
Yang Hilya takutkan benar terjadi tepat hari ke- 13 di rumah, Anton tiba-tiba menjerit kesakitan , Anton tak berhenti menekan-nekan kepalanya
Hilya yang panik langsung melarikan Anton kerumah sakit, Fauzan sigap menangani Anton
Setelah mendapat penanganan khusus dan Anton yang sudah terlihat tenang, Anton kembali merengek minta pulang, Hilya begitu frustrasi dibuatnya
Tapi melihat anggukan dari Fauzan Hilya menurutinya
Hilya merasa ada sesuatu yang disembunyikan Fauzan, karena Hilya dapat melihat binar mata Fauzan tak seperti biasanya, Fauzan seperti memberi isyarat untuk melakukan yang terbaik secepat mungkin.
Sebelum pulang' Hilya menyempatkan menemui Fauzan diruangan pribadinya
Ternyata Fauzan memang tengah menunggu Hilya datang, entah kebetulan atau apa
Senyum Fauzan tersungging, tapi berbeda dari biasanya, kali ini senyum Fauzan seolah dipaksakan
" Zan??"
Fauzan menatap lurus Hilya dan mengeleng pelan, seketika air mata Hilya luruh tak terbendung, tanganya membekap mulutnya
" Keluar Negeri pun akan tetap sama!!" lirih Fauzan. " kurasa Anton mengetahui itu makanya dirinya selama ini bersikeras berobat disini, dia hanya ingin dekat dari keluarganya Hil!!" tambah Fauzan
Hilya berdiri dan hendak melangkah, tetapi ucapan Fauzan menghentikan nya
" Berilah apa yang dia mau, selagi mampu Hil, Hari ini penuhi keinginan nya, Karena...."
" kita hanya Dokter Zan, bukan Tuhan!! jadi cukup begitu saja nasehat mu!!" Hilya langsung berlari meninggalkan ruang Fauzan setelah dengan sarkasme memotong ucapan Fauzan untuk nya
Sedangkan Fauzan menatap prihatin wanita yang sedang dirundung pilu itu apa boleh buat Fauzan hanya mampu menyampaikan kemungkinan terburuk nya, apalagi setelah mengetahui bahwa sel kanker itu telah mencapai puncak kejayaannya, yaitu meningkat menjadi stadium akhir.
Maafkan aku Hil aku tak mampu membuat kalian bersama lebih lama, ya!! kamu benar aku hanya manusia bukan Tuhan, itulah mengapa aku juga memiliki nasib yang tragis karena aku manusia biasa!!! Fauzan menutup matanya rapat
Hilya menatap kamarnya yang tengah di sulap bak kamar pengantin, di rumah juga sudah berkumpul keluarga Hilya dan Anton ditambah keramaian karena malam ini Umi Anton dan Abah Anton akan kembali menikah, semua kejutan itu membuat Hilya terperangah
Entahlah karena terlalu fokus dengan pengobatan suaminya hingga dirinya lupa dengan kehidupan sekitarnya
Rangkaian acara selesai dengan sukses
kini Hilya dan Anton sudah berada di dalam kamar mereka
Anton terlihat berbeda malam ini, wajahnya tak lagi pucat, ditambah Anton yang memakai celana pendek dan kaos oblong membuatnya begitu fresh dan terlihat lebih muda
Hilya menatap lekat wajah suaminya, tak ingin malingkan meski sedetik, setelah Khansa tidur, mereka melaksanakan shalat isya yang di imamin oleh Anton yang membuat semua orang menangis mana kala Anton membawakan surah
QS. Al-Munafiqun, apalagi saat tiba di Ayat 11, Anton mengulangnya hingga 3x
وَلَنۡ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفۡسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَاؕ وَاللّٰهُ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ
Wa lany yu 'akhkhiral laahu nafsan izaa jaaa'a ajaluhaa; wallaahu khabiirum bimaa ta'maluun
Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
Dan Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktu kematiannya telah datang dengan memperpanjang hidupnya. Dan Allah Mahateliti dengan cermat tentang apa yang kamu kerjakan.
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila telah sampai ajalnya. Oleh karena itu, bersiap-siaplah untuk menghadapi maut itu. Kumpulkanlah sebanyak-banyaknya bekal berupa amal saleh yang akan dibawa dan yang bermanfaat di akhirat nanti.
Bahkan Hilya tersendu dalam Isak, kenapa Suami nya membaca surah ini dan mengulang nya hingga 3x sebelum takbir.
Dan setelah membuat semua menangis dalam shalat nya, kini Pria itu dengan santainya terseyum tanpa dosa