Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
259.Ngambek



" Karena aku....


Hilya berhenti berkata saat ketukan pintu terdengar, tetapi Adnan tak membiarkan istrinya beranjak, meskipun dua suster tengah meminta izin untuk masuk


" Jawab dulu karena apa dek'??" Adnan meminta Hilya menuntaskan kalimat yang hendak di ucapkan


" Karena aku sayang sama mas Adnan!!"


Adnan tersenyum bahagia mendengar ucapan Hilya


" Mas juga sangat menyayangi Adek dan Khansa"


" Permisi!!" dua perawat memasuki kamar rawat Adnan


Hilya mempersilahkan dan duduk di samping brangkar suami nya


Hilya melihat kedua perawat sedang mengganti infusan Adnan dan juga menyuntikkan obat kedalam infus nya, Hilya menunggu beberapa saat suster memeriksa kondisi Adnan, tetapi setelah selesai bermenit-menit berlalu kedua perawat itu tak juga beranjak


Hilya memperhatikan kegiatan kedua perawat itu yang tak lagi melakukan kegiatan yang penting, yang ada kedua perawat itu seolah sengaja berlama-lama mengecek keadaan Adnan, lebih tepatnya Hilya melihat para suster itu sedang caper pada suaminya


" Apa masih perlu di cek Sus??" tanya Hilya melihat salah satu suster yang sedang berpura-pura mengetuk selang infus Adnan yang sebenarnya sudah berjalan pada mestinya


" Ini Bu selang infus nya gak mau mengalir, jadi saya perbaiki!!" kilah sang suster


Hilya tersenyum Duchenne. Alias menunjukkan senyum bahagia pada kedua perawat


" Ihh jadi dengan selangnya diketuk itu bisa membuat selang kembali berjalan??" tanya Hilya masih menunjukkan senyum terbaik dengan kepala yang mengangguk- angguk, padahal di dalam hati Hilya geram luar biasa


" I- iya Bu!!" suster itu menjawab dengan ragu-ragu


" Bisa saya tau siapa Dokter yang menangani suami saya Sus??"


" Ke - kenapa ya Bu??" tanya salah satu suster tampak gugup


" Hanya ingin tahu!!" jawab Hilya tersenyum


" Dokter Indri Bu yang menangani Bapak Adnan.


" Ohhh... apa Beliau masih di rumah sakit??"


" Beliau baru masuk besok pagi Bu!!"


" Oh baik kalau begitu, tolong besok kalo Dokter Indri sudah masuk piket, Tolong!!__ Hilya membuka tasnya, kemudian mengulurkan sebuah kartu nama pada suster. "Berikan ini padanya, besok saya akan menemuinya di ruangannya."


Suster itu menerima kartu nama Hilya dengan ragu-ragu sebelum mata suster itu terlihat melebar.


Hilya yang sempat melihat keterkejutan suster itu tersenyum smirk.


Bagaimana tidak terkejut ketika Hilya memberikan kartu nama nya yang masih memiliki gelar Dokter di depan Namanya


"Anda seorang Dokter??" tanya suster itu terlihat begitu malu karena ketahuan modus dengan pasien


" Dulu.. sekarang sudah resign, itu sebabnya saya baru mengetahui trik baru cara menjalankan infus yang sebenarnya sudah jalan!!" kali ini tidak ada senyum dibibir Hilya, justru Hilya menatap kedua suster itu begitu dingin seperti mengatakan kalian ketahuan tak profesional.


" Ma- maaf Dok!!" suster yang tadi memberi alasan pada Hilya tampak begitu gugup, sedang suster yang satunya terlihat bingung


" Dokter kami permisi!!" suster yang tadi ketahuan modus itu segera menarik tangan rekannya


Hilya tak mencegah kedua suster itu pergi, toh apa yang sudah dia lakukan sudah cukup membuat suster itu pucat pasi, Hilya menatap nanar pintu kamar inap yang kembali tertutup


" Dek, sayang ada apa?? tanya Adnan dengan menarik lembut tangan istrinya


Hilya menepis tangan Adnan


" Mas Adnan senang dimodusin sama perawat??"


Adnan tampak bingung


" Di modusin bagaimana Dek??" tanya Adnan benar-benar tak tau maksud istrinya


Hilya menatap sengit suaminya


" Aku mau pulang malas jagain orang yang gak peka!!"


Adnan melongo, lipatan di dahinya kian banyak


Hilya segera merapikan barang-barang nya


" Sayang mau kemana??'


" Pulang!!"


" Lhoh Dek ada apa?? Adnan begitu bingung dengan sikap Hilya yang tiba-tiba bad mood


" Percuma aku disini, kalo mas saja suka di modusin suster!!"


Hilya langsung beranjak, membuat Adnan pun spontan bangun


" Mas juga akan pulang!!" ucap Adnan melepas infusnya, Adnan berjalan terhuyung melewati Hilya


" Mas!!" Hilya menarik tangan Adnan


Adnan menoleh


" Ayo kita Pulang!!" ucap Adnan


" Mas masih harus dirawat mas!!"


" Untuk apa?? untuk berbaring lemah sendirian tanpa Adek?? yang ada mas kian parah!!"


" Kok mas yang kesel sich?? harusnya aku donk yang kesel karena mas pasrah saja dimodusin suster!!" kesal Hilya


" Sayang bahkan mas tidak tau apa yang sebenarnya Adek permasalahkan, dan apa sebenarnya yang membuat tiba-tiba adek marah sama mas!!" Adnan mencoba menjelaskan pada sang istri, bahwa dia sendiri tidak tau mengapa tiba-tiba Hilya marah


Hilya menghentakkan kakinya kesal


Adnan sendiri begitu asing dengan sikap istri nya, sebenarnya Hilya kenapa???