Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
144.Antara nyaman dan cinta



Anton menatap Adnan, Adnan yang di tetap oleh Anton juga tidak mengerti harus bagaimana, Adnan tau kisah asmara Anton dan Keysa, sudah sejak sama-sama remaja Anton mengagumi Keysa dengan diam, namun Adnan tak mengetahui saat Anton sempat menjalin hubungan dengan Keysa, dan nyatanya Keysa adalah wanita pertama dan terlama yang menjadi kekasih Anton.


Anton banyak bermain hati pada seorang wanita namun tak selama hubungan nya dengan Keysa, hampir 4tahun Anton menjalin hubungan dengan Keysa, mencintai wanita itu dengan sepenuh hati, tapi pada akhirnya Anton merelakan saat Keysa memilih pergi darinya.


Cinta itu tentang ketulusan, cinta Anton tulus untuk Keysa, jika wanita itu memilih pergi, Anton tidak akan mengekangnya, karena Anton menginginkan kebahagiaan Keysa, dan saat itu keadaan Anton masih belum stabil, keuangan dan pekerjaan yang belum memungkinkan di tambah lagi dirinya yang masih kuliah tidak ada yang bisa ia lakukan selain mencoba mengiklaskan dan melanjutkan langkahnya untuk menjadi seorang Dokter meski hatinya sedang patah hati.


Hilya menatap kegelisahan suaminya, ada setitik rasa takut merasuk hatinya, Hilya takut Anton meninggalkan dirinya, terlihat dari raut wajah suaminya Anton begitu khawatir dengan wanita yang bernama Keysa itu, namun wanita berparas cantik itu percaya sepenuhnya kepada Allah, jika memang Anton mencintainya Anton tidak akan pernah meninggalkan dirinya dan putrinya untuk siapapun termasuk wanita yang bernama Keysa itu.


Zahfran masuk tanpa mengetuk pintu, membuat Anton mengomeli adik tirinya itu.


" Sudah Kaka katakan!! ucapkan salam saat masuk Zahfran!!"


Zahfran tak menghiraukan perkataan Anton, senyum merekah nya ditunjukan untuk Hilya.


" Pulang dan beristirahat, nanti aku yang akan urus semuanya". ucap Zahfran dengan menatap lembut Hilya, sedangkan Hilya hanya tersenyum tipis menatap kelakuan Zahfran yang selalu abai dengan suami nya.


Adnan dan Elsa saling tatap bingung, sedangkan Anton sedikit cemburu dengan perilaku Zahfran untuk Hilya.


"Pergilah mas'!! kasian teman mu menunggu berbulan-bulan untuk menemui mas, ada Zahfran dan mas Adnan yang menemani ku melihat baby Akbar".


"Teman wanitanya?? jangan bilang mantan kekasih!!" selonoh Zahfran, yang tak urung membuat Anton terdiam.


" Temuilah!! siapa tau ada keajaiban yang membuat diriku layak untuk Hilya". ucap Zahfran enteng, yang sukses membuat empat pasang mata itu melotot.


"Zahfran!!" tegur Hilya yang tak dihiraukan oleh Zahfran, pria muda itu justru membawa Hilya duduk di kursi roda, dan menenteng sebuah infus yang masih berfungsi untuk Hilya.


Anton menatap jengah kelakuan Zahfran, namun mengingat karena Zahfran lah Hilya dan putrinya cepat tertangani, kembali amarah Anton redup dengan sendirinya, setidaknya tindakan Zahfran masih dalam batas wajar, toh itu dilakukan Zahfran dengan terang-terangan dihadapannya maupun keluarganya, Zahfran begitu terus terang memberi perhatian untuk Hilya, tanpa mereka sadari sebenarnya Zahfran juga mengagumi dan memiliki rasa yang sama pada Dini, namun karena Risqi dan Dini selalu datang bersama membuat Zahfran abai perasaan yang sejak pertama dirinya di dekap sayang oleh Dini itu tumbuh dan bersemi


Setidaknya cinta terlarang itu hadir karena tindakan Kaka tirinya yang membuat perasaan Zahfran bergelora, namun lagi-lagi harapannya pupus saat ternyata Dini dan Risqi akan Segera menikah.


Mirisnya kisah asmara Zahfran, jatuh jati kepada dua wanita yang seharusnya tidak bisa ia perjuangkan.


Hilya yang notabenenya adalah seorang istri Kaka tirinya, Dini yang nyatanya Kaka tirinya juga, tak pernah bertemu membuat mereka sama-sama tak saling mengenal.


Perasaan nyaman yang Zahfran rasakan saat berada di pelukan Dini, rasa cinta yang nyata saat Zahfran begitu takut kehilangan Hilya, dua rasa yang menyatu untuk dua wanita yang berbeda yaitu rasa nyaman dan cinta.