
Warung khas Jogja ini adalah pilihan yang dipilih oleh Adnan
Hilya pun terlihat berbinar saat mobil Adnan berhenti di rumah makan khas Jogja ini
" Sesuai??" tanya Adnan menatap wajah cantik istri nya.
" Tidak buruk!!" komentar Hilya
Adnan tidak puas mendapat jawaban istrinya
" Kalo mas boleh tau sebenarnya istrinya mas mau makan apa, dan dimana??" tuntut Adnan lembut dengan tangan kembali menarik sabuk pengaman dan urung untuk turun
Hilya menoleh
" Warung Bandung, sebuah restoran yang pemilik-nya bernama Adnan Afnan" jawab Hilya enteng
Bibir manis Adnan terbuka lebar, mengundang segerombolan lalat untuk memasuki nya
" Mas sudah menjualnya!!" jawab Adnan setelah beberapa saat kemudian
" CK, sebenarnya resto itu pernah ada atau tidak aku juga tidak pernah tau!!" Hilya mencibir kesal
" Pernah ada sayang, bahkan mas dulu adalah koki sebelum mas mampu mempekerjakan orang untuk memasak menu andalan di resto mas!!" jelas Adnan
" Joki??" tanya Hilya tak percaya, satu tahun , bukan waktu yang sebentar hidup bersama Adnan, tidak pernah sekalipun Adnan membawanya ke resto miliknya ataupun merasakan menu resto andalan Adnan, Hilya baru menyadari sekarang bahwa sejak awal pernikahan pertama mereka memang kurang sehat, nyatanya banyak yang Hilya tak ketahui tentang Adnan
" Istri mas tidak percaya, bahwa suaminya seorang koki??"
Hilya mengeleng polos
Adnan terkekeh kecil, dan kembali menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengendarai nya perlahan
Hilya bingung dengan sikap Adnan, tapi Engan juga bertanya
Mobil Adnan berhenti di depan pasar tradisional, membuat Hilya kembali Merasa Bingung
" Sekarang apa lagi??" tanya Hilya
" Tunggu sebentar, mas akan membeli sesuatu!!" titah Adnan, sebelum dirinya turun dari mobil dan hilang di kerumunan orang
Hilya mendesah di dalam mobil
Sepertinya dirinya harus lebih lama merasakan lapar hari ini.
15 menit berlalu terlihat Adnan berlari kecil mendekati mobil, membuka jok belakang dan memasukkan barang belanjaan yang Hilya tak tahu apa itu
" Beli apa??"
" Yntuk apa??"
" Masakan makan siang untuk bidadari mas!!" jawab Adnan sembari memakai sabuk pengaman dan disertai senyum manis menatap Hilya
" Mas mau masak??" tanya Hilya
" Iya kita rubah meja makan dirumah menjadi restoran ala chef Adnan!!"
Hilya tergelak
"You are serious??"
" Sejuta rius!!" jawab Adnan dengan senyum menawan
Hilya berdecak yang membuat Adnan ikut tergelak
" Aku bakal lebih lama menahan lapar!!"
" Penantian Tuan putri tak akan sia-sia jika sudah merasakan masakan chef suami"
" Ih ....!! percaya diri sekali anda??" ejek Hilya
Adnan terkekeh lagi
" Sebentar lagi Anda akan memuji chef tampan ini setelah anda merasakan masakan buatan nya!!"
" Ya, ya ya.... Aku berharap semoga kepercayaan diri Anda tidak hanya bualan Tuan chef!!" ejek Hilya yang menutup perdebatan mereka karena mereka telah sampai
Mobil Adnan terparkir rapi di halaman rumah, seperti sebelumnya Adnan berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Hilya, sebelum dirinya mengambil belanjaan nya di bagasi belakang mobil
" Perlu bantuan??" tanya Hilya
" Tidak perlu!!" Adnan meraih beberapa kantong plastik itu di genggaman tangan nya.
Hilya mengangguk pasrah
Adnan menarik pergelangan tangan Hilya
Bibir Adnan mendarat di kening istrinya
" Istri mas masuk kamar dulu. . 1 jam, beri waktu 1jam untuk mas menyelesaikan makanan spesial untuk hidangan makan siang kita!!"
" CK, hidangan makan sore yang ada , bukan makan siang!!" cibir Hilya pura- pura kesal, sebenarnya hati Hilya begitu hangat dan berkesan, Hilya tak sabar merasakan hidangan yang dimasak oleh tangan suaminya, Hilya merasa pernikahan kali keduanya ini dengan Adnan jauh lebih hidup dibandingkan pernikahan pertama mereka , kaki Hilya memasuki kamar sesuai titah suaminya, sepanjang langkahnya Hilya menahan senyum yang hendak muncul di bibir indahnya, Hilya bahagia dan senang hari ini