
" Mas' maaf aku lancang!! ada Umi dan Mama di sana"
Bisik Hilya pada Adnan saat Adnan terlihat berwajah aneh, padahal yang sebenarnya Adnan hanya menahan suara agar tak teriak kesakitan karena lidahnya digigit sendiri, Sayang Hilya salah faham, dan Adnan sendiri yang mengetahui alasan sang istri yang tiba-tiba mengandeng tangan nya karena Mama dan Umi sedikit kecewa, tapi tak apa Adnan memakluminya
Adnan terseyum, Adnan berhenti sebelum sampai, membuat Hilya turut berhenti
" Dek!! aku senang saat kamu mau kembali berinteraksi dengan ku!!, kamu tidak perlu minta maaf, kamu tau pasti aku masih sangat mencintaimu' aku tidak ingin terlalu mendekati mu karena alasan kenyamanan mu dek', kalo untuk diriku sendiri jujur berdekatan dengan mu adalah angan ku, tapi seperti janjiku sampai kapanpun aku akan menunggu mu siap menerimaku sebagai suami mu!!" ucap Adnan dengan mengelus lembut pipi Hilya
Hilya yang diperlakukan romantis oleh Adnan tampak kikuk, terlebih saat ini mereka berada ditengah keramaian
" Cieeeeee!! ingat tempat mas!!" seru Zahfran tiba-tiba
Adnan yang mendengar suara Zahfran dan panggilan Zahfran untuknya terlihat senang
" Apa kabar Fran??" tanya Adnan ramah pada pemuda yang dulu pernah bermusuhan dengan nya
" Alhamdulillah sehat Mas!! ini karena kabar bahagia makanya kami mengadakan syukuran!!" ucap Zahfran tak kalah ramah dengan senyum tersungging di bibir indahnya
" Alhamdulillah..!! seru Adnan . " kalo boleh tau kabar bahagia apa??" tanya Adnan kepo
Zahfran mengerakkan tanganya memperagakan di atas perutnya memberi gerakan membulat
" Alhamdulillaaaaaah!!" seru Hilya. " beneran Fran??" tanya Hilya begitu antusias
Zahfran mengangguk semangat
" IYa kak.. Alhamdulillah 10th akhirnya kesabaran kami membuahkan hasil, dan Kaka tau tidak hanya satu tapi Allah langsung memberi kami dua!!" antusias Zahfran
" Udah masuk Minggu ke 14 kak makanya Dokter sudah bisa mendeteksi kalo janinnya ada dua.
" Selamat Fran!! aku ikut senang!!" Adnan menepuk bahu Zahfran
Zahfran tiba-tiba memeluk Adnan membuat Adnan terhuyung
" Maaf dulu sering membuat mas Adnan kesal mas, sekarang melihat mas Adnan aku melihat sosok Aa Anton, AA Anton memilih mas Adnan bukan tanpa alasan setiap orang layak mendapatkan kesempatan kedua, setelah banyaknya yang aku lewati dengan kehidupan rumah tangga, Aku sadar setiap rumah tangga memiliki ujianya sendiri, Aku bersyukur setelah Allah mempercayakan Aku yang penuh dosa ini mendapat kesempatan akan menjadi seorang Ayah mas, mohon doanya semoga segalanya lancar hingga aku dapat menjadi Ayah yang sesungguhnya
Adnan tersenyum melerai pelukanya
" Fran aku malu jadi pusat perhatian, aku tidak mau pernikahanku yang baru seumur jagung kembali kandas saat istri ku cemburu melihat suaminya di peluk seseorang. bisik Adnan yang membuat keduanya tergelak
" Terimakasih mas'!!"
" Sama-sama !!" jawab Adnan tulus
Hilya menyadari satu hal, apa yang dikatakan oleh Zahfran ada benarnya, melihat sosok Adnan yang sekarang seperti melihat sosok Anton, kedewasaan, pembawaan karakter bahkan cara bersikap mereka kini tidak beda jauh, apa Anton yang membuat Adnan berubah?? atau Adnan berubah karena dirinya sendiri?? itu sebenarnya tidaklah penting, yang terpenting kini Adnan jauh lebih dewasa
" Mas'!!" Hilya kembali menarik lengan Adnan
Adnan yang di tarik lenganya Segera berpamitan pada Zahfran, yang di acungi jempol oleh Zahfran tanda persetujuan
Adnan langsung melihat kearah Mama dan Umi nya yang tadi berdiri di ujung pintu, tapi mereka tidak ada, Adnan kembali menatap sang istri yang menarik tangan nya
"bukankah Mama dan Umi sudah tidak ada?? tapi kenapa Hilya masih mau menggandeng tangan ku??"