
Assalamualaikum.. author mohon dukungan vote, like, dan komen dari para pembaca yaa...vote kalian, sangat berarti bagi author..
salam manis buat para pembaca..
***
Melihat bekas air mata di wajah Mama dan Umi nya Anton terlihat begitu gusar, Anton Segera masuk kedalam ruang rawat istrinya dengan perasaan campur aduk tanpa menyapa Mama dan Umi nya
Sedangkan Mama Hilya dan Umi Anton saling pandang sebelum mereka sama-sama mengelengkan kepalanya.
Anton menutup kembali pintu ruang rawat Hilya, sebelum kaki jenjangnya melangkah mendekati brangkar dimana sang istri bersandar dengan kepala yang tertutup perban.
Tenggorokan Anton tercekat, ingin sekali Anton memangil seperti byasa untuk sang istri, Yang, Sayang, cinta, namun itu hanya angan belaka Anton yakin istrinya tidak mengingat siapa dirinya, mengingat nasehat Elsa bahwa dirinya tidak boleh egois, Anton akan mencoba sebisa mungkin agar tidak merengkuh wanita yang tepat berada dihadapannya itu.
"Hay..!!" sapa Anton kaku
Hilya terseyum soft. Dalam hati Hilya tertawa melihat tingkah Anton, sejak kapan suaminya menanggalkan salam dan diganti dengan Hay??"
"Hilya aku ini adalah.... Anton bingung ingin menyebutkan dirinya sebagai siapa. "Aku adalah rekan sesama Dokter mu!!" putus Anton pada akhirnya, ya Anton bertekad jikalau Hilya mengingat Adnan pasti Hilya mengingat profesi nya sebagai Dokter.
"Aku tau!!" jawab Hilya santai
Sedangkan Anton susah payah menahan dirinya agar tak lost kontrol " Kamu ingat nama ku??" jawab Anton penuh harap, yang di balas gelengan oleh Hilya.
Pundak Adnan luruh, seandainya dirinya tak mengontrol diri bisa-bisa tubuhnya pun luruh kelantai
Sungguh rasanya Hilya tak sanggup lebih lama menjahili sang suami, melihat wajah kusutnya Hilya tau Anton kurang beristirahat
Anton memaksakan terseyum, dan mengalihkan pembicaraan.
" Bagaimana keadaan mu, apa lebih baik??"
" CK, pasti aku tidak cantik lagi ya?? wajahku penuh luka begini??"
Ingin rasanya Anton mengatakan istrinya adalah wanita paling cantik didunia, ingin rasanya Anton mencium seluruh wajah itu, namun Anton bisa apa??
"Bisa tolong ambilkan tisu basah itu??" Hilya menunjuk di meja ruang rawatnya, dengan senang hati Anton mengambilkan tisu itu untuk Hilya
" Aku tidak tau dimana saja luka ku yang akan perih jika terkena tisu basah, bisa tolong CK kan wajahku??"
Anton bergeming.
" Tolonglah, tadi suamiku mencium seluruh wajahku yang membuat bekas kecupanya masih terasa".
Hilya terseyum melihat kebingungan Anton, hatinya tak tega terus bersandiwara.
Hilya mengambil beberapa lembar tisu dan membersihkan wajahnya, Hilya tentu tidak mau memberikan ciuman bekas pria lain untuk Suaminya, terlebih Hilya tak tau siapa sebenarnya pria yang menciumnya tadi
Anton yang tersadar Hilya telah membersihkan wajahnya tampak kecewa, Anton melewatkan kesempatan memegang wajah istrinya.
Melihat raut kecewa di wajah Anton Hilya meminta Anton duduk disebelahnya
" Mas sini!! ada yang ingin aku tanyakan"
Meski bingung Anton menurut
" Mas sudah makan??" Anton hanya tersenyum
Hilya meraih tangan Anton. " Makanlah mas!! kalau mas Anton sakit siapa nanti yang bisa lindungi Aku dan putri kita??"
Anton menoleh cepat melihat wajah istrinya.
"Apa??" tanya Anton tidak percaya. " Yang! Kamu??"
"Cantik?? aku tau hhhh" Hilya terkekeh
" Tidak, maksudku!!"
"Oh jadi aku jelek?? CK Suami menyebalkan."
" Yang aku serius, kamu ingat siapa aku?? kamu ingat putri kita??"
Cup
Cup
Hilya mencium kedua pipi Anton
" Aku ingat semuanya, aku ingat memiliki suami yang tampan dan bernama Anton, dulunya dia seorang Dokter kini dirinya menjadi seorang CEO muda yang sedikit genit, aku ingat semua bahkan putri kita.."
"Yaaaaaaaaang aku gak genit!!, Yang terimakasih, aku mencintaimu... Terimakasih ya Allah doa kami terkabul!!" Anton membawa Hilya kedalam dekapannya, menciumi setiap jengkal wajah sang istri seperti yang dilakukan oleh Zahfran.
Rasa syukur dan lega kini memenuhi hatinya, Allah masih melindungi istrinya, anaknya dan juga rumah tangganya, tiada yang mengalahkan kekuatan doa, air mata Anton mengalir namun bibir itu menyunggingkan senyum kebahagiaan