Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
236.Keinginan



Azan magrib berkumandang, kedua insan yang terlelap dibangunkan oleh putri mereka, Khansa yang sejak kecil sudah diajarkan oleh Hilya akan kewajiban seorang muslimah sudah terbiasa melaksanakan shalat lima waktu meskipun mendirikannya seorang diri ketika Hilya sedang berpergian


" Ayah, Bunda!!


Bibir mungilnya menyunggingkan senyuman melihat Ayah sambungnya yang memeluk Ibundanya, Khansa begitu menyayangi sosok Adnan, karena hati kecilnya merasa Adnan adalah orang yang mampu membahagiakan bundanya dan membuatnya merasa memiliki sosok orang tua lengkap


Mata sepasang suami-istri itu mulai mengerjab


Keduanya saling melempar senyum


Adnan yang hendak mencium Hilya terkejut dengan suara lain di pendengaran mereka


" Kenapa Bunda jadi susah dibangunkan saat tidur bersama Ayah?? biasanya saat tidur sendiri hanya mendengar Khansa buka pintu Bunda akan terbangun!!"


Adnan dan Hilya segera menoleh kearah gadis kecil yang menatap mereka dengan tatapan naif yang mengemaskan


Hilya dan Adnan menjadi salah tingkah karena ketahuan tengah tidur berpelukan, meskipun Khansa terlihat tak memperdulikan nya tetapi sebagai pasangan dewasa rasanya tidak pantas memberikan pemandangan yang kurang pantas untuk anak seusia Khansa


Oke ingatkan mereka agar lain waktu mulai mengunci pintu


" Ma, Yah, waktunya sholat, kenapa malah bengong??" tanya Khansa dengan bibir yang mengerucut lucu


Hilya dan Adnan tertawa kecil bersama an mencubit pipi Khansa yang menggembung lucu, membuat sang pemilik kian memberengut karena ayah dan Bunda nya kompak mencubit pipinya


___________


Usai melaksanakan shalat magrib


Hilya sudah berkutat di dapur, mengolah sayur untuk menu makan malam


" Bundaaa!!" suara mengema di ruang dapur membuat Hilya menengok sang putri


tapi nyatanya putrinya sama sekali tak mendengar nasehat Bunda nya


" Bunda, Tante Dini dan om Zahrah akan pergi ke Bogor, kerumah Tante Zi, Tante Dini ingin Khansa ikut bersama mereka untuk tengok adik bayi Tante Zi yang baru lahir!!" ucap Khansa masih dengan full volume


Hilya mengeleng, sambil menghela nafasnya


Dini ketika ke Bogor menemui Kaka iparnya akan selalu mengajak Khansa kecil, Dini selalu membawa putri Anton itu saat pergi keluar kota bersama Zahfran, sehingga banyak yang mengira Khansa adalah putri dari pasangan Dini dan Zahfran


Ini udah untuk kesekian kalinya Dini membawa Khansa pergi ke Bogor, dan kini mereka akan kembali membawa Khansa menghadiri acara aqiqah putra kedua Zi dan Fauzan


Ya Zizi setelah menikah dengan Fauzan, mereka pindah ke kota Bogor, Fauzan benar-benar meninggalkan profesinya sebagai seorang Dokter dan memilih menjadi peternak burung puyuh, Burung walet, dan bibit ikan mereka hidup tentram di kota yang dijuluki kota hujan itu.


" Kalau begitu sebentar setelah Bunda selesai masak, Bunda akan siapkan keperluan Khansa


Hilya mendatangi sang putri agar tak lagi teriak-teriak saat bicara


Hilya melihat putrinya yang menatapnya sendu


" Khansa ada apa?? Hilya mengelus Surai Hitam putrinya rambut Khansa mewarisi gen Anton, rambut Khansa berwarna hitam gelap


" Bunda Khansa juga mau punya Adik!!" kalimat itu meluncur dengan mulusnya dari bibir mungil penerus Anton itu


Hilya tampak terkejut akan ucapan putri nya itu, tetapi dengan cepat Hilya mencoba mengendalikan diri


" Khansa doakan saja ya Sayang, semoga Allah mengabulkan doa Khansa nanti!!"


Saat mata Hilya memandang lurus ke depan, di sana tepat beberapa meter dari putrinya Adnan berdiri dengan menatap dirinya dan Khansa dengan tatapan tak terbaca