Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
219.Adnan



" Ha-ha-ha.. yeees!! ya Allah senangnyaaaa!!" seru Adnan, tak perduliin dengan Hilya yang memandangnya aneh


Hilya menatap Adnan tak percaya


Ya Allah.. apa keputusan ku ini benar??, melihat mas Adnan yang begitu senang aku juga merasa lega, dan putriku pasti juga senang dengan keputusan yang ku ambil, tapi hatiku?? apa yang hamba rasakan masih belum hamba sadari ya Allah, biarkan hamba membuka lembaran baru hamba bersama imam yang pernah hamba ikuti, imam yang pernah menyakiti hamba, semoga imam ini nantinya mampu membuat hati hamba yang gersang kembali subur Aamiin. batin hilya


" Hilya.. aku akan mengurus semuanya, kamu istirahat saja Ya!! aku pergi, titip putri cantik ku Khansa!! Assalamualaikum!!" pamit Adnan sebelum berlalu


"apa gak salah?? kok nitip putri cantik ku sich?? bukanya Khansa itu putri ku??" batin Hilya, karena begitu bingung dengan ucapan Adnan, Hilya sampai lupa menjawab salam Adnan tadi


" Astagfirullah!!... waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh!! ucap Hilya saat sadar Adnan sudah menghilang bersama mobil nya


Hilya tersenyum


" Hati-hati mas'... semoga urusanya lancar!!" gunam Hilya


___________________


Matahari telah berganti bulan, jam menunjukkan pukul 20:00 tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kedatangan Adnan, Bahkan satupun keluarga baik keluarga Adnan maupun Hilya tak ada yang datang sama sekali


Hilya menyergit bingung


" Kok aku merasa kecewa ya?? tapi karena apa??, mungkinkah karena mas Adnan tak jadi menikahiku?? bukanya memang aku menolak??" gunam Hilya pada dirinya sendiri


Nyatanya sudah berjam-jam Adnan pergi Adnan belum juga terlihat batang hidungnya, bahkan sekedar memberinya kabar lewat telepon pun tidak


" Harusnya aku tak terlalu berharap!!" Hilya tampak menghela nafas nya dalam


Saat Hilya hendak menaiki tangga, bel rumah berbunyi


Tak terasa bibir Hilya tertarik keatas, Hilya tersenyum, entah karena apa?? mungkinkah hati Hilya masih mengharapkan pernikahan nya bersama Adnan benar-benar kembali terjadi ?? dan kenapa Hilya tiba-tiba tersenyum, apa Hilya merasa itu Adnan yang datang??"


Tanpa sadar Hilya berlari kearah pintu


_________________


Adnan POV


Hal yang paling ku nanti akan segera tiba


Hilya wanita yang teramat sangat aku cintai akan kembali aku dapatkan, wanita yang tetap bertahta di hatiku meskipun telah belasan tahun aku coba melupakan dirinya, dan nyatanya namanya masih kokoh di singgasana hati ku


Aku bahagia.. sangaaaaaaaaatt bahagia


Kembali bertemu dengan Hilya bukanlah keinginan ku, selama ini aku kerap berkunjung ke makam sahabatku Anton, tidak sekalipun berharap berjumpa dengan Hilya mantan istri ku


Dan 10th lamanya aku mencoba mengubur keinginanku untuk kembali memiliki nya, aku takut Hilya tak akan bahagia hidup bersama dengan ku lagi


Dan aku mengira mantan istri ku itu telah kembali bersuami, setelah sekian lama menjanda


Aku sengaja tak pernah mencari tau tentang dirinya karena aku takut aku akan kembali mengharapkan nya, aku takut mengusik kehidupan barunya


Danan betapa terkejutnya aku, saat mengetahui Hilya matan istri ku masih sendiri, salahkah aku kembali mengharapkan nya??


Saat pertama kali aku melihat wajah mantan istri ku, aku benar-benar terpana, wajah itu, wajah yang tak berubah sama sekali , kecantikan nya tak termakan usia, Hilya masih tetap cantik, anggun dan berwibawa


Pertama kali melihat wajah mungil Khansa aku langsung jatuh hati, aku ingin menghujaninya dengan kasih sayang ku, wajahnya yang mirip dengan mendiang Anton membuatku semakin ingin menyayanginya layaknya putri kandung ku


Dan tak terduga, Khansa membuat segalanya menjadi mudah untuk ku, putri mendiang sahabat ku menginginkan aku mengantikan peran Papanya, mau menjadikanku Ayah sambungnya, yang membuat perasaan ku begitu bahagia


Orang bilang kebahagiaan itu sederhana, tapi bagiku kebahagiaan untuk ku itu cukup sulit, di pernikahan pertama ku bersama Hilya dulu, untuk bersatu dengan Hilya yang dulu bernama Hilary membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan kini saat aku ingin kembali menghalalkannya butuh waktu belasan tahun


Tapi dulu, Hilya lah yang mengejar cinta ku, dan kini akulah yang akan mengejar cintanya, adil bukan?? sepertinya takdir hidupku memang untuk merasakan perjuangan Hilary yang pernah mengejar cintaku, kini Allah ingin mengujiku mampukah aku menaklukan hati Hilya?? sama seperti dulu Hilya yang mendapatkan hati ku dan cintaku.