Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
164.Jerman



Pukul 9:00


Anton dan Hilya baru membuka kelopak matanya, Anton kembali merapatkan pelukan nya pada sang istri


Hilya mendengus, karena Anton mendusel-dusel di bagian pundak nya yang terbuka, bakal kumis yang mulai tumbuh membuat Hilya merasa geli


" Mas, ini sudah sangat siang, aku belum kasih mandi baby Khansa."


" Sebentar lagi Yang!!"


" Mas Anton ih!!"


Anton kembali menindih tubuh istrinya


" Sayang rasanya aku ingin membuat dirimu lupa caranya berjalan!!"


Wajah Hilya panik seketika


" M- mas A-aku.." Hilya menghentikan ucapannya saat melihat Anton terseyum geli


" Yang aku suka lihat wajahmu yang memerah begini, jadi makin cantik, dan membuatku makin Cinta!!" Hilya tergelak mendengar rayuan Suaminya


" Mas Anton kenapa jadi lebay gini sich??" hmm salah makan apa coba?" ucap Hilya tanganya mencubit gemas hidung mancung suami nya


" Makan kamu"


" CK, mingir bentaran mas, aku mau bangun !!"


" Gak bisa kah seronde lagi Yang??"


"Astaga mas Anton aku bisa mati lemas nanti, perut aku laper banget maaas , kita lanjut nanti malam ya Sayang!!" ucap Hilya dengan menekankan kata Sayang, berharap Anton bisa luluh, dan benar Saja Anton langsung beranjak dengan senyum lebar menuju kamar mandi membuat Hilya mendesah lega


Hilya turun dari tempat tidur, tubuhnya hampir terhuyung karena tiba-tiba rasa nyeri pangkal pahanya begitu menyengat" astagaaa maaaass berasa seperti baru melepas keperawanan aku ini!!" gumam Hilya


" Yang!!" Anton menghampiri istrinya


" Ada apa Yang??"


" A- anu mas, pangkal pahaku nyeri banget!!" Hilya akhirnya memilih jujur


Tiba-tiba Anton berlutut di hadapan Hilya


"Yang, aku nyakitin kamu yaa?? maaf yang aku gak bisa nahan diri aku!!"


" Gak papa mas!! aku juga menikmatinya, kita sama-sama mau bukan??" ucap Hilya menenangkan Anton


Beberapa detik kemudian Hilya sudah berada di gendongan sang suami, Anton membawa sang istri masuk kedalam kamar mandi dengan bibir yang sesekali mengecup lembut puncak kepala Hilya.


_________


Di Jerman, Papa Hilya sedang menunggu kedatangan seseorang yang pernah menjadi menantunya


Sudah Dua Minggu Baby Akbar melakukan pengobatan di negara itu


Dan tepat hari ini Baby Akbar telah di nyatakan sembuh dan Papa Hilya meminta Adnan berkunjung ke apartemen keluarga Hilya sebelum kembali ke Indonesia


Suara langkah kaki, membuat sepasang mata itu menoleh senyuman manis terlihat menyambut kedatangan mantan suami putrinya itu


" Assalamualaikum Pa??"


" Waalaikumsalam__ waaaaaah cucu opa sudah sehaat!!" pekik girang Papa Hilya saat melihat baby Akbar terseyum, baby Akbar memang tumbuh dengan baik berat badannya pun tidak bisa di katakan kecil, hanya saja karena sakit-sakitan membuat putra Adnan itu lambat bergerak, bahkan sudah lebih satu tahun Baby Akbar baru mampu duduk saja


"Pa!! Mama mana??"


" Ada di dalam, ayok kita masuk Nan!!"


Disinilah Adnan berada, di tengah keluarga Hilya lebih tepatnya mantan mertua, tapi keluarga Hilya seolah telah melupakan masa lalu, Papa dan Mama Hilya lah yang mengusulkan agar Baby Akbar berobat kenegara itu, bahkan biaya pun semua di tanggung papa Hilya


"Pa, Ma terimakasih, sudah membantu saya sebanyak ini! maaf sifat saya terdahulu yang pernah menyakiti Papa dan Mama, terutama Hilya, saya menyesal telah merusak Rumah tangga saya sendiri"


" Sudah Nan! Papa dan Mama sudah melupakan semuanya, manusia memang tempat nya salah, yang penting kini kamu harus berjuang demi putra mu, kamu sendiri juga tau Hilya sekarang sudah bahagia, kamu jangan lagi merasa bersalah, yang lalu biarlah berlalu percayalah ada kegelapan akan ada waktunya kembali terang. ya kan Ma??"


" Iya Nan!! apa yang di katakan papa itu benar!!" Mama Hilya turut menimpali ucapan Papa Hilya.