Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
229.Pamit



Adnan memasuki ruangannya dengan pasti, langkahnya terhenti saat melihat seseorang sedang berada di atas kursi miliknya dengan wajah yang tertutup map , Adnan yang merasa ada yang salah keluar lagi mengecek tulisan yang berada di depan pintu


bener kok ruang Direktur, tapi siapa yang di dalam?? apa mungkin Papa??.. tapi Kenapa Roky tidak memberitahukan kedatangan Papa??" batin Adnan


Adnan kembali masuk kedalam ruangan nya , Adnan terkejut saat melihat sang istrilah yang sedang berada di kursinya


" Dek' kamu disini?? tapi Khansa langsung mas antar pulang Tadi!!" ucap Adnan khawatir, jika istri nya disini lantas sama siapa nanti putrinya


Hilya tersenyum


" Kalau begitu aku pamit pulang dulu mas!!" ucap Hilya berdiri dari duduknya


" Hilya!!" panggil Adnan saat istrinya ingin beranjak


" IYa mas'..??"


" Eeemmm. .... anuu bisa temani Saya makan siang??" tanya Adnan dengan penuh harap


Hilya melirik jam tangannya. " mas belum makan siang??" tanya Hilya saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang


" Ya tadi gak sempat, habis temani Khansa beli es cream , Khansa mau makan dirumah, sedang setelah mengantar Khansa mas langsung balik ke sini!!"


" Ya sudah, Ayo!!" jawab Hilya tanpa beban


" Dek, tapi Khansa??"


" Ada Mama di rumah, tadi mama mau bawa Khansa jalan-jalan sebelum kembali ke Acah susul Papa yang berangkat tadi malam"


" Papa dan Mama ke Aceh??"


" IYa!! dan mas Adnan mau kemana??" sindir Hilya halus mengenai file yang baru saja Ia baca tentang pekerjaan Adnan


" Gimana kalau kita ke resto dekat kantor saja??" tanya Adnan, yang membuat Hilya tersenyum karena tampaknya Adnan tidak tau pertanyaannya bukanlah untuk tujuan mereka, tetapi untuk Adnan sendiri


Sedetik berikutnya Adnan menoleh kearah sang istri


" Ahhhhh.. itu urusan pekerjaan, Papa memintaku untuk menjual aset disana, tapi untuk itu berarti butuh waktu cukup lama untuk memindahkan segalanya.. Adnan menarik nafasnya dalam


" Dan lusa mas harus berangkat!!" ucap Adnan dengan melonggarkan dasinya


" Ada yang harus kita bicarakan mas, bagaimana kalau kita Goo good saja!!"


Adnan setuju " ahh itu sepertinya lebih baik!!"


Adnan duduk di single sofa yang berada di ruanganya di susul Hilya yang duduk di sebrang Adnan, Hilya masih memesan makanan melalui aplikasi online


Adnan melepas jasnya, menyisakan kemeja putih polos dengan dasi berwarna biru bergaris putih, bila diamati Adnan terlihat sangat rupawan dengan wajah lelah yang Ia coba tutupi


Hilya yang selesai memesan makanan, menatap suaminya


" Mas sudah pamit sama Khansa?? tanya Hilya membuka suara


Adnan mengeleng


" Tadi rencananya baru mau ngomong, tapi melihat Khansa yang terus bercerita dengan kegiatannya di sekolah, akhirnya mas urungkan dan untuk malam ini seperti nya mas juga belum bisa kasih tau, mas harus lembur, pekerjaan mas masih banyak yang belum selesai, kalo tidak keberatan, bisakah bantuin mas untuk bicara pada Khansa??"


Hilya mengangguk


" Dek!!"


" IYa??"


Adnan mengulum bibirnya, sepertinya Adnan ingin bicara tapi ragu


ayo Nan, utarakan niatmu ajakin Hilya ke Inggris, biar bagaimanapun juga Hilya istri mu, kamu bisa mengajaknya kemanapun kamu pergi


" Nanti kalau mas pergi, jaga diri baik-baik ya!! mas titip Khansa!!" akhirnya itulah kalimat yang dipilih oleh Adnan, Adnan masih belum berani mengutarakan keinginannya sesungguhnya