Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
63.Bertemu mantan.



Hari ini Hilya libur Bekerja, Hilya berniat mengajak sang suami pergi berbelanja.


Ini pertama kalinya Hilya mengajak Anton keluar berdua biasanya mereka pergi bersama Arkab, kali ini sang perawat sedang ada acara keluarga.


Hubungan Anton dan Hilya tambah hari tambah harmonis, Anton sudah banyak mengingat Masa lalunya, Anton mulai bisa mengingat masa-masa sekolah dan saat menuntut ilmu di pondok pesantren bersama Adnan.


Anton sering menceritakan tentang Adnan pada Hilya, tapi anehnya Anton belum bisa mengenali siapa istrinya.


4 hari yang lalu orang tua Hilya datang mengunjungi mereka Hilya bersyukur papa dan mamanya tidak mempermasalahkan kondisi suaminya.


Bahkan ayah Hilya berencana akan membawa Anton ke Jerman Minggu depan untuk melakukan operasi.


Entah mengapa Hilya merasa Papanya begitu care pada Anton, tidak seperti pada Adnan dulu, apa karena status mereka sama-sama sebagai Dokter??"


Tapi setau Hilya kedua orang tuanya tidak pernah menilai seseorang dari segi bibit bebet dan bobot, seperti pada kisah kebanyakan orang tua tidak menyetujui hubungan anaknya dan pacarnya karena Drajat yang berbeda.


Bahkan Mamanya begitu perhatian pada sang menantu, Hilya bisa melihat betapa akrabnya mereka meski baru saja bertemu, apa karena sikap dan perilaku Anton yang humoris??"


Saat kedua orang tuanya bertanya pada Anton cara untuk membahagiakan putrinya Jawaban Anton begitu sederhana. " Saya akan berusaha menjaga dan melindung istri Saya saat Allah masih memberikan kepercayaan untuk menjaganya."


Tapi saat Allah telah mengambil kepercayaan itu darinya Anton akan berusaha mengiklaskan nya, karena bila mereka ditakdirkan jadi pasangan dunia akhirat, sebanyak dan seberat apapun ujian mereka, Allah tidak akan membiarkan mereka berpisah.


Tidak ada janji dan tidak ada kalimat menuntut di ucapan Anton, berbeda saat dulu Adnan yang di tanyakan perihal yang sama oleh orang tua Hilya, Adnan begitu mengumbar janji yang nyatanya tak satupun terwujud kan.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Kini keduanya telah siap untuk pergi.


Hilya mengandeng tangan suaminya dengan mesra, Anton tampak begitu tampan dengan celana jins dan kaos santainya dia tampak begitu gagah dengan tampilan sederhana, ditambah kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.


Hilya memakai stelan gamis yang sederhana berwarna pastel yang begitu kontras dengan warna kulitnya, membuat Hilya tampak anggun dan menawan.


Hilya membantu sang suami masuk kedalam mobilnya, Hilya memasukan tongkat sang suami di kursi belakang.


Gelak tawa mewarnai perjalanan mereka, sampai tak terasa mereka telah sampai disebuah pusat pembelanjaan yang mereka tuju.


Saat Hilya akan membukakan pintu untuk Anton, Hilya melihat sebuah mobil yang cukup familiar di samping mobilnya.


Tapi Hilya berusaha untuk tidak ambil pusing, mereka masih hidup di kota yang sama wajar jika dia bertemu dengan Adnan.


Hilya melihat Anton yang meraih tongkatnya.


"Ahh pasti aku akan merepotkan mu" ucap Anton sebelum menyambut tangan sang istri.


Hilya hanya terkekeh menanggapi ucapan suaminya, Hilya mulai terbiasa dengan candaan Anton, bahkan Hilya saat ini begitu menyayangi suaminya, tapi dihati kecilnya masih terselip nama sang mantan yang pernah menjadi orang yang bertahta di dalam hatinya.


Mereka jalan beriringan rencana awal adalah makan siang terlebih dahulu, Hilya mengajak Anton duduk di kursi, Hilya akan memesan ayam dan nasi terlebih dahulu.


Saat Hilya sedang mengantri tatapan matanya tertuju pada dua orang yang sedang makan di tempat tak jauh dari dirinya berdiri, saat hendak mengalihkan pandangannya, tiba-tiba pria itu menyerukan namanya.


Hilya mau tidak mau berbalik menghadap mereka, Adnan berlari mendekati nya.


" Hil apa kabar?? lama kita tidak bertemu!!"


" Aku baik, iya barang kali memang aku jarang jalan aku sibuk dengan kegiatan ku." tak ada niatan Hilya untuk berbalik menanyakan kabar pada Adnan. toh nyatanya Adnan saat ini berdiri di hadapannya dengan sehat wal Afiat.


Ingin Hilya segera berlalu namun pertanyaan Adnan selanjutnya membuat Hilya kembali berfikir.


" Kamu datang bersama siapa??". terlihat Adnan celingukan melihat mana kira-kira teman Hilya. untung saja Anton duduk membelakanginya membuat Adnan tak dapat melihat wajah Anton.


Sayang saat Hilya hendak membuka mulutnya teriakan nyaring membuatnya mengalihkan pandangannya. betapa terkejutnya Hilya saat melihat seorang pria memukul kepala suaminya dengan botol kaca hingga kepala Anton berlumuran darah.


Saat Hilya akan berlari, langkahnya keduluan Adnan yang menyadari bahwa yang sedang teriak itu adalah Anton.