
" Aku sudah memaafkan kesalahan masa lalu mas pada ku!! Aku sadar semua atas kehendak Allah!! tapi untuk memulai hubungan pernikahan lagi jujur aku masih ragu mas!!"
" Aku tau Hil!! aku faham, tapi kita bisa mencoba kembali saling mengenal setelah menikah , aku akan belajar memahami mu, belajar mengeti semua tentang kamu dan Khansa!!"
Hilya menunduk dalam, jemarinya saling bertautan, Hilya bingung, ragu, dan khawatir, meski mereka dulu pernah bersama, meski dahulu Hilya begitu mencintai Adnan, tapi untuk kembali menjadi istri Adnan Hilya masih sedikit takut, mungkin sekarang Adnan benar mencintai nya, tapi apakah Adnan tidak akan mengulangi kesalahan masa lalunya?? Hilya masih sedikit ragu
" Aku janji, tidak akan menikah lagi Hil, jika itu yang kamu khawatir kan!!, aku tak akan pernah lagi memadu mu!!
aku janji tak akan ada pihak manapun yang mampu mengusik rumah tangga kita kali ini, dan juga aku berjanji akan memprioritaskan kamu dan juga Khansa, tak akan lagi aku mengulangi kesalahan yang pernah kusesali sepanjang hidupku, aku janji hidupku nantinya akan ku fokuskan pada kebutuhan dan hanya kepentingan rumah tangga kita nantinya, hanya ada kamu, Khansa dan diri ku saja, aku tak masalah"
Hilya tertegun, bagaimana Adnan bisa mengetahui pemikiran nya??
Hilya menarik nafasnya berat
Ya Allah...!! aku takut sekali mengambil keputusan yang salah, tolong hambamu ya Allah.. apakah hamba harus memberi kesempatan kepada mas Adnan untuk menjadi bagian dalam hidupku lagi??
" Hil!!"
" Saya akan memikirkan nya satu malam mas!!" tolong berikan aku waktu 1x 24 jam" jawab Hilya akhirnya
Adnan menganguk setuju, dan selanjutnya Hilya memanggil kembali putri nya
Khansa keluar kamar dengan wajah ceria nya
" Uncle, jadi mulai hari ini Uncle akan tinggal sama kita kan??" tanya Khansa penuh binar kebahagiaan
Adnan menatap sekilas wajah Hilya
Wajah yang tadi begitu bersemangat, berubah menjadi murung
" Jadi Bunda belum setuju uncle??" mata kecil itu menatap sang Bunda layu
Hilya yang di tatap seperti itu oleh putrinya merasa bersalah, tapi Hilya bisa apa??, Hilya hanya ingin memantapkan hati nya dengan bermunajat kepada Allah, setidaknya untuk malam ini
" Bunda??" Khansa menatap sendu Bunda nya
" IYa, sayang??"
" Kenapa Bunda tidak mau menjadi istri uncle?? Khansa mau uncle menjadi papa Khansa Bunda!!" rengek Khansa dengan sang Bunda
Hilya melirik sekilas wajah Adnan, sebelum kembali lagi menatap sayang sang putri
" Khansa beneran mau kalo uncle mengantikan Papa Anton untuk menjadi Papa Khansa??" tanya Hilya lirih ingin mengetahui jawaban dari putrinya
" Khansa mau Bunda!! , kan selama ini Khansa tidak pernah merasakan kasih sayang Papa Anton!!"
DEG'
Hilya terhenyak, nyatanya sang putri benar, untuk seseorang yang ingin mengantikan peran Papa nya pasti mudah Karena selama ini sang putri hanya mengenal sosok Papa nya melalui cerita nya saja, dan untuk kasih sayang sebenarnya Khansa tidak pernah mendapatkan nya
ya Allah terlalu egois kah hamba??, jika karena sebuah perasaan kurang nyaman, hamba mengorbankan perasaan putri hamba yang begitu mendambakan sosok seorang Ayah ?? dan saat ini seseorang yang di harapkan tepat berada di dekat hamba bahkan telah memberikan hamba tawaran yang bisa mewujudkan impian bagi putri hamba, ya Allah berilah hamba keyakinan, apa yang harus hamba lakukan??