Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
147.Cinta Anton



Tawa renyah Hilya memenuhi ruangan baby Akbar, baby yang ber pipi tembem itu begitu mengemaskan membuat Hilya terus menciumi wajah baby Akbar.


"Gak usah kepingin DECH!! santai ajah kali mukanya lihat anak mu diciumi Hilya, toh dulu pasti kamu juga pernah merasakannya juga". selonoh Zahfran pada Adnan, yang membuat Adnan mendelik menatap pria muda yang nyatanya sodara tiri sahabat nya.


Seandainya Adnan adalah Anton pasti perdebatan itu terjadi, tapi Adnan adalah sosok orang yang tak pandai bergurau dan berdebat, Adnan tergolong pria pendiam dan jarang ber intraksi dan tidak banyak bicara yang membuat kebanyakan orang jarang bisa akrab dengan dirinya.


Zahfran menatap remeh Adnan. "kemana istri muda mu?? kenapa dia tak mengurus baby Akbar??"


Adnan menatap wajah pria dihadapannya


kemudian menjawab lirih


"Sudah tiada!!".


"Mati?? atau kamu campak kan juga??" pertanyaan Zahfran blak blakan.


Adnan terkejut mendapat pertanyaan yang begitu terus terang dari Zahfran.


" Pulang kepangkuanya"


"oh!! Pantas!!".


Adnan menyergit. "apa ada yang salah??"


Zahfran tersenyum sinis.


"Salah jika kamu mengharapkan seseorang yang telah kamu buang dan kau campakkan kembali padamu." ucap Zahfran dengan penuh penekanan.


"Aku tidak se rendah itu!!"


Zahfran mengangkat bahunya acuh.


" Bukan urusan ku juga!!"


" Itu seharusnya berlaku untuk dirimu sendiri, Hilya adalah istri dari sodara tiri mu, kamu harus ingat itu!!"


Zahfran terkekeh kecil, "Aku akui aku mencintai Hilya, tapi aku tidak pernah mencoba merebutnya, kalau memang aku berjodoh dengan Hilya ya aku menerima, jika pun tidak aku akan berusaha...


"Kau!!"


"Aku belum selesai!!" seru Zahfran yang tak terima ucapannya dipotong oleh Adnan.


"kalau memang aku berjodoh dengan Hilya ya aku terima jika pun tidak aku akan berusaha merelakan nya". ucap Zahfran melanjutkan kalimatnya yang dipotong oleh Adnan.


Adnan yang mendengar ucapan Zahfran bernafas lega, Adnan berfikir Zahfran akan mengejar Hilya dengan cara apapun nyatanya pria muda itu tetap memiliki pendirian yang baik.


" Aku iri kepada kalian, meskipun kamu hanya mantan setidaknya kamu pernah memiliki Hilya secara utuh baik hati maupun fisiknya, wanita yang begitu cantik luar dalam". gumam Zahfran yang menatap lekat wajah Adnan.


"Terlepas dari itu semua, kamu tetap pernah memiliki Hilya seutuhnya, baik buruknya dirimu pada Hilya itu adalah pilihan mu." ucap Zahfran cuek berlalu mendekati Hilya dan baby Akbar, sedang Adnan hanya mampu meratapi masa lalunya karena perkataan Zahfran padanya seperti memutar memory lama yang telah ia coba lupakan.


______________


Anton membawa masuk Keysa kedalam kamar rawatnya setelah Keysa kembali mengeluhkan sakit yang luar biasa pada perut nya


"Aku mohon Ton!! aku ingin kamu rawat!!". iba Keysa.


Anton duduk di sebelah brangkar "Maaf key!! putri kami juga membutuhkan tenaga ku, istriku juga masih dirawat" .


"Apa istri mu lebih cantik dariku?? Apa dia lebih kaya??" ucap Keysa yang mulai tak terkendali.


Anton terseyum lembut, mendengar pertanyaan Keysa tentang sang istri membuat Anton membayangkan wajah istrinya yang begitu cantik.


"Istriku segalanya untuk ku key!!"


"Apa dia lebih cantik dariku??"


Anton mengeleng, membuat Keysa sedikit bahagia sesaat, namun ucapan Anton berikutnya membuat Keysa kembali terpuruk.


"Istriku lebih cantik dari wanita manapun, kamu memang cantik key!! tapi ada kecantikan tersendiri yang istriku miliki". semburat merah muda muncul dikedua pipi Anton membayangkan senyum manis sang istri, membuat wajah Anton merona


Anton sadar tidak ada lagi tempat dihati Anton untuk siapapun termasuk Keysa, meski nama itu masih ada, namun ruang cintanya telah dipenuhi cinta untuk istrinya dan ditambah lagi cinta untuk putrinya yang baru lahir.


Keysa terisak.


"Begitu beruntungnya istrimu mendapatkan cinta yang begitu besar dari mu Ton, aku iri!!"


Anton tersenyum tulus.


"Aku yang beruntung mendapatkan wanita yang mulia seperti dirinya, aku bersyukur mendapatkan istri sebaik istriku , dirinya begitu bersabar menerima kekurangan ku".


Pujian yang di berikan Anton untuk sang istri membuat Keysa menyadari, Anton benar-benar telah berubah, tidak ada lagi binar cinta yang tersisa untuk dirinya, namun binar cinta itu terlihat nyata saat Anton membicarakan tentang sosok istrinya yang entah bagaimana rupanya.


bersambung.....


Bomm up untuk hari ini, maaf beberapa hari terakhir author sibuk menyambut hari raya idul Fitri ❤️❤️ jadi mohon di maklumi..


ucapan terimakasih untuk pembaca setia ...


" mohon dukungan like , komen dan vote nya untuk author"


vote, like, dan komen ya membuat author makin semangat menulis


author ucapkan "selamat hari raya idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin"