
Eaktu terus berjalan, jam terus berputar hingga genap 40jam lebih Anton tak sadarkan diri
Hilya tak pernah meninggalkan suaminya, terkecuali saat waktu sholat dan juga membersihkan diri, makan pun Hilya seolah tak mau
Keadaan Hilya sama buruknya dengan Anton, Hilya tampak seperti tak memiliki harapan
Berkali-kali Mama, Papa, Abah, Umi, Dini, Zahfran, bahkan Fauzan mengingat kan Hilya akan putri semata wayangnya yang masih membutuhkan dirinya, Tapi hanya beberapa menit saja Hilya tampak bersemangat, setelahnya keadaan nya kembali terpuruk
" Tolong buka mata mu mas!!" Hilya mengengam tangan Anton yang begitu dingin
Banyak mata menjadi saksi bagaimana terpuruknya Hilya tanpa Anton
Umi Anton sudah tak mampu terus berada di dalam ruang rawat anaknya, umi Anton berlari keluar ruangan, dengan air mata yang tak pernah mengering di pipinya
Mama Hilya dan Papa Hilya pun tak mampu berbuat banyak, mereka pun memilih meninggalkan putri mereka untuk mengurus cucu mereka mengantikan peran Anton dan Hilya, Mama dan Papa Hilya tak kalah terpuruknya sebenarnya, namun demi sang anak mereka mencoba terlihat tegar
Zahfran pun berperan menenangkan Dini, karena Dini begitu dekat dengan Anton yang membuatnya tersayat seperti keadaan Hilya
Sedangkan Zi dan Zahra mereka berada di pesantren, dan tak ada yang memberitahukan mereka perihal Anton karena Anton melarangnya
Hilya tertidur dalam tangis, tidur terduduk di samping Suaminya
Usapan lembut membuat Hilya membuka matanya perlahan
" YANG!!" suara itu, suara yang sudah sejak kemarin di rindukan Hilya
Hilya mengangkat kepalanya yang menempel di pinggir tempat tidur Suaminya
" Ya Allah Yang!! Anton berseru melihat wajah Hilya yang memerah dan juga mata Hilya yang bengkak karena Terus menangis
Anton mengelus lembut mata istri nya dengan jemarinya
" Mending mas segera pergi, dari pada selalu membuatmu bersedih Yang!!" keluh Anton merasa bersalah
" Mas ngomong apa?? tidak aku izinkan mas meninggalkan aku dan Khansa!! mas mukjizat itu ada!!"Hilya menyahut dengan suara serak
" Yang!! Allah sudah terlalu sering memberi mas mukjizat dulu saat mas mengalami kecelakaan hingga mas mengalami kebutaan, saat itu dokter memvonis bahwa mas tak akan bertahan hidup, dan saat mas di tabrak oleh sodara istri Adnan sayang masih ingat??, bahkan waktu itu mas juga mendapatkan nya, kurang baik apa Allah pada mas?? mas sudah merasa sempurna sejak saat mas mendapatkan mu Sayang, dan kini di tambah ada Khansa di kehidupan mas membuat mas merasa sangat-sangat sempurna"
Anton berbicara lembut dengan mata yang begitu tulus menatap istri nya
Sedangkan Hilya hanya diam menyimak dengan air mata yang mengiringinya
" Aku belum siap kehilangan mas Anton!!" lirih Hilya dengan bibir bergetar
Hilya hanya mengangguk kecil
Anton merintih membuat Hilya kalang kabut
" Apanya yang sakit mas'??" lirih Hilya dengan raut begitu khawatir
Terlihat Anton menitihkan air matanya, membuat Hilya kembali terisak
" Mas gak kuat Dek!!"
DEG'
Jantung Hilya seolah berhenti memompa, ini pertama kalinya Anton memanggil nya Dek
" Mas!!" hanya itu yang mampu Hilya ucapkan
Tak lama kemudian Fauzan datang memeriksa keadaan Anton
" Zan bagaimana tawaran ku?? apa kamu mau menerima??" tanya Anton yang membuat Hilya menautkan alisnya
" Akan aku fikitkan Ton!! sekarang kamu fokus dengan kesembuhan mu dulu!!" ucap Fauzan
Anton berdecih meski begitu lemah
lirih Anton mengatai Fauzan " Bahkan kamu sendiri yang membocorkan kalo umurku tak panjang lagi pada istri ku!!!"
" Aku tidak pernah mengatakan seberapa banyak waktumu Ton!!" bantah Fauzan
Anton hanya memalingkan wajahnya saat cairan di dalam suntikan itu pindah kedalam tubuhnya
" Istirahat lah Ton!!" kamu harus semangat demi Hilya dan juga baby Khansa!! nasehat Fauzan
Sedangkan Anton hanya menanggapinya dengan senyum tipis, dan tangan terkepal kuat menahan sakit kepala nya
" Hil, istirahat lah bersama Anton, jangan sampai kamu ikut tumbang nantinya, lihatlah wajahmu sudah tak kalah pucat dengan Anton!!" nasehat Fauzan
Anton yang mendengar ucapan Fauzan segera melihat ke arah istri nya, sediiih hati Anton saat melihat jarum infus itu menancap di punggung tangan istrinya,
ingatkan aku agar selalu berprasangka baik kepada Allah... doa Anton..ya Allah boleh engkau ambil nyawa hamba tapi tolong jaga istri dan anak hamba hujani hidup mereka dengan kebahagiaan setelah berbulan-bulan ini mereka menderita dan selalu menangis karena hamba, berikan jodoh terbaik untuk Hilya istri ku, jodoh yang nantinya dapat menemaninya hingga ajal menjemput, yang tak lagi membuatnya merasakan sakitnya sebuah perpisahan.. Aamiin