
Perasaan bahagia yang timbul karena cinta memang abstrak dan sulit untuk dijelaskan, tapi bukan berarti tak bisa dirasakan. Ada yang bilang rasa bahagia itu seperti kupu-kupu yang beterbangan dalam perutmu. Ada juga yang mengungkapkan perasaannya itu seperti ingin meledak saking bahagianya apalagi saat bersamamu orang tercinta., ,
Hilary dan Adnan pasangan yang sangat serasi dipandang mata, sosok wanita cantik dan sosok pria yang tampan rupawan.
Rencana bulan madu mereka harus ditunda karena mendapat telpon dari sang ibu bahwa kakek Adnan dilarikan ke Rumah sakit.
Adnan membawa sang istri terbang ke Balikpapan untuk melihat keadaan sang kakek yang telah lama meninggalkan pulau Jawa itu.
Di pembaringan sempit khas rumah sakit ,sang kakek tergeletak tak berdaya,telah lama sang kakek menderita paru paru akut,namun tidak satupun anak cucunya yang mengetahui.
Semua keluarga Adnan berkumpul di rumah sakit, sudah 24jam sang kakek tidak sadarkan diri.
Banyak keluarga yang meminta Adnan pulang dulu ke hotel, untuk beristirahat sejenak, karena mereka semua tahu bahwa Adnan pengantin baru , yang baru saja melakukan perjalanan jauh.
Nayla , bude Adnan, kakak dari Ibu Adnan, dari mulai Hilary dan Adnan datang, wanita paruh baya itu menatap tidak suka pada Hilary, Entah hanya perasaan Hilary atau memang seperti itu kenyataannya, Hilary mencoba cuek saja tak perduli, toh Hilary juga tidak mengenalnya.
Nayla: " Lee sakdurunge kaik mu keseper ndek Wingngi ...kaik mu ngoleki koe,arep dijodohke Rena Karo awakmu..malah oleh kabar lek awakmu rabi, kaik mu langsung ngeletak ketu ngeneiki." ucapan bude Adnan dengan melirik sinis Hilary.
(Lee adalah panggilan anak laki laki khas Jawa, budhe Adnan berkata: Lee sebelum Kakek mu taksadarkan diri kemarin, Kakek mencarimu, mau menjodohkan Rena dengan kamu, malah dapat kabar kalau dirimu menikah, kakek mu langsung tergeletak tak berdaya begini).
Adnan: "pon ngoten budhe..Kulo kaleh Rena niku tasih famili, Kulo mboten purun.(jangan gitu budhe...saya dan Rena masih sodara..saya tidak mau)" jawab Adnan sopan.
Nayla: "Halah koe ini Lee, golek ayu momblok mombok ngeneki mung ayu mergo wedak'e larang,barang sepupumu pancen ayu kersane Gusti Allah.(Halah kamu ini nan..cari cantik kinyis-kinyis begini karena mekup nya mahal, sedangkan sepupumu memang cantik dari sananya pemberian maha kuasa)."
Paman Adnan menengahi, "Sudah-sudah ini rumah sakit, mba yuu.!!..arep piye maneh Adnan wis dadi bojone wong, wis nan Ndang gowo bojomu Nang hotel sek Lee, sakno bojomu kesel.(mau bagaimana lagi Adnan sudah jadi suami orang..sudah nan bawa istrimu ke hotel dulu,kasian istrimu capek)." Adnan hanya mengangguk dan mengandeng tangan istrinya pergi dari rumah sakit'.
Sepanjangan jalan menuju hotel, Adnan tampak murung, sesekali Adnan meraup wajahnya dengan kedua tangannya, Hilary sendiri tidak mengerti tentang pembicaraan Adnan dan keluarganya.
Namun melihat raut wajah suaminya yang tamak kacau Hilary menyimpulkan bahwa ada yang menggangu fikiran Adnan.
Hilary: "mas..!! apa ada masalah..??" Hilary menelusupkan tanganya kelengan Adnan dan menyandarkan kepalanya.
Adnan mengelus puncak kepala sang istri dan memberikan kecupan kecupan kecil dipuncak kepala sang istri.
Adnan: "Tidak ada apa apa Hilya..semua baik baik saja..sini.. "Adnan mengandeng tangan sang istri memasuki hotel.
Baik Adnan dan Hilary tenggelam dengan pikiran masing-masing.
Hilary berbaring setelah selesai membersihkan diri, sedangkan Adnan masih duduk termenung di sofa kamar hotel.
Hilary: " Maaass..sini.." Hilary menepuk ranjang sebelahnya , meminta sang suami mendekat padanya.
Adnan menuruti keinginan sang istri berbaring dengan kepala besandar di kepala ranjang, Hilary merebahkan kepalanya di paha Adnan.
hening,tidak ada yang buka suara hingga Adnan bertanya pada sang istri.
Adnan: "Hilya..!!"
Tangan Adnan mengelus puncak kepala sang istri,yang tidak tertutup hijab, Hilary menikmati belaian sang suami sambil memejamkan matanya..
Hilary: " hmmm..."
Adnan: Seandainya suatu hari saya menikah lagi apakah kamu mengizinkan..??."