Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
220.Sah



Adnan POV end


Hilya terbelalak di depan pintu, setelah sebelumnya dirinya membuka pintu rumahnya


Kini dihadapannya begitu banyak orang berkumpul, tidak hanya keluarganya saja, keluarga Adnan , mendiang suaminya bahkan para teman karib nya hadir semua


Hilya yang tampak cengo membuat mereka semua tertawa bersama


" Umi gak diajak masuk sayang??" Umi Anton merangkul sayang menantunya, mencium seluruh wajah istri putranya yang telah tiada, meski Anton sudah tak lagi ada, tapi kedekatan keluarga Anton dan Hilya masih sama seperti dulu, menyayangi dan perhatian


Hilya tersenyum bahagia, menyambut pelukan Umi .


" Umi Hilya kangeeen!!" seru Hilya memeluk balik Umi mendiang suaminya


" Sama Mama gak kangen sayang??" tanya Mama Hilya mencubit hidung putri nya


" Kangen juga Mama!!" Hilya memeluk Umi dan Mama nya itu


" Ibu gak dipeluk juga nak??" tanya wanita paruh baya


Hilya tersenyum manis, kemudian menarik lembut lengan Ibu Adnan, wanita yang masih Hilya anggap Ibu sampai'sekarang.


" Ibu apa kabar??" tanya Hilya dengan ramah seperti dulu


" Alhamdulillah Ibu sehat nak!!, Ibu mau mengucapkan terima kasih banyak, kamu Sudi menjadi menantu Ibu lagi, Ibu sadar keluarga kami begitu banyak bersalah padamu nak!!"


" Jangan begitu Bu!!, Ibu tetap Ibu Hilya meski Hilya dan mas Adnan sudah pisah!!


" IYa Bu!! semua sudah lewat, mari kita lupakan yang telah berlalu!!" mama Hilya ikut bicara, nyatanya semua sudah usai, semua kejadian pasti akan ada hikmah nya


______________


Hilya tersenyum haru, Hilya pun melihat Abah Anton, Papa nya dan bapak Adnan mereka sedang mengobrol hangat


Akhirnya Hilya menyuruh mereka semua masuk setelah Dini mendumel karena capek berdiri, karena Kaka iparnya yang tak mengajak mereka semua masuk


Disini Hilya sekarang, setelah MUA merias wajahnya Hilya mengintip mereka semua dari jendela yang memisahkan antara ruang tamu dan kamar


Hingga suara Microphone membuat Hilya tersentak, Hilya segera berlari kearah kamar nya saat melihat Umi Anton, Mama dan Ibu Adnan akan menuju dimana dirinya berada


Ceklek', suara pintu yang terbuka


Para wanita paruh baya itu mendekati Hilya yang sedang mengatur nafasnya setelah berlari


" MasyaAllah putri Umi cantiknya!!" seru Umi Anton.. wanita paruh baya itu memandang lekat wajah menantunya, terlihat bulir bening itu Ruruh silir berganti


" Kenapa Umi menangis??" tanya Hilya


Umi Anton memeluk sayang menantunya


" Umi menangis bahagia nak!!, sebentar lagi cucu Umi memiliki sosok seorang Ayah, Umi bahagia sebentar lagi keinginan terakhir Anton terwujud!!"


Hilya terkesiap


" Umi tau permintaan terakhir mas Anton??"


" Kami semua tau nak!!" jelas Mama Hilya


Mau tak mau akhir nya air mata Hilya kembali terjatuh, nyatanya semua mengetahui tentang keinginan terakhir suami nya, tapi mereka semua tidak pernah menyinggung dan memaksa Hilya untuk memenuhi nya, sungguh Hilya betul-betul merasa sangat bersyukur memiliki keluarga besar yang begitu perduli dengan perasaan nya


30 menit berlalu, suara ketukan pintu membuat ke empat wanita menoleh


" Selamat Nak!!" Umi mencium kening Putri nya, begitu juga Mama Hilya, beliau turut bahagia dengan keputusan putri nya untuk menikah lagi


Ibu Adnan juga ikut mencium menantunya


" Boleh saya masuk,??" suara familiar yang sudah dinanti dari tadi


Adnan melangkah mendekati Hilya yang sedang duduk di depan meja rias, Adnan benar,-benar terpukau dengan kecantikan istrinya malam ini, ya Hilya sudah sah menjadi istrinya beberapa menit yang lalu, kedatangan Adnan ke kamar Hilya untuk menjemput sang istri untuk bergabung dengan para tamu di luar


Hilya tertegun melihat Pria yang tengah berjalan ke arahnya, Adnan benar-benar terlihat sangat berbeda, setelah jas dan sapuan sedikit mek-up membuat Adnan benar-benar mempesona, tubuh Adnan yang lebih berisi dan kulitnya yang tampak lebih cerah membuat penampilan Adnan kian sempurna, hingga Hilya tanpa sadar mengagumi mahluk ciptaan Allah yang saat ini berdiri menjulang di hadapannya