Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
62.Anton



Anton POV


Baru semalam aku melepaskan status DUDA ku, aku menikah dengan wanita yang beberapa bulan terakhir telah mengorbankan waktu tenaga dan biaya untuk ku.


Wanita yang mengaku sahabat karib ku itu yang menawarkan sebuah pernikahan. awalnya aku curiga bahwa wanita yang akan menikah dengan ku itu hamil duluan. karena kalo bicara masalah kecantikan, aku merasa Hilya begitu cantik.


Entahlah aku bersyukur saat mengetahui bahwa dia tidak sedang hamil.


Saat mengucapkan ijab Kabul aku merasa pernikahanku ini jauh lebih menenangkan hatiku dibandingkan pernikahan ku sebelumnya, padahal saat ini aku belum bisa melihat indahnya dunia, tapi hatiku terasa begitu bewarna saat aku telah resmi mengikat wanita itu menjadi istri ku.


Dan tak kuduga bahwa aku dan dia benar-benar melaksanakan ibadah malam pertama, wanita yang kunikahi betul-betul ajaib.


Dia memperlakukanku bak suami yang sempurna, menahan gairah itu begitu menyesakkan , tapi siapa sangka istriku justru menyambut gejolak nafsu ku.


Meski aku tidak dapat melihat, namun aku bisa tahu bahwa istrikupun menginginkan sesuatu yang sama seperti yang kubutuhkan, dari caranya menyambut keinginan ku saja itu sudah membuktikan diapun membutuhkan apa yang sedang kubutuhkan.


Tapi ada satu hal saat aku mendatangi nya sebagai suami, ada rasa nyaman dan tenang dihatiku, seolah tubuhku begitu mengenalnya.


Belum lagi wangi tubuhnya yang aku merasa wanginya begitu familiar di Indra penciuman ku.


Aku memang masih mengingat saat mendatangi mantan istri ku dulu, meski aku bukanlah pria pertama yang mendatangi keduanya namun jika boleh aku jujur aku lebih menikmatinya saat ini.


Sesaat sebelum dia terbangun, sebenarnya aku telah terbangun terlebih dahulu. hanya saja aku masih menikmati kenyamanan saat dia tidur dipelukan ku.


Hingga saat kurasakan tubuhnya bergerak aku pura-pura tertidur, sebenarnya mah tak ada bedanya aku melek atau merem, toh sama-sama tak bisa melihat, tapi demi lancarnya kebohongan akhirnya aku memejamkan mataku.


Betapa bahagianya aku saat tangan halus itu mengelus rahangku, kurasakan sesaat dia tersadar, terbukti tubuhnya menegang, aku pura-pura mengeratkan pelukanku saat tanganya mencoba melepaskan tangan ku di pinggangnya.


Namun pada akhirnya dia berhenti bergerak, saat kuletakan kepalaku di ceruk lehernya, aku tau apa yang membuatnya takut bergerak, yaitu adik kecilku yang menempel di pahanya, hingga pada akhirnya dia benar-benar membangun kan ku.


Tapi tidak kubiarkan dia lolos begitu saja, aku kembali mendatangi nya sebagai seorang suami. kami sama-sama menikmatinya terbukti dia begitu menyeimbangkan permainan kami hingga sebuah teriakan membuat aku begitu bahagia, yaitu saat istriku menyerukan namaku begitu keras nya.


Jujur aku belum begitu mengenal istri ku, bahkan alasan penceraian nya saja aku tidak tau, jangankan itu bahkan sejak kapan istriku menjadi janda pun aku tak tau.


Ku gendong wanita yang telah begitu memuaskan hasrat ku, dalam hati tidak ada niat ku untuk membuatnya menjadi wanita pemuas nafsuku saja.


Aku tidak pernah menganggap istriku adalah teman ranjang saja, saat aku menikahi istri pertama ku, akupun tidak mencintainya, saat itu aku menikahinya karena sebuah kejadian bisa disebut "Married By Accident" lucukan??" dua kali menikah aku tidak mencintai istri ku. bedanya dulu aku bisa melihat sifat dan paras istri ku, saat ini aku benar-benar tidak bisa melihat segalanya, tapi rasanya istriku kali ini adalah pilihan hatiku.


Dan entah mengapa aku begitu berharap agar aku bisa kembali melihat dan mengingat memory ku kembali, aku ingin menjadi pria normal yang dapat membahagiakan wanita yang telah menjadi istri ku ini.


a6ku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan nya, karena akulah pria yang dipilih untuk menjadi suaminya.