
Azan Subuh sudah berlalu, tapi tak ada pergerakan dari kedua insan yang tengah bergelung dalam selimut, namun suara tangis putri merekalah yang mampu membangunkan keduanya
"Astaghfirullah mas kita kesiangan!!" Hilya terbangun dan langsung melihat jam dinding
Anton juga bergegas menghampiri Khansa, menenangkan putri mereka
" Yang bersiaplah!! kita jamaah dulu!!
Hilya langsung berlalu ke kamar mandi
Anton sedang memanasi ASI untuk Khansa memasukkan nya kedalam sebuah dot dan di suapkannya ke putri semata wayangnya itu.
Hilya selesai dari acara mandinya, bersama an Dengan Khansa yang sudah kembali terlelap.
Kini giliran Anton yang membersihkan diri
Seusai sholat, Hilya pamit keluar kamar tapi dengan tegas Anton melarang
" Mas aku keluar dulu!!"
" Yang!! aku mau di temani dulu!!"
" Tapi mas aku harus bantuin Umi bikin sarapan"
Hilya melihat wajah Suaminya yang tampak gak suka, akhirnya mengalah, Hilya kembali duduk di tempat tidur dimana Anton juga sedang duduk
Anton terseyum, hari ini rencananya Anton tak akan membiarkan istrinya terbebas dari kukungan nya
Anton meraih ponselnya, mengirimkan pesan pada Dini agar tak menunggu Hilya turun karena istri nya sedang tidak enak badan
Ting
["Dek, kak Hilya gak enak badan, kamu bantuin Umi dan mba Zi masak, atau gak kalian pesan on line saja, AA temani kak Hilya di kamar saja.] Anton
Ting
["Baik A!! ehh tapi kak Hilya gak papa kan??😥."] Dini
Ting
["Gak papa cuma butuh istirahat, nanti kalo udah enakan kita turun, kasih tau umi juga, gak usah khawatir AA hari ini di rumah saja, kamu gak lupa kan kalo kakak mu ini seorang Dokter"]. Anton
Ting
["Sombong Amat 🙄"] Dini
Anton tak membalas pesan Dini, kini tatapan matanya tertuju pada sosok istri nya yang begitu cantik
" YANG!!" Anton memeluk pinggang Hilya posesif
" Masih kangen" bisik Anton di telinga Hilya
" Yang semalam masih kurang??"
tanya Hilya dan di jawab angguk polos oleh Anton
"Tapi ini sudah siang mas, gak enak kalo Hilya tak kunjung keluar kamar!!"
" Aku sudah kasih tau Dini, kalau kamu gak enak badan, jadi aku minta dia bantuin Umi masak atau beli online Saja!!" ucap Anton tanpa dosa
Sedangkan Hilya hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah konyol suami nya
Anton merebahkan kepalanya di pangkuan Hilya, menciumi perut sang istri ber kali-kali
"Dede nya sudah keluar mas, sudah gak berada lagi di perut aku!!"
" Sayang lupa??" semalam aku sudah menanam benih kembali, siapa tau hasil jerih payahku salah satunya menjadi hasil!!"
Hilya memukul lengan Anton
" Kita fokus ke Khansa dulu mas!!"
Anton mendudukkan dirinya, tangan Anton membuka kancing tunik istrinya.
" Mas mau apa??"
" Mau sarapan pagi!!"
Belum sempat protes, Anton sudah membuat Hilya terbuai dengan sentuhan lembut nya, waktu terus berjalan Anton mengerang disetiap hentakan yang tak beraturan, demikian juga Hilya nafasnya kian memburu ******* terus terdengar dari bibirnya hingga di akhir penyatuan baik Anton maupun Hilya mengerang penuh kelegaan
Tubuh Anton ambruk di samping Hilya, senyum kepuasan terpancar dari wajah Anton
Anton menyelipkan anak rambut istri nya " sayang aku begitu mencintaimu, terimakasih selalu membuat aku lemas separti ini!!"
Bisikan Anton membuat Hilya tertawa, tawa Hilya langsung hilang saat Anton kembali menindih tubuhnya
" Kita lakukan sekali lagi ya??"
" Mas tapi!!"
" Please!!"
Hilya menelan ludahnya susah payah, melihat wajah Anton dirinya sungguh tak tega, tapi untuk melayani suaminya sekali lagi, Hilya juga ragu apakah dirinya masih mampu menyelesaikan nya nanti
"Yang!!" mata Anton menatap sendu paha Hilya yang tertutup rapat
Wajah Anton berubah mendung, membuat Hilya kembali tak tega
Akhirnya Hilya membuka pahanya, menariknya keatas, memberi akses untuk suaminya kembali menyatukan diri
Bersamaan masuknya penyatuan mereka keduanya sama-sama mendesah, membuat pagi mereka dipenuhi erangan dan ******* hingga siang menyambut