
Anton berdehem mengalihkan perhatian semua...
Anton: berarti kalo kamu maunya kak Hilya sama mas Adnan mu ini, siap-siap saja kamu angkat kaki detik ini juga dek!!" gertak Anton untuk mencairkan suasana...
Dini: ahhhh... apaan sih A...!!".
Anton: nah makanya ...!! lagian istri Adnan baru saja tiada Din!! mana bisa semudah itu move on!!" ..
Dini mencabikkan bibirnya, itu kan tadi Dini bilang seandainya......!! waktu kak Hilya jandanya bersama an dengan kak Adnan menjadi duda....A...!!".
"Jika aku bilang bahwa kenyataan nya aku dan Hilya berpisah dan menyandang status sebagai duda dan janda di waktu bersamaan kamu percaya gak Din??" tiba-tiba Adnan bersuara.
Anton dan Hilya saling pandang. Adnan seperti ingin menjelaskan sesuatu.
Dini: emmmm... mungkin!! emang beneran Kaka dan mas Adnan dulu pernah bertemu sebelum berstatus sebagai istri Aa..??".
Adnan terseyum kecut. kenyataannya dirinyalah cinta pertama Dan suami pertama Hilya.
"Mas Adnan mantan suami Kaka dek,!!" bukan Anton yang menjawab melainkan Hilya.
Bibir Dini ternganga..mendengar kenyataan bahwa istri Kaka nya pernah saling kenal dulu, bahkan tidak hanya saling kenal tapi pernah menjalani hidup serius dalam ikatan pernikahan.
Sedangkan Adnan terdiam dengan tatapan mata tak lepas dari wajah Dini yang tampak shock.
Dini: jadi beneran Kaka pernah bertemu sebelum kak Hilya jadi ipar aku , bahkan kalian pernah menikah?? memangnya kak Hilya pernah jadi janda berapa kali??"
Hilya mendelik mendengar pertanyaan adik iparnya!!
Adnan: sekali!! dan itu mas yang menyebabkan perpisahan kami."
Pandangan Dini menatap lekat wajah Adnan pria yang Dini anggap sebagai Abang sendiri.
Adnan: mas menikah lagi!!" jawab Adnan lesu.
Gadis itu tersenyum pedih, kepalanya mengeleng pelan, sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka semua menuju kamarnya yang telah di sediakan oleh sang Kaka.
Adnan hendak mengejar, namun Anton mencegah nya.
Anton: biarkan nan!! gadis kecil kita sedang kecewa sama abangnya!! kamu tau sendiri Dini dan Umi begitu kontra dengan kata poligami, bahkan kamu tau jelas bagaimana kehidupan Kami dulu. Dini butuh waktu pasti nanti dia akan mengerti ..."
Adnan diam..dalam hatinya Adnan tidak ingin Dini membencinya. ada apa??...kenapa Adnan begitu takut kalau Dini tidak lagi menyayanginya seperti dulu.
Adnan: aku memang layak kalian benci ton!!"
Anton: aku tidak pernah membenci mu nan!! apa yang terjadi memang sudah garis takdir."
Adnan: boleh aku bertemu Dini sebentar??" entah mengapa Adnan begitu tak rela dini membencinya, Adnan seolah ingin menjelaskan semuanya pada Dini.
Anton: biarkan dia sendiri untuk sementara Naan!!..mungkin dini kecewa karena belasan tahun tak bertamu dengan abangnya sekali ketemu eh Abang nya ngelakuin kesalahan yang sama dengan Abah." ucap Anton menenangkan Adnan.
" Please!! tooon!! sebentar saja!!" iba Adnan.
Anton bingung dengan sikap Adnan yang seolah begitu khawatir dengan Dini, tapi Anton berfikir positif.
Anton: ya kalau kamu mau nyusul dini dia di kamar atas pintunya warna putih tulang. tapi.......
Belum selesai Anton bicara Adnan sudah berlari menaiki tangga.
Anton dan Hilya saling pandang lagi. Entah mengapa mereka berdua sama-sama merasa bahwa Adnan sedikit berbeda, Adnan seperti memiliki semangat dan motivasi untuk kedepannya.
Selain putranya yang akan segera di perbolehkan pulang atau karna kehadiran Dini.