
"Bagaimana para saksi?? sah"
"Saaaaah!!"
"Alhamdulillah"
Semua merasa lega sesaat ijab qobul berjalan dengan lancar
Dini di tuntun oleh Abah nya, Pria berumur itu kini sudah mampu berjalan dengan kedua kakinya
Umi Anton menangis haru di tempatnya, tak menyangka pria yang pernah menyakitinya dulu kini bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang Bapak, sakit hati yang begitu dalam seolah terobati melihat senyum putri kesayangannya
Dini duduk di samping Zahfran, Pria yang lebih muda darinya kini telah sah menjadi suaminya
Setelah acara inti berjalan lancar, para tamu mulai meninggalkan kediaman Anton
Anton masih sibuk dengan keluarganya, terlebih Abahnya meminta waktu dirinya, Dini, Zahfran dan juga Umi Anton untuk berbicara sebelum pulang
sedangkan Hilya sedang berada di tengah tengah keluarga Adnan, karena Baby Khansa di culik oleh Mama dan Papa nya ke kamar mereka
" Hilya!!" tiba-tiba Adnan memanggil Hilya dari samping
" Hai mas!!" ucap Hilya dengan senyum kecil
" Apa kabar Hil!!" Adnan berbicara lirih
" Alhamdulillah baik!! mas Adnan bagaimana??"
" Alhamdulillah baik juga!!"
Adnan menarik nafasnya dalam
" Maaf kalau pesan terakhir kakek membuatmu tak nyaman!! jangan terlalu di fikirkan!!, aku sadar diri Hil, meskipun melupakan mu begitu susah aku tak mau berdosa dengan mengharapkan istri orang!!" Adnan berbicara sambil menunduk
Tadi Ibu Adnan menyampaikan kepada Hilya dan Adnan tentang pesan terakhir sang kakek yang ingin Hilya dan Adnan bersatu kembali, tidak ada maksud lain Ibu Adnan hanya ingin berbagi beban saja, beliau cuma takut kualat mengabaikan amanah bapaknya, biasa orang Jawa memiliki banyak pantangan kata sebagian suku Jawa permintaan orang yang mau meninggal itu amanah yang harus di jalankan
Hilya hanya tersenyum tipis, bingung juga harus menanggapi bagaimana, nyatanya rasa tidak nyaman itu begitu memenuhi hatinya
" Aku akan kembali ikut Papa ke negeri orang!! aku terlambat menyadari bahwa menjadi pembisnis itu cukup mengasyikkan, aku ingin menetap di sana nantinya, aku bersyukur Papa tak membenciku karena telah menyakiti Putri tersayangnya, sangat di sayangkan aku begitu terlambat menyadari arti keluarga sesungguhnya, semoga suatu hari nanti kita bertemu dengan keadaan yang lebih baik yaa!! aku ingin belajar membuka hati ku untuk wanita lain, dan mohon izinkan aku untuk memanggil Papa dan Mama pada kedua orang tuamu, aku ingin mengabdikan diri bersama mereka, sambil menanti jodoh, siapa tau jodohku bisa setengah bule hehehehe.. Adnan mencoba mencairkan suasana
Hilya terseyum kali ini terlihat lebih tulus
" Doa terbaik untuk mas Adnan dan Akbar ya!! semoga Allah mempertemukan mas Adnan dengan wanita Sholehah yang tulus menyayangi Akbar nantinya"
" Amin , terimakasih Hil!!"
Hening
" Hilya!! boleh aku bertanya sesuatu hal??"
" Silahkan!!"
"Masih bolehkah aku menyimpan nomor ponsel mu? ahh maksut ku aku hanya ingin menyimpannya saja, aku disana bersama Mama dan Papa bukan, siapa tau......
" Silahkan!!" Hilya memotong ucapan Adnan cepat, meski sebenarnya Hilya agak ahh sudah lah
" Terimakasih!!"
" Sama-sama!!"
Hilya menoleh dan tersenyum, Anton duduk di sebelah Hilya, kini Hilya terhimpit dua pria yaitu Adnan dan Anton , sedangkan keluarga Adnan lainya sibuk mengobrol masing-masing
" Mana Akbar Nan??" Anton bertanya pada Adnan
" Di bawa neneknya tadi!!"
Anton hanya menganguk mengerti " Yang, apa princess juga di culik Mama dan Papa??"
Hilya tertawa . " mereka lagi sibuk monopoli cucunya mas'!!"
" Kayaknya kita perlu membuatkan mereka cucu baru DECH Yang!! jadi saat salah satu bersama mereka kita gak kesepian gini!!" Anton mengerling manja
" Ckckck kalian bikin iri Ajah!!" Adnan menimpali obrolan Anton dan Hilya
" Makanya sana Loe cari dong Nan!!" Anton mengoda sahabatnya
" Tunggu Akbar besaran dikit lah!! Adnan mendesah
" Akbar juga butuh sosok Ibu Nan!!"
" IYa doain ya!! aku mau ikut Mama dan Papa ke luar negeri lagi!!"
" IYa Mama dan Papa sudah bilang tadi, waaah berasa punya menantu dua nih Mama sama Papa Yang!!"
" Kamu' sudah dianggap putra mereka sendiri Ton!!" Adnan menimpali
" Aku doakan yang terbaik untuk kamu dan Akbar ya Nan!! titip Mama dan Papa!!"
" Terimakasih!!, aku juga senang kamu dan Hilya mengizinkan aku untuk memanggil mereka Mama dan Papa Ton!! semoga kalian selalu langgeng, cepat mendapat momongan kembali"
Adnan melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya
" Udah mulai larut kayaknya kami harus pamit Ton!!"
" Kenapa tidak bermalam disini saja Nan!!"
" Tidak ah' takut telinga ku ternodai!!"
Anton tergelak
" Baiklah Bro!! hati-hati yaaa..."
" Hilya, Ton!! aku pulang dulu, selamat atas pernikahan Dini sampaikan salamku pada Mama dan Papa, assalamualaikum!!"
Setelah berpamitan Adnan menghampiri keluarganya dan meminta mereka segera berpamit pulang
-----------------
Part nya panjaaaang kali ini lo...
makasih yang udah setia nungguin up author..
semoga pembaca setia senantiasa sehat dan banyak rejeki nya....
minta dukungan like, komen dan vote nya buat author yaaaa....