhadap Adnan, apakah Hilya sudah mulai menyayangi Adnan kembali?? ataukah Hilya takut Adnan pergi karena khawatir dengan Khansa yang sudah begitu bergantung pada Adnan


Adnan yang melihat Hilya hanya Diam, tersenyum simpul


Hampir 45 menit perjalanan akhirnya mereka kembali sampai di halaman rumah


Adnan segera turun dari kursi kemudi, membukakan pintu untuk Hilya dan mengendong putrinya yang sedang tertidur lelap


" Biar mas gendong saja, jangan dibangun kan dek' kasian Khansa!!" cegah Adnan setelah melihat Hilya akan membangun kan Khansa


" Tapi Khansa sudah berat mas!!"


" Tidak papa, mas kuat kok!!"


Adnan segera membawa tubuh putrinya dalam gendongannya.


Hilya lagi-lagi terharu melihat kasih sayang Adnan untuk Khansa putrinya


Hilya menatap penuh makna punggung suaminya yang hilang di telan daun pintu


*B*etapa berdosanya aku tak menberikan apa yang seharusnya aku berikan terhadap suamiku ya Allah!! ... aku tau mas Adnan sangat mencintai ku, tolong luluhkan hati hamba untuk suami hamba ya Allah "


Hilya yang larut dalam lamunan, tak menyadari saat Adnan kembali keluar untuk mengambil kopernya di bagasi mobil, Adnan yang melihat Hilya bengong segera mendekati nya


" Dek'??"


Hilya yang mendengar suara Adnan mengerjab


" Kok melamun??" tanya Adnan lagi


Hilya Tak menjawab, tanganya merangkul lengan Adnan, bibir Hilya melengkung keatas


Adnan menatap bingung Hilya yang tiba-tiba mengandeng tangannya, tapi untuk bertanya tentu saja Adnan tak mau, biarlah Hilya melakukan apapun yang dia mau, mengandeng tangan nya kah??, memeluk tubuhnya kah, bahkan memukul nya pun Adnan akan pasrah tanpa bertanya .


Adnan tidak sempat protes saat Hilya tiba-tiba memeluknya


" Mulai malam ini, kita tidur bersama mas, aku istrimu, mas berak atas diriku!!"


Kata-kata Hilya sukses membuat Adnan termenung, Adnan sulit mencerna ucapan sang istri, Adnan merasa pikiran nya nge blank.


Hilya yang tau kebingungan sang suami, kembali mengucapkan kata yang sama


" Mas, mulai malam ini, kita Akan tidur bersama, pernikahan kita bukan mainan, kita sama-sama dewasa, salah jika kita selalu pisah kamar, mas berhak atas aku, begitupun sebaliknya, aku berhak atas mas Adnan." ucap Hilya sungguh-sungguh


" Dek, apa kamu serius??" tanya Adnan dengan binar ragu


Hilya yang masih memeluk Adnan mengangguk


Adnan terhenyak dengan anggukan istri nya


apa benar ini sebuah awal mula pondasi rumah tangga nya akan terbangun?? apa benar setelah ini mereka akan menjalankan rumah tangga yang sesungguhnya?? apa ini akan berjalan layaknya rumah tangga seperti sebelumnya?? Hilya untuk Adnan dan Adnan untuk Hilya??


Lama Adnan termenung terkejut saat tiba-tiba Hilya mencium pipi kirinya


Tangan Adnan terangkat meraba bekas kecupan sang istri


" Dek kamu??" tanya Adnan tak tuntas saat Hilya langsung berlari kedalam kamar


Adnan yang mendapatkan kejahilan sang istri segera mengejar istrinya


Hilya berlari ke arah ranjang Adnan mencoba meraihnya, namun Hilya segera berlari ke arah sudut, dan Adnanpun mengikutinya namun lagi-lagi Adnan tak bisa meraih tubuh sang istri


Mereka kejar-kejaran seperti anak kecil, tanpa mereka sadari keduanya terlihat lebih akrab mereka sama-sama tertawa bahagia, lupa tentang hubungan yang begitu jauh sebelum nya


Hingga saat Hilya berlari ke arah kamar mandi kakinya ter gelincir Hilya yang merasa akan terjatuh Segera memejamkan matanya, pasrah jika tubuhnya akan menghantam lantai, tapi beberapa saat Hilya tak merasakan tubuhnya sakit, saat Hilya membuka matanya, netranya bertemu dengan netra coklat milik Adnan, saat ini jarak keduanya begitu dekat, nyatanya Hilya tak sampai terjatuh karena Adnan segera menangkap tubuh nya.


Mata mereka saling terkunci, Hilya dan Adnan sama-sama terpaku dengan netra lawannya


Dan yang terjadi adalah


####


author minta dukungan pembaca


like


komen


vote


semakin banyak komen dan vote dari pembaca semakin author semangat berkarya


salam manis dari author.......