Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
203.Kaget



Adnan berlari keluar apartemen miliknya, mencari seseorang yang bisa membantunya Menganti memandikan Hilya atau sekedar mengantikan nya baju, tapi nihil, karena lingkungan apartemen miliknya adalah unit kecil rata-rata pemiliknya adalah seorang pria yang lajang ataupun pria yang menempatinya karena sebuah pekerjaan yang jauh dari rumah mereka, adapun pemilik sepasang suami istri pun Adnan kurang tau


Memang apartemen ini bukanlah Adnan beli melainkan Adnan sewa sejak kepulangan nya dari Inggris, keluarga Adnan sekarang menetap di Surabaya, sedang sebagian menempati rumah kakek Adnan yang berada di Balikpapan Kalimantan timur.


Adnan bingung bukan main, Adnan kembali berlari memasuki kamarnya, tidak ada cara lain selain dirinya sendiri yang harus menolong Hilya


Adnan berlari menuju kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat dan memberinya sedikit sabun cair , setelahnya Adnan mulai mengendong Hilya menuju kamar mandi , dan memasukkan tubuh Hilya ke dalam rendaman air hangat tersebut


Tangan Adnan bergetar saat mulai membuka penutup kepala Hilya, ini bukan pertama kalinya Adnan melihat rambut Hilya tapi kini setatus mereka sudah tak lagi sama seperti dulu, jika dulu mengagumi kecantikan Hilya justru mendapat kan pahala, tapi berbeda jika Adnan mengagumi nya saat ini, setiap yang Adnan kagumi dari wanita yang bukan mahram nya adalah suatu dosa


Tak berlama-lama Adnan membersihkan tubuh mantan istrinya, setelah selesai mengosok beberapa bagian tubuh Hilya dengan sarung tangan yang sering Adnan pakai untuk memandikan Baby Akbar, Adnan segera mengangkat tubuh mantan istrinya dengan cepat dan memakaikan nya jubah mandi miliknya yang masih baru


Sangking bingungnya Adnan dengan keadaan Hilya, Adnan sampai melupakan bahwa dirinya pun masih mengenakan pakaian yang basah


Perlahan Adnan merebahkan tubuh Hilya di tempat tidur miliknya yang jarang Ia kenakan, karena semenjak pulang dari Inggris Adnan memang terlalu fokus pada sahabatnya, pulang kesini hanya sekedar Menganti pakaian dan memantau perkejaan yang dirinya tinggalkan dan percayakan pada Yuana asisten pribadi nya


Adnan menarik selimut tebal untuk Hilya, mengambil parasetamol cair dan meminumkannya dengan pipet


Selesai mengurus Hilya, tiba-tiba Adnan hampir terhuyung, untung Adnan sempat berpegangan pada sofa bed, Adnan baru merasakan kakinya bergetar hebat, mungkin efek rasa khawatir yang membuatnya tadi mati rasa dengan keadaan nya sendiri, dan kini saat dirinya mulai tenang Adnan baru bisa merasakan kalau tubuh nya pun menggigil dan lemas.


Dengan susah payah Adnan bergegas membersihkan diri dan juga meminum obat yang sama yang tadi dia minuman untuk Hilya, setelahnya Adnan keluar dari kamar, meraih selimut tebal dan membaringkan tubuhnya di atas sofa bed yang terletak jauh di ujung ruang dapur, karena lelah dan lemas akhirnya Adnan pun tertidur


_________________


Mata Hilya mengerjab saat mendengar suara ponsel yang berdering


Hilya tampak Ling lung mengamati ruang asing yang Ia tempati, mata Hilya mengerjab, mencoba mengingat sesuatu, apa kiranya yang membuatnya berada di sini


Hilya bangkit dan mencari sesuatu yang bisa Ia kenakan untuk menutup rambutnya dan mencari tahu apa yang terjadi


Hilya tertegun saat melihat sebuah jam tangan yang sedikit familiar di ingatan nya, di bibir tempat tidur Hilya mulai mencari sesuatu yang menguatkan bahwa firasat nya benar


Hingga mata Hilya menangkap sebuah jas hitam yang berada di sandaran sofa, jas yang dirinya lihat pertama kali seorang Pria datang dari negara tetangga, jas itu Hilya kenali milik Adnan mantan suaminya.


" DEG'"


Jantung Hilya seolah berhenti berdetak


Hilya turun dari tempat tidur dan ingin mencari keberadaan Adnan, ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, bukankah tadi dirinya berada di pemakaman suaminya


Sedetik kemudian Hilya tersadar.


"apa sesuatu terjadi padaku??" batin Hilya, karena Hilya mulai mengingat kalau dirinya di tinggal sendiri oleh keluarganya atas kemauannya, dan Hilya sekilas mengetahui bahwa ada seseorang yang masih menemaninya tadi.


"apa tadi yang berada di belakang ku beberapa meter adalah mas Adnan??"


Tak mau berperasangka Hilya mulai mencari keberadaan Adnan


Kaki Hilya terus menapaki lantai apartemen milik Adnan tapi Hilya hanya menemukan kesunyian dari apartemen yang sedang ia tempati, saat Hilya hendak kembali ke kamar, sekilas Hilya melihat seperti orang yang berselimut tertidur di atas sofa


Hilya mulai mendekat, dan benar' Hilya dapat melihat kaki yang menggantung di ujung sofa, sofa yang pendek membuat kaki seseorang tersebut tak muat di sofa


Hilya ragu ingin membangunkan seseorang yang didalam selimut itu, Hilya sendiri sanksi apakah benar orang itu adalah Adnan.