
Setelah selesai membawa barang barang yang cukup banyak dari mobil Hilary, mereka berkumpul di tempat makan.
Hila dibantu para ustadz ustadzh mengatur makanan dan menyelesaikan 2 menu yang baru selesai di masak.
Takjub
semua nampak takjub kepada Hilary, wanita cantik itu dengan waktu 4 jam bisa memasak makanan sebanyak itu, sebenarnya selain memang Hilary mahir memasak namun banyak bahan makanan yang Hilary beli sudah dalam keadaan siap dimasak , contohnya ayam yang sudah bersih dan siap masak, kentang wortel dan sebagainya bahan yang sudah siap masak .
bahkan Hilary sampai meminta orang mengupas dan memotong beberapa sayur dan membayarnya sementara dia memilih bahan makanan lainnya..orang kaya mah bebas, meski dia bisa membeli masakan jadi untuk semua santri, Tapi Hilary adalah wanita yang tidak begitu suka masakan luar, Dia terbiasa masak masakan rumahan, itulah sebabnya dia pandai memasak, untuk beberapa waktu dia sering memasak untuk korban bencana alam jadi memasak dalam jumlah besar tidak masalah untuknya.
Tidak hanya tampilannya saja yang menarik namun rasanya juga sangat memanjakan lidah.
Diam - diam Adnan mengagumi sosok Hilary, wanita urakan itu memiliki sisi lain, mungkin memang pada dasarnya Hila memang baik buktinya dia rela lelah dengan memasak makanan sebanyak ini sendirian, dan jangan lupakan berapa uang yang rela dia keluarkan, kerena Adnan sendiri tau mulai alat makan dan bahan bahan itu semua dari Hilary.. beberapa saat kemudian Adnan beristighfar
"Astaghfirullah!! kenapa aku berpikir yang bukan bukan??"
Hilary mendekati Adnan.
"Apa masakan gue enak'??" Hilary memberikan 1 mangkok kecil kepada Adnan.
"Cobalah
ini gulai kambing, gue cuma bikin sedikit, karena stok daging kambing tidak banyak dijual di supermarket tadi!!". Adnan mengambil gulai yang diberikan oleh Hilary tanpa melihat kearah Hilary.
"Terimakasih".
"Makan saja, para santri juga tetap dapat, meski dagingnya gue campur pake daging sapi hehehehe."
"Lhoh ustadz, ngapain berduaan dengan mba Hilary, bukan mahram lhoo!!".. beberapa santri yang lewat mengingatkan .
"CK ,ihh ribet banget sich disini mau ngobrol saja gak boleh" keluh Hilary
"Bukan tidak boleh tapi.....
"Mending Loe nikahin gue . biar kita jadi mahram!!".
Belum selesai Adnan menjawab Hilary sudah memotong kata kata Adnan, Bahkan kalimat tak terduga itu diucapkan nya lagi.
"Hilaaaa, menikah tidak bisa semudah ucapan kamu'
"Tapi gue siap nikah sama lhoo..seperti apa sich wanita idaman loe ??" tanya Hilary penasaran pada Adnan.
"Dalam hadits: wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, Dan karena agamanya, Maka dapat kanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung (HR Bukhari dan Muslim).
jadi....
"Ok, gue tau sekarang!! kalo karena harta gue siap bersaing, kalo karena kecantikan gue juga siap bersaing sama wanita yang suka sama Loe," Hilary menatap Adnan dengan sungguh sungguh
"Tapi kalo masalahnya keturunan dan Agama tanpa gue bilang pun Loe udah tau..jadi kalo wanita tipe Loe adalah yang baik agamanya
I let you go because l'am not what you want"
Getaran ponsel di kantong gamis Hilary membuat Hilary mengalihkan perhatian nya dari wajah Adnan
".......….
"Hi ken.l an great.How about you?
"...............
"Oh,c'mon l don't want to rutin your excitement.you look so excited yesterday*.
"...........
"Hei ,l 'm okay.
".......
"Of course,can't wait.byee*...
Hilary tersenyum dan kembali memasukkan ponselnya.
" Gue nggak bisa bohongi diri gue , gue memang sudah suka sama Loe sejak kita ketemu dibandara.. Hilary terkikik geli . "Loe tau..???
banyak pria yang ngejar ngejar gue, namun. tidak pernah sama sekali gue hiraukan, mungkin inilah karma buat gue, ketika hati gue melabuhkan cintanya kepada seseorang, justru orang itu sangat sulit gue gapai".
Mendengarkan ucapan Hilary ingin rasanya Adnan menangapi, bahwa tidak ada yang salah tentang perasaan Hila padanya, bahkan mendengar Hila melepasnya untuk wanita yang lebih baik darinya Adnan rasanya tidak rela, kenapaaa harus mundur?? kenapa Hila tidak mau lebih berusaha untuknya..?? hanya karena agama Hila yang kurang baik bukan berarti Adnan menolak Hilary, masih bisa berubah masih bisa belajar.
Hayoooo penasaran...boleh author minta like nya..mohon dukungan buat author yaa...tolong tinggalkan jejak..