Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
172.hadir



Assalamualaikum para pembaca setia ... author mohon maaf lambat update dikarenakan ada keperluan yang harus author kerjakan di luar kota, dan karena sangat sibuk makanya tidak ada waktu untuk menulis,,🙏🙏


untuk malam ini author sempatin yaa.. mohon dukungan like komen dan vote nya yaaaa


----------------------------


Setelah sarapan bersama dengan penuh canda tawa, kini Anton dan yang lainya telah menuju ke rumah duka kakek Adnan, sepanjang perjalanan Hilya merasa tak semangat


Semua menyadari ketidak nyamanan Hilya, begitu juga Anton yang sangat tau perasaan Istrinya saat ini


Biar bagaimanapun, bertemu dengan seseorang yang pernah kita cintai dan masih mengharapkan kita kembali pada seseorang tersebut jelas memberikan rasa kurang nyaman


Tidak hanya untuk yang bersangkutan saja tapi juga untuk pasangan terkininya


Anton percaya akan cinta sang istri, tapi sangat tidak percaya pada ketulusan sang sahabat, entah mengapa Anton mulai ragu akan ke sholihan Adnan, bukan tanpa sebab, tapi perilaku Adnan yang dulu pernah akan mengambil alih tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah untuk baby Khansa sebelum lahir membuat Anton melihat kecacatan dalam akhlak mulia Adnan


" Sayang!!" Anton membuyarkan lamunan Hilya


" IYa mas??" Hilya menghadap sang suami


Anton mengulas senyum manis


" kok, malah bengong? yuk turun!! kita sudah sampai, Umi dan yang lainya udah pada turun Lo!!"


Hilya menoleh kebelakang, dan benar saja,bangku belakang kosong


Ah!! Hilya merasa sangat bodoh, bagaimana mungkin dirinya sampai tak menyadari keadaan sekitar hanya karena fikiran nya tertuju pada kilasan masa lalu


" Terimakasih mas!!" Hilya terseyum manis


" Semua akan baik-baik saja Yang!!" Anton menyemangati istrinya, dan hanya di balas senyum tulus dari Hilya


Dari arah rumah Kakek Adnan Hilya dan Anton di sambut hangat, begitu juga Baby Khansa yang langsung diraih oleh Ibu Adnan, hanya saja Baby Khansa yang tak biasa berpindah tangan orang asing langsung merengek tak nyaman


" Ayo masuk nak!!" ajak Ibu Adnan merangkul sayang wanita yang pernah menjadi menantu tak diharapkan keluarganya dulu


Hilya terseyum manis" Ibu apa kabar, sehat??" seperti biasa meskipun tak bersetatus seorang menantu tetapi rasa hormat dan sayang Hilya pada kedua mantan mertuanya tetaplah sama


" Sehat nak! ayo kita masuk, Anton!! ayok masuk!!" Anton tersenyum menanggapi ajakan Ibu Adnan, mereka masuk bersama, di ruang tamu sudah ada Zahfran, Dini dan Umi dan jangan lupakan Adnan dan baby Akbar


" Hilya!!"


percayalah diantara Anton dan Hilya yang masuk bersama kenapa justru nama Hilya yang duluan Adnan sebut, bukankah Anton adalah sahabat karib nya? bahkan Adnan langsung berdiri melihat kehadiran nya


Mendengar panggilan itu lagi membuat Hilya tersenyum Canggung, ada rasa kesal di hati Hilya, kenapa Adnan begitu antusias melihat kehadiran nya, Hilya melirik sekilas sang suami yang sedang tersenyum lembut pada Adnan, entah senyum sampai ke hati atau tidak, tapi melihat suaminya yang menampakan ekspresi tetap ceria membuatnya lega


" Apa kabar Bro??" Anton menyapa terlebih dahulu Adnan yang seolah melupakan kehadiran nya


Adnan terlihat terkejut, sebelum senyum canggung itu muncul di bibirnya.


"Ah, Ton!! Alhamdulillah aku baik!! kamu sendiri bagaimana??" sapa Adnan kemudian dengan sambutan yang seperti dulu dengan saling berjabat dan pelukan kecil , meski terlambat, Karena nyatanya Adnan hampir melupakan sahabatnya karena pesona mantan isteri.