
Mata Hilya terbuka saat merasakan kecupan bertubi di bibirnya
" Mas??" Hilya terkejut, Adnan terseyum
" Makanan sudah siap!!" bisik Adnan
Hilya menggeliat , tak merasa malu dengan Adnan yang berada di atasnya
Adnan tersenyum melihat Hilya yang malas meninggalkan tempat tidur
Hilya yang baru akan mengangkat kepalanya terkejut saat tubuhnya telah berada di rengkuhan sang suami
" Mas'!!"
" Biar lebih cepat sampai di meja makan!!"
" Aku bisa jalan sendiri!!"
" Terlambat!!"
" Apanya??"
" Terlalu lama kalo harus tunggu istri mas jalan, separti nya pengaruh lapar membuat bidadari enggan beranjak dari pembaringan!!"
" CK, ada-ada saja!!" keluh Hilya.. kini lebih merapatkan dirinya di dekapan Adnan, Hilya mengalung kan tanganya ke belakang leher suaminya saat Adnan mulai menuruni tangga.
" Aku takut jatuh!!" Hilya memberi tahu
Adnan hanya menanggapinya dengan senyum
Saat sampai anak tangga terakhir wangi masakan memenuhi Indra penciuman Hilya
" Coto Makassar??" tanya Hilya berbinar
Adnan tergelak
" Penciuman yang jeli!!" puji Adnan
" Benarkah??" tanya Hilya semangat
" Kita buktikan di meja makan!!" Adnan terus berjalan hingga mendekati meja makan
Adnan menurunkan istrinya di salah satu tempat duduk
Mata Hilya menyorot tidak percaya sesuatu yang tengah mengepul di atas meja
" Ketupat??
" Mas beli jadi tadi, terlalu lama kalau harus memasaknya sendiri!!"
Hilya mangut-mangut
Adnan memberikan sebuah mangkok pada sang istri
Hilya tersenyum dan mengucapkan terima kasih
" Mas tidak makan??" tanya Hilya yang melihat Adnan hanya diam memandangi nya
" Nanti dari suapan istri mas".
" O......................... !! " jawab Hilya mangut-mangut "Apa??" sesaat setelah Hilya mencerna ucapan suaminya
Adnan tersenyum penuh kemenangan
" Makanlah Sayang!! mas harap menu pertama yang mas buat untuk bidadari mas berkesan dan tak mengecewakan." ucap Adnan tulus
" Harusnya aku mas racikan donk!!" protes Hilya, entah mengapa Hilya hari ini jauh lebih manja pada Adnan
Adnan tersenyum dan sigap menjalankan keinginan sang istri
Tangannya meraih potongan daging rebus beserta jeroannya, memberi kuah kental yang mengandung kacang tanah yang dihaluskan di padukan dengan bumbu ketumbar, kemiri, jintan dan lain sebagainya yang memiliki citra rasa tersendiri, setelah nya di tambahkan bawang prai dan bawang goreng di atasnya
Adnan mengesernya mendekat di hadapan sang istri
Hilya mengucapkan terima kasih, kini tanganya sibuk memeras jeruk nipis kedalam mangkuk yang di hidangkan oleh Adnan, menambahkan kecap dan juga sambal
Hilya menikmati aroma yang mengugah selera itu sebelum akhirnya mulai memasukkan sendok yang berisikan beberapa potong daging berkuah itu kedalam mulutnya
Hilya memejamkan matanya sesaat, sebelum akhirnya membukanya
" Mas ini...... Hilya mengerjap sesaat. " ini sangat enak!!" puji Hilya penuh kekaguman menatap wajah suaminya
Adnan tersenyum puas
Tanganya sibuk memotong sebuah ketupat untuk sang istri
" Kemarikan!!" titahnya yang membuat Hilya menatap bingung
" Pakai ketupat??" tanya Hilya yang mendapati gelengan Adnan
Hilya mendorong mangkuk yang baru sesendok Ia cicipi
Adnan meraihnya dan mulai memotong ketupat kedalam mangkok dengan ukuran kecil
" Buka mulut Sayang!!"
" Apa??
" Bukan apa tapi Aaaaaaaaaaaaa!! Adnan mempraktekkan membuka mulutnya
Hilya memberengut, tapi kemudian menuruti juga titah suaminya, jujur Hilya sangat lapar
Adnan tersenyum, tanganya terulur menyuapi Istri nya, Hilya menerimanya dengan enggan di luar tapi dalam hati loncat kegirangan
Hilya tertegun saat melihat Adnan yang menyuap dirinya bergantian dengan menyuap dirinya sendiri
ohh romantis nyaaa
" Habis'!!"
" Habis'??" beo Hilya yang merasa belum puas makan
Adnan tertawa
" Tu kan..!! karena kenikmatan dua kali lipat sampai Tuan putri tidak menyangka kalo kita udah menghabiskan 7 ketupat berdua!! ucap Adnan
Hilya langsung mengarahkan pandangannya pada meja di depannya, dan benar saja, di atasnya ada 7 kulit ketupat bahkan kuah coto yang tadinya penuh di mangkuk besar kini tinggal setengah.
" Tapi aku masih mau!!" desah Hilya
" Tapi ketupat nya habis!! kalau pake nasi mau??" tanya Adnan
Hilya menatap Adnan dengan tatapan malu
" Apa aku terlihat rakus??"
" Tidak!! istri mas hanya terlihat lapar!!" jawab Adnan terkekeh kecil
Hilya mendengus. membuat Adnan kian tergelak
" Apa Tuan putri mengakui kalo masakan chef suami enak??"
" Bisa jadi begitu!!" lirih Hilya
Adnan tersenyum bangga
" Mas ambilkan nasi dulu oke??"
" Apa tidak apa-apa??" tanya Hilya
" Memang ada apa??"
" Aku makan terlalu banyak!!"
" So what??" tanya Adnan
" Aku malu!!" wajah Hilya memerah, sungguh Hilya sangat malu .
Adnan tidak lagi tergelak, kini Adnan memundurkan kursinya seraya berdiri, kedua tanganya Ia rentangkan
" Apa sebuah pelukan bisa membuat perasaan lebih tenang??"
"Can I hug you??" (apa aku boleh memeluk mu??") Hilya bertanya lirih
Adnan mengeleng
" Mas yang akan mendekap tubuh wanita paling istimewa yang tengah berdiri di hadapan mas!!
Bibir Hilya terkatup rapat, mata indah itu berkaca-kaca, Hilya menunduk, menyembunyikan gemuruh kebahagiaan yang Ia rasakan, sebelum kehangatan itu benar mendatangi nya, Adnan benar- benar memeluknya
" I love you so much first and forever!!"
Air mata Hilya tak terbendung, Pria yang dulu tak pernah sekalipun merayunya kini sudah kesekian kali mengungkapkan cintanya.
" Aku juga tengah menimbang rasaku untuk mu mas, aku masih bingung dengan perasaanku untuk mu, cinta kah, atau hanya rasa nyaman karena terbiasa bersama!!". ucap Hilya yang sayangnya hanya mampu ia ungkapkan dalam hati
Apa boleh author minta dukungan like komen dan vote agar karya author tidak ketinggalan ranting, semakin banyak vote pembaca membuat author mendapatkan banyak dukungan ....
Terimakasih untuk para pembaca.......
Semoga kita semua diberi kesehatan selalu.......