Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
70.Rumah tangga Adnan



Rumah tangga Adnan bersama Rena, tak seharmonis rumah tangganya dulu saat masih bersama Hilya.


Nayla, bude Adnan mama Rena, terlalu ikut campur urusan rumah tangganya. satu Minggu paska perceraiannya dengan Hilya, mama Rena ikut tinggal bersama mereka.


Alasannya ingin turut menjaga putrinya yang sedang hamil.ditambah lagi sifat manja Rena yang makin hari makin menjadi.


Rena tidak pernah mau memasak, hampir setiap hari Rena datang kerestoran Adnan bersama Ibunya. pakaian nya di laundry, Rena tidak mau mencuci pakaian, tidak pula mengerjakan pekerjaan rumah, kegiatannya sepanjang hari hanya bermain ponsel.


Setiap Adnan menegur istri nya, Nayla selalu ikut campur, Mama Rena selalu bilang kehamilan Rena yang membuat tubuh Rena lemah, bukan karena Rena yang ingin bermalas-malasan.


Belum lagi ritual nyidamnya yang terlalu sering dan tidak wajar.


Seperti hari ini saat Adnan sedang mengurusi bisnis cabang restoran di luar kota, Rena menghubungi nya, minta di belikan apel malang dari kota aslinya, ditambah lagi kata cepat gak pake lama, sebelum memutus pangilan.


Adnan meraup wajahnya kasar, rasa-rasanya Adnan begitu menderita batin, punya istri yang banyak menuntut tapi tidak bisa melakukan apa-apa.


"Astagfirullah.." Adnan Beristighfar.


saat masalahnya belum selesai sang istri sudah menambah beban fikiranya.


Adnan menghela nafasnya, ini bukan pertama ataupun kedua kalinya, ini sudah urutan ke 50 atau 70x permintaan Rena yang tak ada habisnya.


Setiap membuka IG ada teman yang memposting foto makanan yang menarik perhatian nya dia akan minta dibelikan dengan kedok nyidam.


Saat usai sholat, Adnan selalu menangis, entah karena rindu dengan mantan istrinya atau karena menyesal menyia-nyiakan wanita sebaik dan secantik Hilya.


Hilya yang wanita jaman now, modern berasal dari kota , besar diluar negeri, begitu patuh dengan nasehat suami, Hilya setelah menikah dengan nya, tak pernah sekalipun meminta sesuatu pada Adnan.


Bukan karena Adnan tak mau membelikan nya tapi menurut Adnan Rena terlampau keterlaluan.


Kini segala kebaikan Hilya tingal kenangan, kemarin saat mendengar bahwa Hilya telah menikah dengan pria lain dada Adnan serasa tertimpa beban berton-ton,beruntung sekali Rena merengek minta pulang.


Dada Adnan sesak, rasanya Adnan ingin menangis didepan Hilya, memohon agar Hilya mau kembali menjadi istrinya.


Menatap wajah Hilya, Adnan masih belum rela melepaskan wanita itu untuk Pria lain. sekarang Adnan baru menyadari selama ini Hilya begitu capek mengurus rumah, dirinya, masak dan juga Rena, Adnan baru tahu bahwa selama ini Rena tidak pernah memasak sendiri, mencuci sendiri, semua didampingi oleh Hilya.


Dan saat pendamping itu mundur maka Rena hanya menjadi seonggok nyawa yang hanya mampu menuntut.


Mobil Adnan berhenti di lampu merah, meski rasa kesal merasuk hatinya, tapi Adnan tetap akan membawakan pesanan Rena.


Adnan memperhatikan sekeliling lampu merah , begitu banyak orang yang terkena macet selain dirinya. Saat mata itu hampir memutus perhatian satu mobil berhenti tepat disebelah kanan mobilnya.


Awalnya Adnan hanya melirik sekilas , Namun saat kaca mobil itu diturunkan, mata Adnan terbeliak menatap sepasang Pria dan wanita yang sedang duduk di dalam mobil yang kacanya baru saja di turunkan. hatinya seperti tertusuk , nafasnya tercekat, belum lagi saat jempol Pria itu menghapus jejak lipstik di bibir wanitanya, dan lebih sakit hati Adnan saat sepasang manusia itu tertawa bersama.