
Senyum tersungging di bibir manis Hilya, tanganya menarik selimut menutupi wajahnya, ada malu tapi juga senang mendengar ungkapan hati seorang Adnan untuk nya
Pipi janda dari mendiang Anton itu merona malu, entah apa yang Hilya rasakan, impati kah??, rasa nyaman kah?? ataukah perasaan lama yang muncul kembali, kendati demikian Hilya tak membohongi diri sendiri kalau sebenarnya Hilya jadi penasaran dengan sosok mantan suaminya itu, ada rasa ingin lebih mengenal sosok suaminya tersebut
Malam itu baik Hilya maupun Adnan sama-sama tak bisa tidur, hingga pagi menjelang mereka berdua sama-sama tak mendapati waktu subuh karena mereka terlelap dini hari dan bangun kesiangan
Hilya terburu-buru berjalan ke mushola rumahnya, Hilya terkejut mendapati Adnan yang baru membuka permadaninya
" Mau sholat Dhuha??" pertanyaan bodoh yang keluar dari bibir Hilya, nyatanya waktu belum tiba saatnya sholat Dhuha di mulai
Adnan meringis malu
" Subuh yang kesiangan!!" jawab Adnan dengan binar malu.. " kamu sendiri??" tanya Adnan balik karena Hilya juga tengah mengenakan mukena
" Ahhh semalam aku gak bisa tidur, jadi nya yaaaa.... Hilya tak melanjutkan ucapannya, hanya mengangkat kedua bahunya, namun kendati demikian Adnan faham, karena apa yang di alami Hilya juga di alaminya semalam, sulit tidur hingga terlambat sholat subuh
" Kita jamaah saja!!" ucap Adnan kemudian tak lama setelahnya takbir
Sepasang suami istri itu khusyuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Hilya sendiri begitu nyaman dengan surah-surah yang dibaca Adnan indah di dengar karena Adnan memakai irama jiharkah yang lembut, dan surah yang di bacakan Adnan tentang kutipan rumah tangga, sangat pas untuk mereka yang pengantin baru
" Assalamualaikum warahmatullah, Assalamualaikum warahmatullah"
Mereka berzikir sejenak , setidaknya masih sempat berzikir pagi dan setelah nya Hilya meraih tangan Adnan dan menciumnya takzim
" Mas' aja nanti yang jemput Khansa, adek jangan khawatir, apa ada kegiatan di luar hari ini??" tanya Adnan menghilangkan gerogi
" Aku ke kantor hari ini mas!, kalau mas Adnan yang jemput Khansa berarti nanti aku langsung pulang saja setelah kerja"
__________________
2 Minggu berlalu hubungan antara Hilya dan Adnan masih tetap sama, mereka memang sudah sering berinteraksi, tetapi setiap malam Adnan masih menemani putri nya tidur
Beberapa hari ini Adnan begitu repot, pekerjaan yang menumpuk begitu menyita waktunya, kemarin putrinya Khansa ngambek karena Adnan telat menjemput nya kesekolah, hari ini meski Adnan masih banyak pekerjaan, tapi Adnan rela meninggalkan nya demi sang putri , Adnan rela menunda rapat penting demi Khansa putri yang begitu Ia sayangi
" Rok atur ulang jadwal , aku harus segera pergi!!" ucap Adnan pada sekertaris Papa Hilya
Roky terbengong
" Pak, kita ada rapat penting setelah ini!! kita akan rugi besar jika kita memutuskan sepihak!!"
" Atur ulang saja Rok, jika mereka menolak, anggap saja bukan rejeki perusahaan kita untuk bekerja sama dengan mereka!!" Jawab Adnan sembari merapikan berkas pekerjaan nya
" Memangnya Bapak akan pergi kemana??" tanya Roky Begitu panik
" Aku mau menjemput putriku !!" ucap Adnan datar
Roky ternganga mendengar jawaban Adnan, bagaimana bisa hanya demi menjemput putri nya ke sekolah Adnan rela rugi puluhan juta??
" Aku pergi Rok ... Adnan melambai santai ke-arah Roky
Roky frustasi mengusap kasar wajah nya
" Good .. apa orang kaya suka begitu ya?? hanya demi masalah sepele rela kehilangan uang puluhan juta bahkan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan nomor 3 tersukses di dunia ??" gunam Roky
Dan tanpa Adnan dan Roky sadari sepasang mata jernih melihat dan mendengar apa yang mereka obrolkan tadi
Sepasang mata itu melangkah mendekati meja yang di tempati Roky
" Tidak perlu kamu atur ulang jadwal pak Adnan, aku akan mengantikan menghadiri rapat penting itu
" Bu Hilya??.. maaf Bu saya ketahuan mendumel kepada atasan!!" sesal Roky si kariawan magang yang di beri kepercayaan Papa Hilya untuk mengantikan sekretaris nya yang sedang sakit
" Tidak apa-apa, Sekarang mana berkas yang harus saya pelajari??" tanya Hilya dengan senyum
Roky menunjukkan pekerjaan Adnan yang begitu menumpuk, Hilya yang menatap tumpukan berkas-berkas itu tersenyum prihatin
S*esibuk ini kamu masih saja mengutamakan kepentingan Khansa mas, maaf jika aku terlalu abai dengan suami*
Tangan cantik Hilya mulai bergerak di atas keyboard, matanya mulai meneliti dan mencocokkan berkas dan mempelajarinya, Hilya larut dalam pekerjaan hingga Roky mengabari bahwa rapat penting akan segera dimulai
Hilya yang memang sudah siap langsung meng save data dan segera menutup laptopnya dan berjalan mengikutinya Roky
2 jam Hilya selesai dengan urusan pekerjaan Adnan, Adnan pun selesai dengan urusan sang putri, Hilya yang membaca berkas terakhir tertegun, berkas itu adalah berkas yang harus Adnan selesaikan di negara Inggris, itu berarti...
Hilya langsung melihat jadwal yang tertera di
berkas tersebut, itu berarti lusa!!, apa lusa Adnan akan kembali ke Inggris??" hati Hilya terasa berat saat mengetahui bahwa Adnan akan segera kembali ke luar negeri
Hilya yang masih sibuk merenung tak menyadari bahwa saat ini Adnan tengah menuju ke ruangannya