
" Ja Jadi Ibu meninggal??" Zahfran bertanya dengan binar kesedihan
" Kapan mas?? Ya Allah ada apa ini??"
Anton merangkul pundak adik tirinya, Anton kini yakin Zahfran memang tidak tahu apa-apa
" Maaf!!" rasa bersalah membuat perasaan Anton berubah cemas, ingatkan Anton bahwa Zahfran memiliki gangguan kecemasan, terlalu tertekan akan membuat Zahfran kambuh akan penyakitnya
Hilya, Umi ikut tanggap, Umi segera mengelus tangan Zahfran, Hilya mengusap lembut punggung Zahfran membisikan kata-kata semangat, bersyukur karena ternyata Zahfran masih mode baik-baik saja, terbukti senyum tipis tampak menghiasi wajah babak belurnya
" Aku gak Papa !! Aku hanya menyayangkan kenapa Ibu harus meninggal dengan cara dibunuh!!
Aku gak nyalahkan kalian jika memiliki kecutigaan karena keadaan ku yang juga pantas di curigai, tapi demi Allah aku masih cukup waras untuk membunuh Ibu ku sendiri mas, kak, Umi!!"
"Sebenarnya kenapa kamu bisa begini??" Umi Anton seperti biasa wanita keibuan itu bertanya sambil berderai air mata, sosok lemah lembut yang membuat Zahfran begitu menyayangi Umi Anton layaknya ibunya sendiri bahkan lebih
" Jadi aku hari ini berencana untuk mengambil kalung yang sudah aku pesan di tempat perhiasan 2 Minggu Yang lalu atas nama "Z&D" yaitu inisial nama ku dan nama Dini
Tapi sayang ada sebuah kesalah fahaman, selain aku ada juga yang mengambil perhiasan pesananya di situ, sepertinya mereka seseorang yang memiliki jabatan lumayanlah, paper bag yang di berikan pada pasangan itu adalah milik ku dan begitu sebaliknya paper bag yang di berikan pada ku milik mereka"
"Awalnya aku gak tau tapi karena menurutku ada yang salah dari tempat perhiasan yang ku pesan aku membukanya, aku terkejut Umi saat melihat perhiasan itu bukanlah perhiasan seperti yang ku pesan itu satu set sedangkan milik ku tidak bersama anting dan cincin"
"Tapi sebelum aku sempat memutar arah pasangan orang yang paper bag nya tertukar dengan ku, sudah mengeroyokku dan meneriaki ku maling, orang-orang yang tak mengetahui titik permasalahannya pun ikut ikutan mengeroyok aku Umi"
"Hingga pemilik toko mendatangi kami, memutar cctv saat kariawan nya salah memberi paper bag pada kami, setelah jelas tidak ada kesalahan ku, aku yang sudah babak belur jelas tak terima dan aku memilih jalur hukum untuk penghakiman mereka pada ku, tidak hanya karena malu di katai maling tapi memang apa yang ku pesan jauh lebih berharga dari yang mereka pesan, oleh sebab itu aku bisa berada di kantor polisi sebelum kesini Mas, Kak!!" Zahfran menjelaskan dengan mata menatap lekat Kaka tirinya seperti ingin menunjukan bahwa dirinya berkata jujur sejujur jujurnya
Zahfran merogoh kantong denim nya mengeluarkan sebuah kalung yang tak bertempat, karena memang kotaknya di simpanya di jok motor
Sebuah kalung indah dengan dua inisial nama seperti ucapan Zahfran sebelumnya bermatakan berlian kecil di setiap hurufnya, bagi Hilya yang faham berlian dan barang brand kalung itu tidak bernilai murah, tidak hanya desain nya saja yang unik tapi pemilihan kwalitas mas berliannya pun luar biasa
" Yang bener Yang??" Anton pun tampak penasaran
Zahfran mengkode Hilya agar bungkam, tapi bukan Hilya namanya jika gak jahil
" IYa mas hampir 400jt an itu, beeeeh tekor gaji ojek Fran!!"
" Bener itu Fran??" Umi ikut ke pancing
" Ah, mana ada Umi!! kak Hilya bohong ini gak sampai 100jt Umi!!"
" Itu udah mahal banget nak!!! Umi ajah kalo beli perhiasan mentok 15jt itu gin byasa arisan!!" Umi Anton cukup terkejut, sampai lupa kode etik ketika membongkar kalo dirinya ikut arisan
" Namanya juga cinta Umi!! ya gak Fran??" Hilya mengoda dengan menarik turunkan alisnya pada Zahfran
Sedangkan Zahfran meringis dengan malu
" Tekor beneran mang ojek mah!!" Anton mengeleng dramatis
" Bukan uang ojek mas!! ini uang yang waktu ituuuuuu..... " Zahfran tersipu malu itu adalah uang penjualan mobil sewaktu Zahfran ingin membayar operasi Hilya
Anton yang paham mengangguk dengan bibir membentuk huruf o
Mereka keasikan ngobrol lupa dengan duka kematian Mariani ... hadeeeeeh sungguh terlalu...
****************************************************************************************************
" Para pembaca setia cerita ini beberapa episode lagi akan ada konflik puncak kehidupan rumah tangga Anton dan Hilya.. hayoo mana yang ngedukung Hilya akan terus bersama Anton dan mana yang ngedukung Hilya akan kembali bersama ustadz Adnan???"